Teriakan 'Astaghfirullah' Sebelum Keluarga Emma Tewas Berpelukan

Reza Gunadha

Selasa, 13 Februari 2018 | 13:53 WIB
Teriakan 'Astaghfirullah' Sebelum Keluarga Emma Tewas Berpelukan
Polisi saat olah TKP di kompleks Perumahan Taman Kota Permai 2, RW12 Periuk, Jati Using, Tangerang, Banten, Senin (12/2/2018). [Bantenhits/Maya Aulia]

Suara.com - Warga kompleks Perumahan Taman Kota Permai 2, RW12 Periuk, Jati Using, Tangerang, Banten, mengakui mendengar suara teriakan sebelum menemukan Emma dan kedua anaknya, Nova dan Tiara, tewas bersimbah darah sembari berpelukan.

Perempuan berusia 40 tahun itu ditemukan tewas berpelukan dengan kedua putrinya, Nova (19) dan Tiara (11), di dalam kamar rumahnya, Blok B6 Nomor 5 Taman Kota Permai 2, Senin (12/2/2018) sore.

Selain ketiga orang itu, ditemukan pula Muktar Efendi—suami siri Emma—terluka parah di ruang kamar lain dalam rumah tersebut. Muktar kekinian masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kramajati.

Rohayati (30), warga perumahan tersebut, mengungkapkan mendengar suara teriakan dari dalam rumah korban pada Senin dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.

"Suaranya 'Astaghfirullah ya Allah', begitu. Tidak ada suara minta pertolongan. Cuma suara (terbentur) tembok sekali saja, sehabis itu tak ada suara," tutur Rohayati kepada Bantenhits.com—jaringan Suara.com.

Ia mengakui, sebelum peristiwa tragis tersebut, sering mendengar suara kegaduhan dari dalam rumah korban.

Rohayati menuturkan, pernah mempertanyakan suara keributan tersebut kepada Emma sendiri.

"Emma bilang itu permasalahan keluarga. Sering ribut. SAya pernah dengar pertengkaran. Cuma waktu pertama, ada suara piring pecah, saya sempat datang bertanya. Mungkin, peristiwa ini sebabnya soal keluarga juga," terangnya.

Ia menggungkapkan, setelah dirinya mendengar suara teriakan pada Senin subuh tersebut, tak ada yang berteriak meminta pertolongan.

baca juga

"Suaminya (Efendi) tidak berteriak minta tolong. Padahal kan sekarang sudah tahu, dia masih hidup. Karenanya, kami baru berani masuk rumah itu jam 2 siang. Itu juga karena curiga, anaknya yang SD kok tak bersekolah," terangnya.

Minta Maaf

Polisi belum mengungkapkan siapa pelaku pembunuhan Emma dan kedua anaknya tersebut.

Namun, saat dijenguk Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Harry Kurniawan, Effendi—korban selamat—tampak menggumamkan sejumlah kata yang terbilang ”janggal”.

"Kondisinya masih sangat lemah sekali dan tidak memungkinkan untuk diajak komunikasi. Saya tadi mengajak komunikasi, yang terucap hanya merasa lemas, minta maaf dan istighfar," kata Harry di RS Polri, Kramatjati, Selasa (13/2/2018).

Terkait kasus pembunuhan ini, Harry mengakui belum bisa menyimpulkan, apakah luka tusuk di bagian tubuh Efendi merupakan aksi bunuh diri atau bukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembantaian Keluarga Emma, Tak Ada harta yang Hilang

Pembantaian Keluarga Emma, Tak Ada harta yang Hilang

News | Selasa, 13 Februari 2018 | 13:16 WIB

Istri dan 2 Anaknya Tewas Berpelukan, Efendi: Saya Minta Maaf....

Istri dan 2 Anaknya Tewas Berpelukan, Efendi: Saya Minta Maaf....

News | Selasa, 13 Februari 2018 | 12:39 WIB

Tangerang Akan Kirim Air Bersih ke Jakarta Sampai 2038

Tangerang Akan Kirim Air Bersih ke Jakarta Sampai 2038

News | Selasa, 13 Februari 2018 | 11:31 WIB

Uang Klaim Diduga Dikuras Agen, Nasabah Allianz Lapor Polisi

Uang Klaim Diduga Dikuras Agen, Nasabah Allianz Lapor Polisi

News | Selasa, 13 Februari 2018 | 10:29 WIB

Satu Keluarga di Tangerang Dibantai, Tewas Berpelukan

Satu Keluarga di Tangerang Dibantai, Tewas Berpelukan

News | Selasa, 13 Februari 2018 | 08:03 WIB

Terkini

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Jatim | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×