Santap Hidangan Pesta Nikah, Puluhan Warga Jepara Keracunan

Bangun Santoso

Sabtu, 07 Juli 2018 | 21:54 WIB
Santap Hidangan Pesta Nikah, Puluhan Warga Jepara Keracunan
Ilustrasi keracunan makanan. (Shutterstock)

Suara.com - Puluhan Warga Jepara Keracunan Usai Santap Hidangan Pesta Nikah

Puluhan warga Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi makanan yang disajikan pada acara pernikahan salah satu warga desa setempat. Akibat keracunan massal tersebut, puluhan warga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Menurut Kapolsek Jepara Kota, AKP Mahendra di Jepara, Sabtu, peristiwa dugaan keracunan massal tersebut berawal ketika salah seorang warga Kelurahan Demaan menggelar pesta pernikahan di gedung Ali Purnomo BBPBAP Jepara pada Kamis (5/7/2018).

Selanjutnya, pada Jumat (6/7/2018) malam mulai muncul keluhan dari sejumlah warga yang hadir pada acara resepsi pernikahan itu. Oleh ketua rukun tetangga (RT) Kelurahan Demaan, kata dia, warga yang merasa mengalami perut mual atau pusing dikumpulkan di Masjid Darussalam Kelurahan Demaan, kemudian memanggil petugas kepolisian serta tim medis setempat.

Jumlah korban keracunan sesuai data di posko kesehatan, sebutnya mencapai 58 orang dari berbagai usia dengan keluhan hampir sama, yakni mengalami gejala pusing, mual, sakit perut, muntah dan demam.

Selanjutnya, terangnya dibuatkan posko kesehatan di kelurahan setempat oleh Dinas Kesehatan Jepara bersama Puskesmas setempat untuk memberikan pelayanan pengobatan terhadap warga yang diduga mengalami keracunan makanan.

Selain disediakan 30-an tenaga medis, baik dari DKK maupun Puskesmas juga disediakan lima mobil ambulance. Informasi dari sejumlah korban keracunan massal tersebut, bahwa rata-rata korban memakan makanan jenis "chicken corden blue".

Untuk memastikan penyebab terjadinya keracunan massal tersebut, ujarnya Polsek Jepara Kota bersama Dinas Kesehatan Jepara telah mengambil sampel makanan yang masih tersisa, termasuk jenis makanan yang disebutkan banyak dikonsumsi tamu undangan pesta pernikahan tersebut.

"Nantinya, sampel makanan tersebut akan dilakukan pengujian di laboratorium," katanya.

baca juga

Jajaran Polsek Jepara Kota yang diterjunkan ke lapangan saat terjadi kasus keracunan, jelasnya langsung bergerak untuk membantu warga, termasuk melakukan pendataan dan pengambilan sisa makanan untuk dilakukan pengujian di laboratorium.

Dari puluhan korban keracunan, sebutnya sebanyak 27 orang diantaranya hanya menjalani rawat jalan, sedangkan 31 orang harus menjalani rawat inap.

Diantaranya, ada yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum RA. Kartini Jepara sebanyak 17 orang dan Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin sebanyak 14 orang.

"Sampai saat ini, kejadian keracunan massal tersebut tidak terdapat korban meninggal dunia dan para korban hanya mengalami gejala pusing, mual, sakit perut, muntah dan demam," ungkapnya. (Antara).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

3 Nelayan Jepara Dilaporkan Hilang di Laut Jawa

3 Nelayan Jepara Dilaporkan Hilang di Laut Jawa

News | Sabtu, 07 Juli 2018 | 20:44 WIB

Lewat FB, Akun 'Taj Yasin Maimoenn' Gentayangan Minta Sumbangan

Lewat FB, Akun 'Taj Yasin Maimoenn' Gentayangan Minta Sumbangan

News | Jum'at, 06 Juli 2018 | 10:55 WIB

Kementerian PUPR: Gondang dan Giriroto Rampung 2018

Kementerian PUPR: Gondang dan Giriroto Rampung 2018

Bisnis | Minggu, 01 Juli 2018 | 12:28 WIB

Baru Kontrak Rumah, Tukang Bubur Dibekuk  Densus 88

Baru Kontrak Rumah, Tukang Bubur Dibekuk Densus 88

News | Kamis, 28 Juni 2018 | 18:42 WIB

Densus 88 Antiteror Tangkap Tukang Bubur Ayam

Densus 88 Antiteror Tangkap Tukang Bubur Ayam

News | Kamis, 28 Juni 2018 | 17:46 WIB

Terkini

3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium

3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:42 WIB

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:37 WIB

Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing

Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi

Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:32 WIB

Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya

Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis

Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:30 WIB

4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking

4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:29 WIB

Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah

Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:24 WIB

IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau

IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:17 WIB

×