Razia Mbah Jenggot dan Matinya Gatutkaca, Lahirnya Reformasi 98

Reza Gunadha

Senin, 21 Mei 2018 | 20:00 WIB
Razia Mbah Jenggot dan Matinya Gatutkaca, Lahirnya Reformasi 98
Foto aksi aktivis era 80-90an yang dipajang di Rumah 610 di Gang Rode,Jalan Sultan Agung MG II/610, Yogyakarta. Rumah itu sejak era 1980-an, menjadi markas aktivis reformasi 1998. [Suara.com/Somad]

Suara.com - Kebebasan yang dirasakan warga maupun elite di Indonesia pada jaman kiwari, tidaklah jatuh gratis dari langit. Tidak pula ditebus dengan harga murah, melainkan oleh keringat, air mata, bahkan darah para pemuda yang tak takut menghadapi Soeharto, 20 tahun silam.

Dalam narasi besar reformasi 1998 yang diklaim para elite, terselip satu cerita dari para aktivis yang tak dikenal. Di sebuah gang bernama Rode, Yogyakarta. Gang yang dianggap legenda oleh banyak eksponen pendobrak rezim Orde Baru.

Semua kisah itu bisa dirangkum sejak Kamis malam, 27 Juni 1996. Ketika sekelompok tentara gabungan dari Komando Distrik Militer serta Komando Resor Militer zona wilayah Diponegoro merangsek masuk Gang Rode, Jalan Sultan Agung, Yogyakarta.

Mereka berderap, bergegas mendobrak masuk sebuah rumah bernomor MG II/610. Rumah itu, tempat para aktivis mahasiswa, buruh, petani, dari berbagai daerah se-Indonesia sering berkumpul untuk menentang Soeharto.

Mereka merazia, mengacak-ngacak rumah tersebut. Membuka setiap almari. Menjejak di seluruh ruangan.

Para serdadu baru keluar setelah puas dengan membawa tumpukan-tumpukan dokumen, selebaran-selebaran aksi anti-Soeharto.

Tak lupa, mereka juga mengambil serta buku-buku yang dianggap ”komunis”, seperti novel-novel sastrawan terbesar Indonesia Pramoedya Ananta Toer, dan juga sekelumit buku karangan Karl Marx—yang di kalangan aktivis sering disebut ”Mbah Jenggot”.

Banyak aktivis Rode ditangkap lalu dibawa ke Kodim. Sesampainya di markas tentara, mereka ditahan, diintimidasi, dipukul bahkan ditendang.

Rumah 610 di Gang Rode,Jalan Sultan Agung MG II/610, Yogyakarta. Rumah itu sejak era 1980-an, menjadi markas aktivis reformasi 1998. [Suara.com/Somad]

baca juga

Mereka dituduh melakukan pembangkangan atas semua kebijakan Soeharto.

Saat banyak aktivis yang disiksa di markas, seorang pemuda bernama Fachim Fahmi yang masih bebas berkeliaran, mencoba bersiasat.

Fahim segera melaporkan peristiwa itu ke Komnas HAM dan Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta.

Situasi yang mencekam itu membuat Fahim segera bertindak cepat, ia melaporkan apa yang terjadi malam itu ke sejumlah lembaha HAM dan Lembaga Batuan Hukum (LBH) Yogyakarta.

Menurutnya, suasanya sudah tidak karuan. Militer begitu brigas melakukan pengrebekan di Gang Rode.

“Anak-anak di bawa ke kodim, tentara mengintimidsi, selalu bertanya yang menyudutkan, ditunggangi siapa? Tujuannya apa?” kata Fahim menirukan gertakan militer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Sekolah di Lereng Merapi Tetap Belajar saat Gunung Meletus

Anak Sekolah di Lereng Merapi Tetap Belajar saat Gunung Meletus

News | Senin, 21 Mei 2018 | 15:09 WIB

Rode, Reformasi 98 yang Meletus dari Gang Sempit.....

Rode, Reformasi 98 yang Meletus dari Gang Sempit.....

News | Senin, 21 Mei 2018 | 14:18 WIB

Meletus Freatik, Status Merapi Masih Bahaya untuk Pendaki

Meletus Freatik, Status Merapi Masih Bahaya untuk Pendaki

News | Senin, 21 Mei 2018 | 13:58 WIB

Hari-hari Terakhir Soeharto, Satu Hikayat dari Si Tukang Kebun

Hari-hari Terakhir Soeharto, Satu Hikayat dari Si Tukang Kebun

Liks | Senin, 21 Mei 2018 | 07:15 WIB

Cegah Mahasiswa Radikal, Kampus di Yogya Siapkan Kontrak Pro NKRI

Cegah Mahasiswa Radikal, Kampus di Yogya Siapkan Kontrak Pro NKRI

News | Jum'at, 18 Mei 2018 | 04:37 WIB

Terkini

Jelang Final ASEAN Cup, Erick Thohir Bawa Bos FIFA Temui Presiden Prabowo di Istana

Jelang Final ASEAN Cup, Erick Thohir Bawa Bos FIFA Temui Presiden Prabowo di Istana

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Pangkas Beban Manggarai, Pemprov DKI Bakal Pasang Saringan Sampah di 13 Sungai

Pangkas Beban Manggarai, Pemprov DKI Bakal Pasang Saringan Sampah di 13 Sungai

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Tak Hanya Enak Dimakan, 5 Sheet Mask Alpukat Korea Ini Buat Kulit Glowing!

Tak Hanya Enak Dimakan, 5 Sheet Mask Alpukat Korea Ini Buat Kulit Glowing!

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Cari Cushion Murah dan Ringan di Wajah? Ini 3 Pilihan Favorit Sesuai Review Pengguna

Cari Cushion Murah dan Ringan di Wajah? Ini 3 Pilihan Favorit Sesuai Review Pengguna

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Dewi Perssik Jadi Diva Penuh Rahasia di Serial Terbaru Suara Hati

Dewi Perssik Jadi Diva Penuh Rahasia di Serial Terbaru Suara Hati

Entertainment | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:42 WIB

6 Urutan Zodiak Paling Bucin dan Rela Berkorban demi Pasangan

6 Urutan Zodiak Paling Bucin dan Rela Berkorban demi Pasangan

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Jo Bo Ah Dilirik Gantikan Lee Chung Ah di Drama Aksi The Obedient Killer

Jo Bo Ah Dilirik Gantikan Lee Chung Ah di Drama Aksi The Obedient Killer

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Kritik Pedas Berujung Dapat Jabatan, Pengamat Sebut Politik Indonesia Mudah Dikompromikan

Kritik Pedas Berujung Dapat Jabatan, Pengamat Sebut Politik Indonesia Mudah Dikompromikan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Anak Pendiri NU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Meninggal Dunia

Anak Pendiri NU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Meninggal Dunia

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Pengusaha Akui Beri 3 Gepok Uang ke Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Disebut untuk Banjir Aceh

Pengusaha Akui Beri 3 Gepok Uang ke Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Disebut untuk Banjir Aceh

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:32 WIB

×