Sementara Wiranto dicatat Kontras sebagai salah satu aktor pelanggaran HAM masa lalu. Di antaranya penyerangan markas Partai Demokrasi Indonesia pada 27 Juli 1996, Tragedi Trisakti, peristiwa Semanggi I dan II, dan penculikan aktivis 1998. Kala itu Wiranto menjadi Panglima ABRI.