Razia Mbah Jenggot dan Matinya Gatutkaca, Lahirnya Reformasi 98

Reza Gunadha

Senin, 21 Mei 2018 | 20:00 WIB
Razia Mbah Jenggot dan Matinya Gatutkaca, Lahirnya Reformasi 98
Foto aksi aktivis era 80-90an yang dipajang di Rumah 610 di Gang Rode,Jalan Sultan Agung MG II/610, Yogyakarta. Rumah itu sejak era 1980-an, menjadi markas aktivis reformasi 1998. [Suara.com/Somad]

Pada saat suasana represif itu, ia sempat mendengar isu ada perintah untuk melakukan tembak mati ditempat, walaupun ia lihat sendiri, tidak terjadi apa-apa saat itu.

”Malam 27 Juni saya dengar ada perintah tembak di tempat, tapi ternyata tidak ada,” ujar Fahmi di rumah 610 Gang Rode, yang kekinian menjadi markas Liga Forum Studi Yogyakarta (LFSY).

Ia mengungkapkan, ketika itu, tentara juga menyisir tempat lain untuk menemukan sekelompok orang yang dianggap terlibat dalam dari peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada tahun 1990an.

Fahim ketika menjelaskan kisah para aktivis di Gang Rode. [Suara.com/Somad]

Pos-pos yang diduga disasar menurut Fahim di antaranya wilayah kampus UGM, UIN serta UNY. Para tentara sedang mencari para aktivis.

Pencarian itu menurutnya tak membuahkan hasil, walaupun para aktivis akhirnya berhasil ditemukan di Jakarta.

“Mencari di pos yang lain, tapi tak dapat, mungkin mereka dapatnya di Jakarta,” terangnya.

Fahim menginsyafi, ia dan teman-temannya tidak merasa khawatir terhadap militer kala itu.

Para aktivis yang memperjuangkan ruang demokrasi menyakini tindakannya benar,”Kami melakukan yang benar menurut kenyakinan kita,” lanjutnya.

baca juga

Berhadapan dengan militer membuat para aktivis sering mendapat teror psikis secara terus menerus.

“Hampir setiap hari kami rasakan teror itu. Untuk melakukan rapat saja, harus sembunyi-sembunyi, agar tidak terendus militer,” ungkapnya.

Bahkan, dalam berkomunikasi pun, mereka tak sembarangan. Nyawa mereka begitu berarti dalam setiap detiknya, karena pengejaran masih terus berlangsung.

Fahim ketika menjelaskan kisah para aktivis di Gang Rode. [Suara.com/Somad]

“Kami rapat sembunyi-sembunyi dari kosan ke kosan, dulu masih ada telepon umum, di kosnya ada nomor teleponnya, juga pakai surat disamarkan namanya,” terang Fahim.

Dua tahun berselang, 1998, aktivis Rode ikut turun ke jalan. Mereka membara di jalan Gejayan. Lokasi ini adalah titik kumpul para demonstran menuntut tumbangnya rezim Orba yang dipmpin Soeharto.

Sejak pagi hari sampai malam tiba, mereka terus melakukan pentas seni dan orasi-orasi yang muatannya menuntut Soeharto segera mengakhiri kekuasaannya.

Menjelang malam hari tiba, kerusuhan kerap terjadi. Aparat kepolisian dan tentara mencoba melakukan tindakan represif kepada mahasiswa, dengan tujuan agar mengakhiri serta membatasi gerak mereka.

Ketika Soeharto, di Jakarta, membacakan teks pengunduran dirinya, 21 Mei 1998, terdapat insiden berdarah di Yogyakarta. Seorang mahasiswa bernama Moses Gatotkaca, di dekat Toko Merah.

Moses Gatutkaca adalah mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Ia adalah aktivis mahasiswa yang juga kerap ke Gang Rode.

”Untuk mengingat peristiwa itu, salah satu nama salah satu gang di sana diberi nama Gang Moses, sebagai bentuk pernghormatan kepada Moses,” tuturnya.

***

Fahim, sejak era 1980-an sampai medio 1990, dipercaya sebagai koordinator divisi pendidikan dan informasi di Gang Rode 610, rumah para aktivis penentang Soeharto.

Sementara Rode atau banyak kalangan menyebutnya Gang Rode, memang menjadi tempat singgah para aktivis di tahun 1988-1998.

Bisa dikatakan, tempat ini merupakan salah satu titik sentral untuk merumuskan ide dan gagasan dalam menyuarakan hak-hak sipil untuk menjunjung tinggi prinsip demokrasi di Indonesia, yang kala itu dihadapkan pada brutalitas dan otoritarianisme rezim Orde Baru.

