Najib dan 5 Truk Uangnya, 10 Hari yang Mengguncang Malaysia

Reza Gunadha

Minggu, 27 Mei 2018 | 14:44 WIB
Najib dan 5 Truk Uangnya, 10 Hari yang Mengguncang Malaysia
Polisi mengangkut sejumlah barang yang disita dari apartemen mantan PM Najib Razak, di Kuala Lumpur Malaysia, Jumat (18/5).

Suara.com - Malaysia memunyai hukuman yang tegas terhadap tersangka kasus korupsi, bahkan ketegasan itu ditunjukkan walau si pesakitan adalah mantan perdana menteri yang baru lengser, Najib Razak.

Jumat, (18/5) dua pekan lalu, warga Malaysia antusias menyaksikan aparat negara melakukan penghinaan terhadap Najib dan istrinya di hadapan publik.

Itu ketika polisi mengangkut bertas-tas uang, barang-barang mewah, lusinan tas berharga mahal, dan mobil milik Najib serta sang istri.

Semua uang dan barang yang disita karena diduga didapat dari korupsi tersebut, diangkut memakai 5 truk polisi.

Setelah disita, seperti diberitakan Reuters, Minggu (27/5/2018), polisi mengakui butuh waktu tiga hari untuk menghitung tuntas seluruh uang serta nilai barang yang disita.

Puluhan ribu orang memelototi akun-akun Facebook media massa, guna menyaksikan penggerebekan di sebuah apartemen di kondominium mewah Najib, pada pukul 3 pagi.

Najib dikenal publik sebagai pemimpin otoriter selama satu dasawarsa terakhir. Ia dinilai antiperbedaan pandangan politik, memberangus oposan, dan membungkam kritik media.

Namun, sejak kekalahan Najib dalam pemilihan umum 9 Mei 2018, dan politikus gaek Mahathir Mohamad kembali naik ke tampuk kekuasaan dalam usia 92 tahun, kedigdayaan itu runtuh.

"Semua rahasia sudah keluar," kata Sara Rashid, pelayan gerai Optimist Coffee, kafe di pusat kota yang sibuk di Kuala Lumpur.

baca juga

Keran-keran kebebasan berekspresi, kata Sara, kekinian mulai terbuka.

"Saya pikir, sekarang kami mendapat kesempatan untuk menyaksikan semuanya, kami tidak ingin melewatkan kesempatan itu (Najib dipermalukan)," katanya.

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, saat hendak mengikuti ibadah salat Jumat di kantor Barisan Nasional di Kuala Lumpur, Jumat (18/5/2018) lalu. [Mohd Rasfan / AFP]

Kemewahan Najib dan Rosmah

Selama dua pekan terakhir, polisi menggerebek 12 lokasi yang diduga menjadi penyimpanan uang dan barang-barang mewah Najib beserta keluarga.

Melalui penggerebekan itu, polisi menyita uang tunai senilai 114 juta Ringgit Malaysia atau setara Rp 404,3 miliar. Uang tunai itu diambil dari tiga apartemen di Pavilion Residences, Kuala Lumpur. Dua di antara apartemen itu diketahui masing-masing dihuni putra dan putri Najib.

Uang tunai tersebut terdiri dari 26 mata uang berbeda, sebagian besar di antaranya dalam Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura.

Uang tunai itu ditemukan di dalam 35 tas tangan mewah, di mana terdapat 37 tas lainnya berisikan perhiasan dan jam-jam tangan berharga mahal. Selain itu, masih ada 284 kardus (kotak) tas tangan mewah lainnya.

Sebelumnya, polisi juga telah menyita sejumlah harta dari kediaman pribadi Najib Razak di Taman Duta. Termasuk di antaranya adalah uang tunai senilai 500.000 Ringgit Malaysia atau setara Rp 1,77 miliar.

Sementara dari kawasan Taman Duta, polisi juga menyita puluhan tas dan jam tangan mewah. Tas-tas antara lain terdiri dari 16 Chanel, 8 Versace, 10 Gucci, 5 Oscar de la Renta, serta beberapa tas Dolce & Gabbana dan Louis Vuitton.

Ketika menggeledah di Pavilion Residences, kotak-kotak bermerek Hermes Birkins jelas terlihat, saat dimuat ke troli belanja.

Sebagian di antara barang mewah yang turut disita pihak Kepolisian Kerajaan Malaysia dari penggeledahan di tiga apartemen mewah terkait Najib Razak di Kuala Lumpur, Jumat (18/5/2018) lalu. [Ariffin Jamar / The Straits Times / AFP]

Polisi mengatakan, selain tas-tas itu—yang total harganya sebanyak tiga kali gaji tahunan perdana menteri, yakni USD 120 ribu—mereka juga mengangkut uang tunai, jam tangan, dan banyak perhiasan.

"Jumlah perhiasan agak besar," kata polisi Amar Singh, direktur investigasi kejahatan komersial.

Penyitaan tersebut erat terkait penyelidikan baru yang digelar pemerintah terhadap Najib, yang diduga menerima uang suap dari  skandal perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Najib sendiri secara konsisten membantah tuduhan tersebut. Tahun 2015, ia sempat menjadi target operasi. Namun, lembaga antirasyawah mendadak menghentikan penyelidikan. Kekinian terkuak, lembaga itu mendapat tekanan dari rezim ketika itu.

Istri Najib, Rosmah Mansor, yang telah menjadi titik pusat kritik publik karena memamerkan kekayaannya, mempersoalkan para awak media yang menyoroti aksi aparat ketika melakukan penyitaan.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui pengacaranya pada hari Sabtu (19/5), dia mengatakan, "Badai media. Pencemaran nama baik keluarga kami yang tampaknya ditargetkan untuk memprovokasi kemarahan publik."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Daftar Harta yang Disita Polisi Malaysia dari Najib Razak

Ini Daftar Harta yang Disita Polisi Malaysia dari Najib Razak

News | Sabtu, 26 Mei 2018 | 22:01 WIB

Kasus Najib Razak, Polisi Malaysia Sita Rp 404 M dari Apartemen

Kasus Najib Razak, Polisi Malaysia Sita Rp 404 M dari Apartemen

News | Sabtu, 26 Mei 2018 | 21:13 WIB

Boros, PM Baru Malaysia Potong 10 Persen Gaji Menteri

Boros, PM Baru Malaysia Potong 10 Persen Gaji Menteri

News | Rabu, 23 Mei 2018 | 17:31 WIB

Telisik Korupsi Najib Razak, Ketua KPK Malaysia Diancam Dibunuh

Telisik Korupsi Najib Razak, Ketua KPK Malaysia Diancam Dibunuh

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 14:40 WIB

Penyelundup Sabu dalam Kemasan Teh Cina Tewas Ditembak

Penyelundup Sabu dalam Kemasan Teh Cina Tewas Ditembak

News | Senin, 21 Mei 2018 | 21:55 WIB

Terkini

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:20 WIB

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:18 WIB

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:13 WIB

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:07 WIB

Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus

Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:04 WIB

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:58 WIB

Dirjen  Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Bali | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:49 WIB

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:41 WIB

×