Cerita Aman Abdurrahman Menolak Diajak Kompromi dengan Pemerintah

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 25 Mei 2018 | 15:32 WIB
Cerita Aman Abdurrahman Menolak Diajak Kompromi dengan Pemerintah
Sidang pledoi Aman Abdurahman. (Suara.com/Oke Atmaja)

Suara.com - Terdakwa tindak pidana terorisme Aman Abdurrahman mengaku sempat diajak untuk berkompromi dengan Pemerintah. Aman menceritakan kompromi tersebut bermula dari kedatangan professor asal Singapura yang juga peneliti International Centre for Political Violence and Terrorism Research (ICPVTR), Rohan Gunaratna ke Mako Brimob Kelapa Dua pada 21 Desember 2017 lalu.

Hal itu disampaikan olehnya pada nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2018).

"Saya di wawancarai olehnya dari pukul 10.30 WIB sampai pukul 17.15 WIB perihal tauhid, syirik hukum dan demokrasi status pemerintahan, pemerintah yang ada. Perihal Khilafah Islamiyah dan Hijriah, dan hal-hal yang berkaitan dan saya jelaskan sesuai dengan apa yang saya pegang selama ini," ujar Aman di dalam ruang sidang.

Keesokan harinya, Profesor Rohan tersebut datang kembali di pagi hari lalu berjanji akan kembali lagi siang harinya namun urung datang. Aman mendapat informasi bahwa Profesor Rohan sedang menemui pejabat negara.

"Datang perwira Akpol Densus 88 dan anggota penerjemah tetapi Prof Rohan tidak datang. Sang perwira berkata kepada saya prof Rohan siang ini sedang bertemu dengan seorang pejabat tinggi di negara dulu dan Insya Allah sore datang ke sini," ujarnya.

Aman melanjutkan, Professor Rohan datang sore harinya setelah bertemu dengan Kapolri, dengan langsung mengajukan tiga tawaran kepadanya. Salah satunya ialah berkompromi dengan pemerintah.

"Bagaimana kalau pemerintah ini menawarkan kepada ustad untuk berkompromi dengan pemerintah? Bila ustad Aman mau berkompromi maka akan langsung dibebaskan dan bila tidak mau berkompromi, maka akan dipenjara seumur hidup," ucapnya.

Selain berkompromi dengan pemerintah, Aman pun menjelaskan bahwa dirinya ditawari oleh Prof Rohan untuk makan malam di luar Mako Brimob, serta ajakan wisata ke Museum Indonesia.

Dengan tegas Aman menolak semua tawaran tersebut. Ia berpegang teguh pada prinsipnya untuk tetap memperjuangkan tauhid.

"Saya tidak akan mau berkompromi dengan pemerintah ini, saya Insya Allah akan keluar dari penjara berupa mayat sebagai syahid atau keluar dalam keadaan hidup sebagai pemenang dalam prinsip ini," tegasnya.

Usai menolak tawaran Professor Rohan, Aman mengatakan bahwa dirinya langsung sujud syukur.

"Setelah itu saya menyungkur sujud syukur kepada Allah. Saya menangis bahagia yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata atas nikmat tauhid dari Allah. Sehingga bisa menolak ajakan tadi," katanya.

Aman tetap bersikukuh untuk menolak mengikuti pemerintah dengan sistem demokrasi. Ia pun tidak mempermasalahkan vonis yang akan dijatuhkan kepadanya nanti.

"Saya tidak mau kompromi dengan pemerintah yang berideologi Pancasila dan berhukum buatan manusia juga bersistem demokrasi atau pemerintah thogut. Dan berapa pun jumlah tahun yang di vonis kan hakim nanti, saya hadapi dingin dan sekedar senyum tipis," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Belum Ada Unsur Pidana dalam Ledakan Tong saat Sidang Teroris

Belum Ada Unsur Pidana dalam Ledakan Tong saat Sidang Teroris

News | Jum'at, 25 Mei 2018 | 15:03 WIB

Hukuman Pelaku Terorisme Libatkan Anak Diperberat

Hukuman Pelaku Terorisme Libatkan Anak Diperberat

News | Jum'at, 25 Mei 2018 | 14:56 WIB

UU Terorisme Bisa Jerat Aparat Jika Melanggar HAM

UU Terorisme Bisa Jerat Aparat Jika Melanggar HAM

News | Jum'at, 25 Mei 2018 | 14:28 WIB

UU Terorisme Disahkan, Menkumham Harap Polisi dan TNI Kerjasama

UU Terorisme Disahkan, Menkumham Harap Polisi dan TNI Kerjasama

News | Jum'at, 25 Mei 2018 | 14:03 WIB

Aman Abdurrahman: Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya Tindakan Keji

Aman Abdurrahman: Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya Tindakan Keji

News | Jum'at, 25 Mei 2018 | 13:41 WIB

Terkini

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×