Salah satu eksponen gerakan reformasi 98 yang juga akrab dengan Gang Rode adalah, Widji Thukul, penyair sekaligus aktivis yang dilenyapkan oleh rezim ketika itu.

Begitu juga mantan Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia Nezar Patria dan politikus PDIP Budiman Sudjatmiko, akrab dengan Gang Rode. Tak ketinggalan adalah Andi Arief, yang kekinian menjadi politikus Partai Demokrat.

“Ada Nezar Patria, serta Andi Arif dan sederet nama-nama aktivis yang diculik ditahun 1998 juga pernah duduk, tidur, makan sampai menularkan kegelisahan di Gang Rode,” tutur Fahim.

Fahim sendiri, kekinian memilih tetap menjadi advokat di lembaga Fahmi and Partner di Banguntapan, Bantul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Sekolah di Lereng Merapi Tetap Belajar saat Gunung Meletus

Anak Sekolah di Lereng Merapi Tetap Belajar saat Gunung Meletus

News | Senin, 21 Mei 2018 | 15:09 WIB

Rode, Reformasi 98 yang Meletus dari Gang Sempit.....

Rode, Reformasi 98 yang Meletus dari Gang Sempit.....

News | Senin, 21 Mei 2018 | 14:18 WIB

Meletus Freatik, Status Merapi Masih Bahaya untuk Pendaki

Meletus Freatik, Status Merapi Masih Bahaya untuk Pendaki

News | Senin, 21 Mei 2018 | 13:58 WIB

Hari-hari Terakhir Soeharto, Satu Hikayat dari Si Tukang Kebun

Hari-hari Terakhir Soeharto, Satu Hikayat dari Si Tukang Kebun

Liks | Senin, 21 Mei 2018 | 07:15 WIB

Cegah Mahasiswa Radikal, Kampus di Yogya Siapkan Kontrak Pro NKRI

Cegah Mahasiswa Radikal, Kampus di Yogya Siapkan Kontrak Pro NKRI

News | Jum'at, 18 Mei 2018 | 04:37 WIB

Terkini

Riset: Inflasi Medis RI Diproyeksi Tembus 17,8 Persen, Tertinggi di Asia

Riset: Inflasi Medis RI Diproyeksi Tembus 17,8 Persen, Tertinggi di Asia

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:22 WIB

Sergio Ramos Indonesia! Justin Hubner Sindir Vietnam Usai Garuda Dibantai 0-3

Sergio Ramos Indonesia! Justin Hubner Sindir Vietnam Usai Garuda Dibantai 0-3

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:20 WIB

8 Sunscreen Niacinamide untuk Mencerahkan Bekas Jerawat Kehitaman di Wajah

8 Sunscreen Niacinamide untuk Mencerahkan Bekas Jerawat Kehitaman di Wajah

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:19 WIB

IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Saham TMPO Dijual investor

IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Saham TMPO Dijual investor

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Tips Cerdas Berburu Mobil Bekas Melalui Lelang Agar Keuangan Tetap Terjaga

Tips Cerdas Berburu Mobil Bekas Melalui Lelang Agar Keuangan Tetap Terjaga

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Panen Hujatan Usai Indonesia Digebuk Vietnam, Rizky Ridho Beri Jawaban Berkelas

Panen Hujatan Usai Indonesia Digebuk Vietnam, Rizky Ridho Beri Jawaban Berkelas

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:10 WIB

Viral Tersangka Tambang Ilegal Foto Bareng Presiden, Diduga Mangkir Pemeriksaan

Viral Tersangka Tambang Ilegal Foto Bareng Presiden, Diduga Mangkir Pemeriksaan

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:06 WIB

PNM Mekaar Jadi Bukti Nyata Kehadiran Pemerintah di Tepian Indonesia

PNM Mekaar Jadi Bukti Nyata Kehadiran Pemerintah di Tepian Indonesia

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Kejagung Akan Buktikan Kepemilikan Emas 74 Kg yang Disita dari Rumah Febrie Adriansyah

Kejagung Akan Buktikan Kepemilikan Emas 74 Kg yang Disita dari Rumah Febrie Adriansyah

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Karhutla Meluas di Ogan Ilir, Petugas Berjibaku Cegah Api Membesar

Karhutla Meluas di Ogan Ilir, Petugas Berjibaku Cegah Api Membesar

Foto | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:00 WIB

×