PAN Persilakan Pentolan Eks Demonstran Anti Ahok Jadi Calegnya

Reza Gunadha | Dian Rosmala | Suara.com

Jum'at, 23 Maret 2018 | 18:17 WIB
PAN Persilakan Pentolan Eks Demonstran Anti Ahok Jadi Calegnya
Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Pentolan FPI berharap Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PBB, berkoalisi untuk mengusung calon presiden dan wakil presiden sendiri pada Pilpres 2019.

Anjuran itu diapresiasi oleh Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay.

"Tentu imbauan dan perhatian itu merupakan referensi penting untuk ditindaklanjuti. Ada banyak beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menindaklanjuti hal itu," kata Saleh di Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Langkah pertama yang bisa dilakukan  adalah, mendorong tokoh penting aksi anti-Ahok pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 untuk mencalonkan diri menjadi anggota legislatif lewat jalur keempat partai tersebut.

"PAN tentu sangat membuka diri untuk menerima tokoh-tokoh tersebut. Jika mereka mencalonkan diri secara langsung, maka konsolidasi suara umat akan lebih mudah didapatkan," ujar Saleh.

Langkah kedua yaitu melakukan pertemuan lintas tokoh dan petinggi ormas-ormas Islam, untuk mengatur strategi, menghimpun suara umat agar tidak tercerai berai.

Dalam kesempatan itu, kata Saleh, semua harus membuka diri dan menghindari ego sektoral. Artinya, arah dan orientasi politik yang dibangun adalah kesejahteraan umat sebagaimana yang diinginkan oleh para tokoh dan petinggi ormas-ormas tersebut.

"Ketiga, mendorong semua pihak yang ikut dalam aksi 212 melakukan kampanye bersama baik formal maupun informal, bagi pemenangan keempat partai dimaksud. Tentu kampanye yang dilakukan tidak boleh menyalahi aturan dan ketentuan KPU dan Bawaslu," tutur Saleh.

Langkah keempat adalah, semua jaringan dan relawan FPI dkk diharapkan mengawal dan mengawasi jalannya Pemilu 2018 dan Pilpres 2019.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengakui bertemu Rizieq di Mekah pada Rabu (21/3) malam waktu setempat.

Dalam pertemuan tersebut, Andre mengklaim dititip pesan oleh Rizieq bahwa Gerindra, PAN, PKS dan PBB bisa berkoalisi untuk Pilpres 2019.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

FPI Nilai Ormas Islam Pendemo Anies Tak Paham Kerja Gubernur

FPI Nilai Ormas Islam Pendemo Anies Tak Paham Kerja Gubernur

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 15:40 WIB

FPI Janji Tak Main Hakim Sendiri Jika ada Ulama Diserang

FPI Janji Tak Main Hakim Sendiri Jika ada Ulama Diserang

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 13:42 WIB

Polisi Gandeng FPI Antisipasi Dampak Isu Kekerasan Ulama

Polisi Gandeng FPI Antisipasi Dampak Isu Kekerasan Ulama

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 13:19 WIB

AJI Jakarta Kecam Aksi FPI di Kantor Tempo Ancam Kebebasan Pers

AJI Jakarta Kecam Aksi FPI di Kantor Tempo Ancam Kebebasan Pers

News | Sabtu, 17 Maret 2018 | 15:58 WIB

TEMPO Akan Minta Maaf ke FPI Jika Diminta Dewan Pers

TEMPO Akan Minta Maaf ke FPI Jika Diminta Dewan Pers

News | Jum'at, 16 Maret 2018 | 18:07 WIB

Terkini

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 05:45 WIB

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:51 WIB

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:47 WIB

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:18 WIB

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:15 WIB

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:04 WIB

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:52 WIB