Bicara Pilpres, SBY Temui Presiden PKS Setelah 25 April

Pebriansyah Ariefana | Dian Rosmala | Suara.com

Jum'at, 20 April 2018 | 15:26 WIB
Bicara Pilpres, SBY Temui Presiden PKS Setelah 25 April
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan keterangan pers terkait pencatutan namanya dalam skandal korupsi e-KTP di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2).

Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan Ketua Umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono akan menemui Presiden PKS, Sohibul Iman dalam taktu dekat. Mereka akan berbicara mengenai Pilpres 2019.

Pertemuan itu akan dilakukan di atas 25 April 2018 selepas SBY safari politik di Banten.

"Pertemuanya memang rencannya minggu ini, tapi ditunda. Karena pak SBY kan lagi ke Banten, diperkirakan setelah acara di Banten lah, di atas tanggal 25 April," kata Syarif saat dihubungi, Jumat (20/4/2018).

Menurut Syarief, persoalan politik nasional akan menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan SBY dan Sohibul. Namun, dipastikan juga akan berbicara mengenai sikap politik kedua partai, pada Pilpres 2019.

"Ini kan komunikasi sekalipun tidak dalam koalisi, atau pun bersama- sama koalisi. Kan komunikasi harus tetap berlangsug. Kita juga masih berkomunikasi terus kok dengan partai pemerintah," ujar Syarief.

Menurutnya pertemuan antara para Ketua Umum partai adalah hal yang biasa, terlepas dalam pertemuan itu akan terjadi lobi-lobi politik untuk membangun koalisi.

Namun, ia tidak membantah bahwa pertemuan yang akan digelar SBY dan Sohibul adalah upaya Demokrat untuk manarik dukungan PKS. Apalagi, hingga hari ini koalisi antara Gerindra dan PKS belum terbangun secara resmi.

"Oh iya dong (upaya menarik PKS). Kita kan sangat membuka diri untuk berkomunikasi dan setahu saya juga PKS belum secara resmi menyatakan koalisi dengan Gerindra. Jadi semuanya masih cair," kata Syarief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga Alasan PKS Yakin Prabowo Kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Tiga Alasan PKS Yakin Prabowo Kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

News | Jum'at, 20 April 2018 | 14:32 WIB

Sam Aliano: Saya Nyapres, Kubu Jokowi dan Prabowo Ketakutan

Sam Aliano: Saya Nyapres, Kubu Jokowi dan Prabowo Ketakutan

News | Jum'at, 20 April 2018 | 10:47 WIB

Rumitnya Membaca Peta Koalisi Pilpres 2019

Rumitnya Membaca Peta Koalisi Pilpres 2019

News | Kamis, 19 April 2018 | 22:35 WIB

PKS Tak Rela Kalau Anies Baswedan Jadi Cawapres Prabowo

PKS Tak Rela Kalau Anies Baswedan Jadi Cawapres Prabowo

News | Kamis, 19 April 2018 | 21:29 WIB

PKS Klaim Prabowo Subianto yang Minta Kadernya Jadi Cawapres

PKS Klaim Prabowo Subianto yang Minta Kadernya Jadi Cawapres

News | Kamis, 19 April 2018 | 20:30 WIB

Terkini

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:07 WIB

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:58 WIB

Bongkar LHKPN AKP Deky: Kasat Narkoba yang Dipecat karena Beking Bandar Ternyata Punya Harta Rp1 M

Bongkar LHKPN AKP Deky: Kasat Narkoba yang Dipecat karena Beking Bandar Ternyata Punya Harta Rp1 M

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siti Zuhro Tagih Komitmen Reformasi Polri: Jajaran Harus Setia pada NKRI, Bukan pada Prabowo

Siti Zuhro Tagih Komitmen Reformasi Polri: Jajaran Harus Setia pada NKRI, Bukan pada Prabowo

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:51 WIB

Balas Ancaman Trump, Iran: Teluk Oman akan Jadi Pemakaman AL AS

Balas Ancaman Trump, Iran: Teluk Oman akan Jadi Pemakaman AL AS

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:42 WIB

Sang Adik Ditangkap Tentara Israel, Presiden Irlandia: Saya Sangat Bangga Padanya

Sang Adik Ditangkap Tentara Israel, Presiden Irlandia: Saya Sangat Bangga Padanya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:27 WIB

KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya dalam Kasus Korupsi DJKA

KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya dalam Kasus Korupsi DJKA

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:22 WIB

Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota

Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:17 WIB

Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Permintaan Pemda, Bukan Instruksi TNI

Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Permintaan Pemda, Bukan Instruksi TNI

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:13 WIB

Prof Siti Zuhro: Elit Jadi Penghambat Kemajuan, Visi Prabowo Harus Dibuktikan

Prof Siti Zuhro: Elit Jadi Penghambat Kemajuan, Visi Prabowo Harus Dibuktikan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:13 WIB