Jelang Pilpres 2019, Jokowi Teratas, Tapi...

Bangun Santoso, Lili Handayani

Rabu, 11 Juli 2018 | 07:46 WIB
Jelang Pilpres 2019, Jokowi Teratas, Tapi...
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Mensesneg Pratikno (kiri) dan Menlu Retno Marsudi (kanan) memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6).

Suara.com - Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Aji Alfarabi menyebut, meski nama Joko Widodo (Jokowi) masih di posisi teratas dalam bursa Pilpres 2019. Namun ada tiga catatan penting yang patut diwaspadai.

Pertama adalah pemilih loyal atau strong supporters Jokowi hanya sebesar 32,0 persen dari mereka yang mengaku memilih petahana tersebut sebesar 49.30 persen.

"Artinya hanya 32,0 persen yang menyatakan tak akan mengubah pilihannya hingga hari H pencoblosan Pilpres 2019. Sementara sebesar 17,3 persen adalah mereka yang saat ini memilih Jokowi, namun masih bisa mengubah pilihannya ke capres lainnya (soft supporters)," kata Aji di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018).

Kedua, pemilih yang hampir mustahil memilih Jokowi ternyata juga cukup besar. Mereka yang militan (strong supporters) memilih capres lain sebesar 30,5 persen. Kampanye pilpres belum dimulai. Lawan Jokowi pun belum melakukan kampanye secara masiv. Artinya, para penantang Jokowi untuk meraih dukungan lebih besar dan terbuka.

Ketiga, kampanye lawan Jokowi melaui simbolisasi #2019gantipresiden makin populer dan makin disukai.

"Survei LSI Denny JA sebelumnya pada Mei 2018 menemukan, meski saat itu baru sebulan dikampanyekan, isu #2019gantipresiden telah dikenal luas oleh separuh pemilih," kata dia.

Dijelaskannya, jika saat itu mereka yang pernah mendengar #2019gantipresiden sebesar 50,80 persen. Dan saat ini #2019gantipresiden makin populer.

“Mereka yang menyatakan pernah mendengar sebesar 60,50 persen. Menggaungnya isu ini di dua pilkada yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah, berkontribusi besar terhadap popularitas tagar tersebut," ungkapnya.

Tak hanya makin dikenal, #2019gantipresiden pun makin disukai dan diterima. Dari mereka yang mengenal atau pernah mendengar, sebesar 54,40 persen yang menyatakan suka dengan kampanye tersebut.

"Prosentase ini naik jika dibandingkan dengan survei sebelumnya pada Mei 2018. Saat itu mereka yang menyatakan suka dengan kampanye ganti presiden sebesar 49,80 persen," imbuh Aji.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Hadapan 15 Ribu Ulama Muda, Jokowi: Jangan Sebar Hoaks

Di Hadapan 15 Ribu Ulama Muda, Jokowi: Jangan Sebar Hoaks

News | Selasa, 10 Juli 2018 | 23:01 WIB

15.000 Ulama Muda Ikrar Dukung Jokowi di Pilpres 2019

15.000 Ulama Muda Ikrar Dukung Jokowi di Pilpres 2019

News | Selasa, 10 Juli 2018 | 22:04 WIB

SBY Mengaku Demokrat Belum Punya Calon Presiden

SBY Mengaku Demokrat Belum Punya Calon Presiden

News | Selasa, 10 Juli 2018 | 20:49 WIB

Ribuan Ulama Muda Indonesia Deklarasi Dukung Jokowi

Ribuan Ulama Muda Indonesia Deklarasi Dukung Jokowi

News | Selasa, 10 Juli 2018 | 20:47 WIB

LSI Denny JA : Elektabilitas Jokowi Masih di Bawah 50 Persen

LSI Denny JA : Elektabilitas Jokowi Masih di Bawah 50 Persen

News | Selasa, 10 Juli 2018 | 19:45 WIB

Terkini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 11:01 WIB

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB

Kenapa Prabowo Disadap? Motif Penyadapan Ilegal oleh Listyo Cs Dibongkar

Kenapa Prabowo Disadap? Motif Penyadapan Ilegal oleh Listyo Cs Dibongkar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB

Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu

Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 10:56 WIB

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 10:51 WIB

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:50 WIB

×