PKS Kutuk Penyerangan Pastur dan Jemaat Gereja di Yogyakarta

Madinah, Dian Rosmala

Minggu, 11 Februari 2018 | 16:48 WIB
PKS Kutuk Penyerangan Pastur dan Jemaat Gereja di Yogyakarta
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/1/2018). [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini mengutuk keras penyerangan terhadap Pastur dan Jemaat Gereja Katolik St Lidwina Bedog, Sleman, Yogjakarta pada Minggu, (11/2/2018).

Menurut Jazuli, tindakan tersebut, sangat tidak dibenarkan terjadi di negara ini.

"Aparat kepolisian yang telah berhasil meringkus pelaku diharapkan melakukan penyelidikan secara serius motif di balik penyerangan serta menuntut hukuman yang setimpal terhadap pelaku," kata Jazuli dalama siaran tertulis, Minggu (11/2/2018).

Anggota Komisi I mengatakan aksi menyerang orang lain dengan tujuan untuk melukai dan dilakukan secara sengaja adalah tindakan kriminal. Apalagi, sasarannya adalah pemuka agama dan umat beragama yang sedang beribadah.

"Kita tegas tidak bisa mentoleransi perilaku yang demikian karena jelas bertentangan dengan hukum dan konstitusi negara," ujar Jazuli.

Menurut dia, perlindungan terhadap keselamatan setiap warga negara merupakan kewajiban semua pihak, khususnya pemerintah dan aparat keamanan. Apalagi, terhadap umat beragama yang sedang menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya.

Jazuli berharap aparat kepolisian bisa membongkar motif aksi yang dilakukan oleh pelaku supaya tak mengganggu keharmonisan kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara di Indonesia.

"Penyerangan terhadap pemuka dan umat beragama ini tidak hanya terjadi kepada umat Kristiani. Sebelumnya di Jawa Barat juga terjadi penyerangan serupa terhadap kyai dan tokoh, ulama dari ormas Islam, bahkan hingga merenggut nyawa Ustadz Prawoto dari Persis," tutur Jazuli.

Jazuli menekankan tindakan demikian ini harus dilawan oleh seluruh masyarakat dari agama manapun.

Kata dia, jangan sampai ada upaya adu domba yang mencoba merusak persaudaraan dan hubungan antar umat beragama yang selama ini terjalin harmonis di negara Indonesia yang kita cintai bersama.

"Jangan sampai masyarakat terpancing atau tersulut emosi yang justru merusak keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita jaga bangsa ini agar tetap kondusif," ujar Jazuli.

Ia meminta aparat kepolisian sigap, bertindak cepat dalam mengungkap motif dan aktor intelektual kasus-kasus penyerangan tokoh atau umat beragama yang marak akhir-akhir ini.

Polisi juga harus transparan dalam melakukan penyelidikan/penyidikan soal pelaku dan motifnya dengan mengungkap secara objektif berdasarkan keterangan saksi dan ahli yang kompeten.

"Dalam dua kasus penyerangan ulama sebelumnya misalnya, apakah yang melakukan kekerasan terhadap para ustadz (yang diduga orang gila itu) apakah bener-benar gila atau pura-pura gila?" kata Jazuli.

"Lalu siapa pula pelaku penyerangan gereja di Yogja. Kenapa beruntun begini? Ini yang harus dijawab oleh polisi secara transparan dan objektif agar masyarakat clear, tidak bertanya-tanya dan curiga serta agar suasana kondusif tetap terjaga," Jazuli menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Hasto Akui Sudah Bertemu PKS Bahas Ijazah Gibran, Singgung Pemimpin Hasil Intervensi Orang Tua

Hasto Akui Sudah Bertemu PKS Bahas Ijazah Gibran, Singgung Pemimpin Hasil Intervensi Orang Tua

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Sahroni Sebut NasDem Fokus Bekerja Dukung Pemerintah, Belum Ada Perintah Soal Ijazah Gibran

Sahroni Sebut NasDem Fokus Bekerja Dukung Pemerintah, Belum Ada Perintah Soal Ijazah Gibran

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:23 WIB

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKS Beri Catatan Kritis dari Pangan hingga Kesejahteraan Guru

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKS Beri Catatan Kritis dari Pangan hingga Kesejahteraan Guru

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:11 WIB

PKS Jajaki Komunikasi dengan Partai Lain soal Polemik Ijazah Gibran

PKS Jajaki Komunikasi dengan Partai Lain soal Polemik Ijazah Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Respons Inisiatif PKS Soal Ijazah Gibran, Komarudin PDIP: Dulu Saya Bicara Malah Dibully

Respons Inisiatif PKS Soal Ijazah Gibran, Komarudin PDIP: Dulu Saya Bicara Malah Dibully

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKS Tegaskan Sikap Kritis, Konstruktif dan Solutif di Koalisi

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKS Tegaskan Sikap Kritis, Konstruktif dan Solutif di Koalisi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:57 WIB

PKS Soroti Polemik Ijazah Gibran: Pemimpin Harus Lahir dari Meritokrasi, Bukan Dispensasi!

PKS Soroti Polemik Ijazah Gibran: Pemimpin Harus Lahir dari Meritokrasi, Bukan Dispensasi!

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:43 WIB

PKS Dorong Pileg dan Pilpres Digelar Terpisah dalam Revisi UU Pemilu

PKS Dorong Pileg dan Pilpres Digelar Terpisah dalam Revisi UU Pemilu

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Terkini

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:48 WIB

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:43 WIB

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

×