Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa prihatin dan sedih dengan kondisi media sosial di Indonesia. Menurutnya, media sosial sudah dipenuhi kabar bohong. Apalagi informasi tidak benar itu marak menjelang pesta demokrasi, Pemilu 2019.
Ini disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan di acara pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Angkatan XII Tahun 2018, Rabu (8/8/2018).
"Sedih saya baca di medsos, sedih. Banyak kabar bohong, banyak ujaran kebencian," kata Jokowi di Gedung Tegar Beriman, Pemda Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Jokowi menerangkan, dirinya juga sempat menjadi korban fitnah. Dimana, mantan Gubernur DKI Jakarta itu dituduh bagian dari PKI.
"Gambarnya coba lihat di medsos. Ada namanya ketua PKI Aidit tahun 55 pidato saya ada di sekatnya coba. Saya lahir tahun 1961. Pidatonya 55. Saya beluk lahir sudah dituduh," kata Jokowi.
"Gambar-gambar seperti ini banyak sekali di medsos dan ada yang percaya," Jokowi menambahkan.
Lebih jauh Jokowi mengatakan, hampir setiap bulan selalu menyambangi sejumlah pondok pesantren di Indonesia. Dalam sambutannya, ia selalu menyampaikan soal kebangsaan dan pentingnya persatuan.
"Ada pimpinan pondok, pak kiai bisikin pada saya, Pak Presiden saya mau bicara empat mata, mohon maaf. Saya sudah pikir pasti ini urusan PKI, betul. Masuk ke kamar pak kiai sampaikan, Pak Jokowi apa benar kabar bahwa bapak itu PKI?," ujar Jokowi.
Mendapat pertanyaan itu Jokowi langsung menjelaskan pada kiai tersebut kalau dirinya lahir tahun 1961. Sementara PKI sudah dibubarkan tahun 1965.
"Apa ada PKI balita? Pak Kiai langsung kaget, betul Pak Jokowi ya," katanya lagi.
Di tahun politik, menurut Jokowi banyak pihak yang menyebarkan informasi tidak benar. Ia minta penyebaran informasi tidak benar cepat dihentikan.
"Ini menjadi tugas nanti kader-kader ulama untuk menyampaikan jangan sampai kita itu berburuk sangka. Apalagi menyebarkan fitnah. Jangan gampang sekali," imbuh Jokowi.