Suara.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) masih menunggu hasil sampel urine balita CSA berusia 3,8 tahun yang diduga terindikasi zat narkotika setelah memakan permen bermerek YUPI di Kabupaten Selatpanjang, Meranti, Riau.
"Hasilnya sedang kami cek di laboratorium belum keluar itu hasilnya nanti,” kata Kepala BNN Komisaris Jenderal Heru Winarko di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/4/2018).
Heru berharap kasus yang menimpa balita CSA menjadi pelajaran bagi orang tua untuk perhatikan anak - anaknya dalam mengkonsumsi makanan.
“Ini contoh semua masyarakat harus perhatian masalah narkoba. Jadi para ibu anak - anak yang jajan tolong diperhatikan apa yang dikonsumsi anak,” ujar Heru.
Heru menambahkan pihaknya pun akan bekerja sama dengan Badan Pengawasan Obat - obatan dan Makanan apakah adanya modus peredaran baru narkotika berupa makanan.
"Bisa jadi. Kami akan kerjasama dengan Balai POM," ujar Heru.
Seperti diketahui, CSA sempat dilakukan tes urine di Rumah Sakit Umum Daerah Riau. Di mana hasil tes tersebut positif Narkoba. Tapi berbeda setelah CSA dilakukan pemeriksaan urine oleh Kepolisian Resor Meranti, Riau bahwa hasilnya negatif.