Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump Seharusnya di Indonesia

Vania Rossa, Dian Rosmala

Selasa, 12 Juni 2018 | 06:00 WIB
Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump Seharusnya di Indonesia
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un tiba di Singapura, Minggu (10/6).[AFP/Kementerian Komunikasi dan Informasi Singapura/Terrence Tan]

Suara.com - Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menyayangkan dan merasa sedih karena pertemuan Kim Jong Un dengan Donal Trump terjadi di Singapura. Mestinya, pertemuan bilateral itu terjadi di Indonesia.

Mardani mengingatkan bahwa Indonesia tak boleh berdiam diri pascapertemuan pimpinan Korea Utara, Kim Jong Un, dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Singapura, Selasa (11/7/2018).

Mardani meyakini kedua pemimpin negara tersebut memiliki agenda untuk mendulang keuntungan bagi negara mereka masing-masing. Jika Indonesia tak mempersiapkan diri dengan kemungkinan perubahan yang akan terjadi, maka Indonesia hanya akan menjadi penonton perubahan yang diciptakan negara lain.

"Kalau kita cuma jadi penonton dan ujung-ujungnya, akhirnya akan terpojok sendiri dan kita akan kalah. Jadi, justru politik bebas aktif kita harus lebih optimal," kata Mardani di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (11/7/2018).

Apalagi, lanjutnya, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memiliki kedekatangan dengan Korea Utara. Kedekatan tersebut sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menarik pertemuan Kim Jong Un dan Trump di Indonesia.

"Saya sedih, mestinya (pertemuan) itu tidak di Singapura, mestinya di Indonesia. Ibu Megawati dekat, lho, sama Korea Utara. Harusnya diundang, karena yang berkuasa teman-teman PDIP. Harusnya Indonesia jadi mediator. (Atau) nggak usah mediator, lah, jadi tempat pertemuan saja," kata Mardani.

Donald Trump dan Kim Jong Un kini sudah berada di Singapura. Mereka dijadwalkan akan bertemu di Hotel Capella, Pulau Sentosa, yang terletak di selatan Singapura, pada Selasa (12/7/2018).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Hidangan Buat Presiden Trump di Singapura

Inilah Hidangan Buat Presiden Trump di Singapura

Lifestyle | Senin, 11 Juni 2018 | 17:06 WIB

Donald Trump-Kim Jong Un Bertemu, Begini Analisa Fahri Hamzah

Donald Trump-Kim Jong Un Bertemu, Begini Analisa Fahri Hamzah

News | Senin, 11 Juni 2018 | 13:57 WIB

Sejarah Angker Pulau Tempat Pertemuan Kim Jong Un dan Trump

Sejarah Angker Pulau Tempat Pertemuan Kim Jong Un dan Trump

Tekno | Minggu, 10 Juni 2018 | 21:21 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×