Penjual Mie Ayam di Lubang Buaya Tewas Digorok Keponakannya

Adhitya Himawan | Welly Hidayat
Penjual Mie Ayam di Lubang Buaya Tewas Digorok Keponakannya
Ilustrasi seorang penjahat lelaki mengandalkan senjata pisau untuk melumpuhkan korbannya. [shutterstock]

Rosidi tewas akibat digorok lehernya lantaran pelaku Amir dan Diran ingin menguasai harta korban.

Suara.com - Kepala Kepolisian Resor Jakarta Timur Komisaris Besar Yoyon Tony Surya Putra mengatakan pelaku pembunuhan terhadap penjual mie ayam di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur ternyata adalah keponakannya sendiri. Rosidi tewas akibat digorok lehernya lantaran pelaku Amir dan Diran ingin menguasai harta korban.

Tony menjelaskan kedua pelaku merupakan kakak - beradik. Keduanya tega menghabisi nyawa pamannya sendiri, Rosidi.

Menurut Tony, Diran dan Amir memang telah merencanakan pembunuhan terhadap Rosidi pada Rabu (21/2/2018). Namun, niat Diran untuk menghabisi nyawa pamannya urung dilakukan lantaran Amir menolak ajakan kakaknya tersebut.

"Sudah ada niat menghabisi pamannya, D dan A ini. Karena pengin menguasai harta benda korba yang disimpan di warung mie ayam. Tapi adiknya A diajak niat jahat tidak mau sehingga tidak jadi terlaksana," kata Tony, Senin (26/2/2018).

Tony mengatakan akhirnya kejahatan kedua pelaku dilakukan pada Minggu (25/2/2018). Saat itu Amir akhirnya mau mengikuti ajakan kakaknya Diran.

Kedua pelaku, menunggu pamannya Rosidi hingga tertidur sekitar pukul 03.30 WIB. Namun pamannya masih memainkan ponsel. Sehingga Dinar menyuruh adiknya Amir untuk mematikan lampu, agar situas didalam ruangan itu gelap.

"Itu langsung D masuk ke dalam kamar (korban), ditusuk sebanyak tiga kali lehernya, korban mencoba melawan, Tapi D kembali menusuk perut korban," ujar Tony.

Sementara, Amir membantu dengan membekap mulut pamannya agar tidak ada suara yang membuat warga sekitar mendengar.

"(Korban) minta tolong tapi A, lamgsung membungkam mulut korban ditutup pake kasur menutup muka korban," kata Tony.

Menurut Tony, melihat korban sudah tak bernyawa akhirnya kedua pelaku meninggalkan korban. Namun, kedua pelaku sempat mengambil uang korban Rp3,4 juta dan sepeda motor.

"Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku akhirnya kami tangkap di rumah orangtuanya kawasan Cakung," kata Tony.

Tony mengatakan hasil pemeriksaan pelaku kedua pelaku mencuri uang untuk dipakai minum - minuman alkohol.

"Itu uang curian mau buat pasang behel gigi sama pelaku D, sama jajan dan minum alkohol," ujar Tony.

Tony mengatakan motif kedua pelaku yakni lantaran korban pernah memarahi Dinar dan Amir. Karena keduanya pernah ketahuan mencuri uang jualan mie ayam sehingga pelaku kesal dengan korban.

"Dia ikut bantu jualan pamannya pernah melakukan kesalahan pernah ditegur dan mereka pernah dimarahin karena maling uang pamannya," ujar Tony.

Adapun pelaku Amir masih dibawa umur. Dengan demikian, proses hukum Amin nantinya akan diberlakukan peradilan anak sesuai undang - undang.

Tony mengatakan kedua pelaku sudah ditangkap dan kini berada di Polres Jakarta Timur. Keduanya dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 340 KUHP, pasal 338 KUHP, dan pasal 365 KUHP dengan ancaman sumur hidup atau hukuman mati.

"Karena niatnya, pelaku melakukan pembunuhan berencana," kata Tony.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS