Suara.com - Presidium Persaudaraan Alumni 212 Aminuddin mengakui kecewa terhadap hasil Ijtimak GNPF Ulama yang mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai bakal capres serta merekomendasikan Abdul Somad dan Salim Segaf Al-Jufri sebagai bakal cawapres.
Aminuddin menuturkan, rekomendasi GNPF-U mengenai calon presiden dan calon wakil presiden yang bakal didukung seluruh organisasi eks demonstran anti-Ahok tersebut tidak sesuai dengan hasil Rapat Koordinasi Nasional PA 212 sebelumnya.
Aminuddin menyebutkan, ada 9 nama yang direkomendasikan sebagai capres dan cawapres saat PA 212 menggelar rakornas.
"Ijtimak GNPF Ulama seharusnya hanya menguatkan hasil rakornas PA 212 itu pada Mei 2018 itu. Tapi ini malah berlainan,” kata Aminuddin di D Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).
Ia mengungkapkan, dalam rakornas PA 212 terdapat nama seperti Tuan Guru Bajang, Anies Baswedan, Yusril Ihza Mahendra, yang direkomendasikan sebagai capres atau cawapres. Selain itu ada pula nama Prabowo Subianto dan Ustaz Abdul Somad.
Namun, dalam rekomendasi ijtimak GNPF-U, nama Yusril, TGB, dan Anies tak masuk. Sementara nama Salim Segaf yang tak masuk hitungan di rakornas PA 212 justru masuk rekomendasi.
"Jadi, jangan heran ada pertanyaan GNPF ulama ini titipan siapa? Titipan partai politik mana? Karena memang tidak sinkron. Siapa dibalik apa? Kan begitu," tutur Aminuddin.