Bantah Terima Suap, Bupati Cantik Rita Klaim Punya 15 Kg Emas

Pebriansyah Ariefana, Nikolaus Tolen

Rabu, 07 Maret 2018 | 13:21 WIB
Bantah Terima Suap, Bupati Cantik Rita Klaim Punya 15 Kg Emas
Bupati nonaktif Kutai Kartanegara, Rita Widyasari dan Khairudin, Komisaris PT Media Bangun Bersama, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (21/2).

Suara.com - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari membantah menerima uang suap Rp6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun. Menurutnya, uang tersebut merupakan hasil jual emas yang dimilikinya.

Rita kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan suap terkait perizinan perkebunan kelapa sawit di gedung pengadilan tindak pidana korupsi, Rabu (7/3/2018).

"Saya sebenarnya jual beli emas sama dia (Abun). Iya emas saya 15 kilogram," katanya di Gedung pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Rita menambahkan setelah menjual emas tersebut, Hery Susanto mentransfer uang ke rekening dirinya. Namun Rita tidak menyebutkan jumlah uang yang ditransfer Hery. Dia mengaku hanya sekali menjual emas kepada Hery Susanto.

"Nggak sering, cuma sekali. Dibayar tunai makanya transfer ke rekening saya," katanya.

Rita menyebutkan permohonan izin lokasi sawit sudah selesai oleh Bupati Kukar sebelumnya. Menurut Rita, tim terpadu Pemkab Kukar sudah memeriksa seluruh dokumen yang diajukan oleh Hery Susanto.

"Seingat saya tandatangan di kantor bukan di rumah. Intinya itu ada tim terpadu bahwa dokumen sudah lengkap semua dan sudah sesuai aturan. Nggak ada sogok-sogokan, waktu itu saya bilang ke orang Pak Abun namanya Pak Adi, saya punya emas ini mau jual karena ngeri taruh di brankas terus, punya bapak saya. Ngeri kalau ditinggal rumah saya suami saya, akhirnya saya jual lalu ditransfer makanya disebut gratifikasi," kata Rita.

Sebelumnya, Hery Susanto Gun alias Abun didakwa memberi uang suap Rp6 miliar untuk Rita Widyasari. Uang suap tersebut terkait pemberian izin lokasi perkebunan sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kukar.

Hery disebut jaksa mengirimkan uang ke rekening Bank Mandiri atas nama Rita secara dua tahap. Pertama, Hery mentransfer uang Rp1 miliar dan kedua mentransfer uang Rp5 miliar.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nasib Novanto Sebagai Justice Collaborator Ditentukan KPK Saat...

Nasib Novanto Sebagai Justice Collaborator Ditentukan KPK Saat...

News | Rabu, 07 Maret 2018 | 07:25 WIB

Dalami Pengadaan Pesawat Garuda, KPK Periksa Dua Saksi

Dalami Pengadaan Pesawat Garuda, KPK Periksa Dua Saksi

News | Rabu, 07 Maret 2018 | 01:15 WIB

KPK Nyatakan Siap Kawal Sidang e-KTP Setiap Hari

KPK Nyatakan Siap Kawal Sidang e-KTP Setiap Hari

News | Selasa, 06 Maret 2018 | 23:15 WIB

Bareng PPATK, KPK Mau Jerat Lebih Banyak Koruptor yang Cuci Uang

Bareng PPATK, KPK Mau Jerat Lebih Banyak Koruptor yang Cuci Uang

News | Selasa, 06 Maret 2018 | 19:40 WIB

Marak Koruptor Cuci Uang, KPK Eratkan Kerja Bareng PPATK

Marak Koruptor Cuci Uang, KPK Eratkan Kerja Bareng PPATK

News | Selasa, 06 Maret 2018 | 18:56 WIB

Terkini

Beban Pajak Mencekik, Daya Beli Sekarat: Di Mana Batas Lelah Kelas Menengah?

Beban Pajak Mencekik, Daya Beli Sekarat: Di Mana Batas Lelah Kelas Menengah?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 17:50 WIB

Bukan Sekadar Rasa Gurih, Ghea Indrawari Punya Alasan Khusus Suka Mi Ayam

Bukan Sekadar Rasa Gurih, Ghea Indrawari Punya Alasan Khusus Suka Mi Ayam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 17:49 WIB

Suket Gibran Batal di MA, Waketum Golkar Buka Suara: Tak Boleh Dibiarkan

Suket Gibran Batal di MA, Waketum Golkar Buka Suara: Tak Boleh Dibiarkan

News | Senin, 02 November 2026 | 17:48 WIB

Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut

Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 17:47 WIB

Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang

Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 17:46 WIB

Ferry Boboho Akui Diminta Febrie Adriansyah 'Dinginkan' Uang dari Tan Kian

Ferry Boboho Akui Diminta Febrie Adriansyah 'Dinginkan' Uang dari Tan Kian

News | Senin, 02 November 2026 | 17:43 WIB

Tak Cukup Propam, Reza Minta Kemenko Polkam dan Presiden Turun Tangan Usut Penggeledahan Pesantren

Tak Cukup Propam, Reza Minta Kemenko Polkam dan Presiden Turun Tangan Usut Penggeledahan Pesantren

News | Senin, 02 November 2026 | 17:41 WIB

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

×