NATO Usir Tujuh Diplomat Rusia

Dythia Novianty | Suara.com

Rabu, 28 Maret 2018 | 06:37 WIB
NATO Usir Tujuh Diplomat Rusia
President Rusia Vladimir Putin di Manezhnaya Square, Moscow. [AFP]

Suara.com - NATO mengusir tujuh diplomat Rusia sebagai tanggapan atas serangan terhadap mantan mata-mata Rusia  di Inggris. Kepala organisasi keamanan internasional mengatakan bahwa ada "biaya dan konsekuensi" untuk perilakunya.

Dua puluh enam negara telah mengusir utusan Rusia dalam dua hari terakhir, sebagai bentuk solidaritas kepada Inggris. Mereka semua percaya bahwa Rusia berada di belakang serangan racun kepada bekas mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Salisbury, Inggris.

Berbicara di Brussels, kepala NATO Jens Stoltenberg, mengatakan dia akan menolak akreditasi yang tertunda untuk tiga staf Rusia, dan akan mengurangi ukuran misi Rusia dari 30 menjadi 20.

NATO melakukan langkah serupa pada tahun 2015, sebagai tanggapan atas aneksasi Rusia Crimea. Sebelum itu, ada 60 personel Rusia di markas Belgia-nya.

Sebelumnya, Rusia menuduh AS menekan negara lain untuk bergabung dengan pengusiran massal para diplomatnya. Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov menuduh Washington melakukan "pemerasan kolosal" dan mengatakan ada "beberapa negara merdeka" yang tersisa di Eropa modern.

"Ketika satu atau dua diplomat diusir dari negara ini lebih, sambil membisikkan permintaan maaf, kita tahu pasti bahwa ini adalah hasil dari tekanan kolosal, pemerasan kolosal, yang sayangnya adalah alat utama Washington kepada internasional," katanya.

Kementerian luar negeri Rusia mengungkapkan langkah-langkah yang dapat dipertimbangkan Presiden Vladimir Putin.

Seperti diketahui, sebanyak 27 negara kini telah mengumumkan pengusiran lebih dari 140 diplomat Rusia. Moldova, Irlandia, Australia dan Belgia adalah negara-negara terbaru yang melakukan hal yang sama, setelah Inggris melakukan langkah pertama dengan mengusir 23 utusan awal bulan ini.

Belgia mengatakan, akan mengusir satu diplomat, setelah sebelumnya menjadi tuan rumah markas besar Uni Eropa dan NATO. Pengumumannya datang setelah Nato membuat pernyataannya.

Sementara itu, negara-negara Uni Eropa tidak berniat mengusir diplomat termasuk Austria, Yunani dan Portugal, meskipun semua mendukung Inggris dan mengutuk dugaan aksi peracunan tersebut.

Kanselir Austria Sebastian Kurz memosting tweet bahwa ia mendukung Uni Eropa.

"Sebagai negara netral kami tidak akan mengusir diplomat, lebih memilih untuk bertindak sebagai pembangun jembatan antara Timur dan Barat,' tuturnya. [BBC]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inggris, AS, dan Uni Eropa Ramai-Ramai Provokasi Rusia

Inggris, AS, dan Uni Eropa Ramai-Ramai Provokasi Rusia

News | Selasa, 27 Maret 2018 | 11:28 WIB

Buntut Serangan Salisbury, Petinggi Islandia Boikot Piala Dunia

Buntut Serangan Salisbury, Petinggi Islandia Boikot Piala Dunia

Bola | Selasa, 27 Maret 2018 | 07:17 WIB

Dituduh Racuni Eks Mata-mata, Rusia Usir 23 Diplomat Inggris

Dituduh Racuni Eks Mata-mata, Rusia Usir 23 Diplomat Inggris

News | Minggu, 18 Maret 2018 | 04:08 WIB

Campuri Pemilu, 19 Warga dan Lembaga Rusia Kena Sanksi AS

Campuri Pemilu, 19 Warga dan Lembaga Rusia Kena Sanksi AS

News | Jum'at, 16 Maret 2018 | 05:15 WIB

Bunuh Pengkhianat, PM Inggris Usir 23 Diplomat Rusia

Bunuh Pengkhianat, PM Inggris Usir 23 Diplomat Rusia

News | Kamis, 15 Maret 2018 | 10:34 WIB

Prancis Beda Respon dari AS Soal Peracun Mata-mata di Inggris

Prancis Beda Respon dari AS Soal Peracun Mata-mata di Inggris

News | Kamis, 15 Maret 2018 | 07:10 WIB

Terkini

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:51 WIB

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:47 WIB

ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan

ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:08 WIB

Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus

Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:01 WIB

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!

Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api

Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:43 WIB

Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh

Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:36 WIB

Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis

Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:18 WIB

Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!

Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:02 WIB