Bubarkan Pengajian, Wakapolri: Akan Saya Copot Kapolres Banggai

Reza Gunadha, Welly Hidayat

Jum'at, 23 Maret 2018 | 16:50 WIB
Bubarkan Pengajian, Wakapolri: Akan Saya Copot Kapolres Banggai
Wakapolri Komjen Syafrudin di Masjid Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Jumat (23/3/2018). [Suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Syafrudin mengancam mencopot Kapolres Banggai, Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Heru Pramukarno.

Ancaman tersebut diberlakukan kalau aparat Polres Banggai terbukti membubarkan paksa acara zikir ibu-ibu saat kericuhan eksekusi lahan di Tanjungsari, Kelurahan Karatin, Luwuk Banggai, Sulteng, Senin (19/3) awal pekan ini.

Dalam kericuhan itu, polisi maupun TNI melepaskan tembakan gas air mata ke tengah ibu-ibu berzikir tersebut.

"Saya langsung perintahkan Propam Polri turun melakukan investigasi. Karo Paminal Brigjen Teddy Minahasa tengah di tempat kejadian perkara. Beritanya sangat dahsyat, karena mengiris hati umat Islam,” tegas Syafrudin di Masjid Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Jumat (23/3/2018).

Ia menegaskan, tengah menunggu hasil investigasi tersebut untuk membutikan ada atau tidaknya kesalahan prosedur aparat kepolisian dalam insiden tersebut.

Sementara ini, kata dia, polisi telah mendapat rekaman video sejumlah polisi menembak memakai gas air mata ke arah ibu-ibu tersebut.

Syafrudin menegaskan, penembakan seperi itu tidak termasuk standar prosedur operasional aparat kepolisian.

"Ya justru itu tidak sesuai prosedur. Tidak boleh, tidak boleh. Pengajian dibubarkan memakai gas air mata," tukasnya.

"Kalau itu betul-betul  ada kesalahan, akan saya copot kapolresnya. Saya akan proses hukum, termasuk juga pemda setempat yang melakukan aksi kesewenang-wenagan terhadap rakyat,” tegasnya.

baca juga

Syafrudin mengatakan, hasil investigasi kemungkinan diterimanya pada pekan depan.

"Investigasinya minggu depan sudah selesai dan investigasinya menyeluruh, Bukan hanya kepada internal polri, tapi kepada pengambil kebijakan yaitu pemerintah daerah akan kami proses semuanya," kata Syafruddin.

Selain itu, Syafrudin juga mengkritik kebijakan represif saat upaya pembebasan lahan di daerah tersebut.

Ia mengatakan, pemerintah setempat seharusnya terlebih dulu memberikan solusi kepada warga sebelum menggusur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Peluru Nyasar, Mabes Polri Mau Periksa Polda Sulteng

Kasus Peluru Nyasar, Mabes Polri Mau Periksa Polda Sulteng

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 19:46 WIB

Mabes Polri Pastikan Usut Peluru Nyasar terhadap Remaja Aldi

Mabes Polri Pastikan Usut Peluru Nyasar terhadap Remaja Aldi

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 17:30 WIB

Anaknya Kena Peluru Nyasar, Ibu Asal Sulteng Datangi Bareskrim

Anaknya Kena Peluru Nyasar, Ibu Asal Sulteng Datangi Bareskrim

News | Senin, 19 Maret 2018 | 15:50 WIB

Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Pria Berbaju Batman Terobos Mako Brimob

Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Pria Berbaju Batman Terobos Mako Brimob

News | Selasa, 27 Februari 2018 | 10:59 WIB

Perwira Intelijen BAIS TNI AD Meninggal di Kamar Kos

Perwira Intelijen BAIS TNI AD Meninggal di Kamar Kos

News | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 17:29 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×