Mahasiswa Papua Tuntut Negara Adili TNI Penembak Warga Dogiyai

Reza Gunadha

Kamis, 19 April 2018 | 15:11 WIB
Mahasiswa Papua Tuntut Negara Adili TNI Penembak Warga Dogiyai
Puluhan mahasiswa dan pemuda Papua yang tergabung dalam Front Persatuan Rakyat dan Mahasiswa anti Militerisme menggelar aksi menuntut TNI dan Polri ditarik dari seluruh wilayah Papua. Aksi digelar di Malang, Jawa Timur, Kamis (19/4/2018). [Suara.com/Sugianto]

Suara.com - Puluhan mahasiswa dan pemuda Papua yang tergabung dalam Front Persatuan Rakyat dan Mahasiswa anti Militerisme, menuntut TNI dan Polri ditarik dari seluruh wilayah Papua.

Tuntutan itu menyusul aksi penembakan yang dilakukan polisi terhadap dua pemuda di Dogiyai, Papua Barat.

"Tim gabungan militer turun melakukan penembakan membabi buta. Mengakibatkan Geri Goo tertembak di punggung tembus ke dada. Rudi Auwe ditembak kakinya," kata juru bicara front, Meki Hubi, saat melakukan aksi massa di depan gedung DPRD Kota Malang, Kamis (19/4/2018).

Aksi penembakan itu, katanya, merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Mereka menuntut agar kasus tersebut diusut tuntas.

Selain itu, mereka juga menuntut agar pelaku penembakan dua pemuda Papua ditangkap dan diadili.

"Tarik polisi dan militer di Papua. Mereka bukan melindungi, justru melakukan kekerasan," katanya.

Ia mengatakan, kekerasan yang dilakukan aparat militer dan polisi adalah pelanggaran HAM yang terstruktur.

Karenanya, kata Meki, Komisi Nasional HAM harus menurunkan tim menginvestigasi kasus tersebut.

Puluhan mahasiswa dan pemuda Papua yang tergabung dalam Front Persatuan Rakyat dan Mahasiswa anti Militerisme menggelar aksi menuntut TNI dan Polri ditarik dari seluruh wilayah Papua. Aksi digelar di Malang, Jawa Timur, Kamis (19/4/2018). [Suara.com/Sugianto]

baca juga

"Banyak kekerasan yang dilakukan militer dan polisi di Abepura, Biak dan Dogiyai," ujarnya.

Dalam aksinya, mereka membentangkan poster dan spanduk bertuliskan, "hapuskan kolonialisme,  hancurkan", "Kapitalisme, lawan!" dan " Militerisme, bubarkan!", "Pray for Dogiyai."

Mereka juga membawa poster bergambar bendera Bintang Kejora. Aksi berlangsung selama dua jam, dengan penjagaan aparat polisi. Seusai berunjukrasa, mereka membubarkan diri. [Sugianto]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ratusan Linting Ganja Diselundupkan ke Penjara Lewat Botol Shampo

Ratusan Linting Ganja Diselundupkan ke Penjara Lewat Botol Shampo

News | Rabu, 18 April 2018 | 09:58 WIB

Kunjungi Asmat, Presiden Gendong Bocah 3 Tahun Bernama Jokowi

Kunjungi Asmat, Presiden Gendong Bocah 3 Tahun Bernama Jokowi

News | Jum'at, 13 April 2018 | 09:03 WIB

Mendagri: Papua Terendah dalam Perekaman e-KTP

Mendagri: Papua Terendah dalam Perekaman e-KTP

News | Selasa, 10 April 2018 | 22:19 WIB

Jokowi Akan ke Papua Lagi, Ribuan Tentara dan Polisi Berjaga

Jokowi Akan ke Papua Lagi, Ribuan Tentara dan Polisi Berjaga

News | Selasa, 10 April 2018 | 15:50 WIB

Mendagri Minta Soedarmo Dorong Masyarakat Aktif di Pilkada Papua

Mendagri Minta Soedarmo Dorong Masyarakat Aktif di Pilkada Papua

News | Selasa, 10 April 2018 | 15:27 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×