Ratusan Siswa Magang SMK Jadi Korban Perdagangan Manusia

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 03 April 2018 | 13:27 WIB
Ratusan Siswa Magang SMK Jadi Korban Perdagangan Manusia
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan tren baru dalam Tindak Pidana Perdagangan orang (TPPO) serta eksploitasi anak. (Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari)

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan tren baru dalam Tindak Pidana Perdagangan orang (TPPO) serta eksploitasi anak.

Tren yang dijalankan terbilang unik karena TPPO kali ini bermodus 'Program Magang Palsu Keluar Negeri'. Sasarannya adalah para siswa sekolah kejuruan yang diiming-imingi magang ke luar negeri.

Data sementara korban siswa magang berjumlah 600 orang di Jawa Tengah dan NTT sejak 2009.

Pelaku program magang yang kini sudah menjadi terdakwa antara lain adalah Direktur PT Sofia, Windy, yang bekerja sama dengan PT Walet Maxim Birdnest milik Albert Tei di Selangor, Malaysia.

Komisioner bidang pendidikan KPAI, Retno Listyarti menjelaskan mafia TPPO tersebut menjalankan aksinya dengan merayu pihak sekolah membawa siswa untuk diberangkatkan ke luar negeri dengan mudah.

"Para siswa diiming-imingi berangkat ke luar negeri tanpa sertifikasi kompetisi alias pelatihan, menggunakan paspor dengan visa kunjungan, serta tanpa kartu tenaga kerja luar negeri," ujar Retno saat konferensi pers di kantor KPAI Pusat, Selasa (3/4/2018).

Selain regulasi perekrutan yang tidak sesuai dengan aturan, lokasi kerjanya pun tidak sesuai dengan jurusan para siswa tersebut.

"Anehnya, siswa yang dibawa itu dari sekolah jurusan elektro tapi sampai tujuan malah dipekerjakan di kapal dengan tugas yang berbeda dengan jurusan siswanya," jelasnya.

Para siswa yang mengikuti magang pun mengalami eksploitasi karena mereka harus bekerja 18 jam dengan gaji minim dan pemotongan gaji bila sakit.

baca juga

Dari tahun 2016 hingga 2018, Bidang Trafficking KPAI menemukan data trafficking yang menyasar anak-anak mencapai 38 kasus dengan modus magang ke luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DKI Bentuk BLUD Sekolah SMK, untuk Apa?

DKI Bentuk BLUD Sekolah SMK, untuk Apa?

News | Rabu, 28 Maret 2018 | 09:43 WIB

Pengasuhan Anak Rendah, KPAI Desak Pemerintah Buka Konsultasi

Pengasuhan Anak Rendah, KPAI Desak Pemerintah Buka Konsultasi

News | Selasa, 27 Maret 2018 | 08:37 WIB

KPAI: 16 Anak Meninggal di Tangan Orang Tuanya Sendiri

KPAI: 16 Anak Meninggal di Tangan Orang Tuanya Sendiri

News | Senin, 26 Maret 2018 | 17:05 WIB

KPAI akan Kawal Proses Hukum Kasus Calista

KPAI akan Kawal Proses Hukum Kasus Calista

News | Senin, 26 Maret 2018 | 16:05 WIB

Tujuh SMK di Jayapura Belum Terima Jatah Beras

Tujuh SMK di Jayapura Belum Terima Jatah Beras

News | Sabtu, 24 Maret 2018 | 19:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×