Perempuan Bercadar Dipaksa Turun dari Bus, Ini Kisah Sebenarnya

Reza Gunadha
Perempuan Bercadar Dipaksa Turun dari Bus, Ini Kisah Sebenarnya
Seorang petugas Dinas Perhubungan terpaksa menurunkan wanita muda bercadar dari atas bus umum di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur, karena gerak-geriknya mencurigakan. [Facebook]

"Berita yang beredar menjadi seolah ada diskriminasi perlakuan terhadap wanita bercadar di terminal."

Suara.com - Aparat Polres Tulungangung membantah, insiden perempuan bercadar yang diturunkan dari bus didasari atas dasar stigma terhadap pemakai busana tersebut.

Kabag Humas Polres Tulungagung Iptu Sumaji mengatakan, informasi penurunan penumpang dari atas bus Bagong jurusan Trenggalek tersebut benar, namun telah dipelintir sehingga menjadi informasi yang mendiskreditkan aparat penegak hukum.

"Berita yang beredar menjadi seolah ada diskriminasi perlakuan terhadap wanita bercadar di terminal. Padahal tidak begitu," katanya seperti diberitakan Antara, Jumat (18/5/2018).

Menurut Sumaji, penurunan penumpang berinisial SAN lebih dilakukan lantaran santri yang masih duduk di bangku kelas 8 SMP ini membuat penumpang lain was-was.

Gerak-gerik yang misterius membuat SAN yang bercadar dan membawa sebuah tas, dilaporkan penumpang lain kepada petugas Dishub di unit Terminal Gayatri, Tulungagung.

"Keterangan yang bersangkutan juga informasi dari pihak pondok, santri berinisial SAN ini sudah keempat kalinya ini mencoba kabur dari pondok. Tiga kali kepergok pengasuh pondok, ini yang terakhir berinisiatif pakai cadar supaya tidak mudah dikenali," katanya.

Persoalan ini berawal ketika seorang petugas Dinas Perhubungan terpaksa menurunkan wanita muda bercadar dari atas bus umum di Terminal Gayatri, Tulungagung, karena gerak-geriknya mencurigakan.

Menurut keterangan Kepala Terminal Gayatri, Oni Suryanto, peristiwa itu terjadi pada Senin (14/5) awal pekan ini.

Ia mengatakan, perempuan berusia 14 tahun itu diturunkan dari bus karena tak kunjung mau menjawab saat ditanya petugas.

"Kejadiannya Senin. Datang sekitar pukul 06.00 WIB dan naik ke bus jurusan Trenggalek sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu dia terlihat kebingungan, tapi saat ditanya tidak mau menjawab," kata Suryanto.

Kecurigaan petugas semakin menyeruak lantaran perempuan belia yang belakangan diketahui berinisial SAN itu, tidak pakai alas kaki sejak masuk terminal hingga naik bus jurusan Ponorogo.

Namun, setelah diinterogasi, SAN mengaku sebagai santri Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung.

Kepada petugas, SAN mengakui ingin pulang ke Ponorogo namun tak ingin usaha pulang kampung tanpa izin itu ketahuan pengurus pondok.

"Jadi bukan karena penumpang yang takut dan tak mau wanita itu naik di bus. Tetapi karena mencurigakan, akhirnya diminta turun dulu oleh petugas," kata Oni.

Akhirnya, tim berkoordinasi dengan kepolisian. Tak berselang lama, polisi dari Polres Tulungagung datang dan membawa wanita tersebut.

Kasus ini ramai diperbincangkan setelah video SAN digiring petugas Dishub turun dari bus viral di media sosial.

Warganet menyebut, insiden itu merupakan bentuk diskriminasi karena mengidentifikasi perempuan pemakai cadar sebagai jaringan teroris.

loading...
loading...
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS