Polisi Khusus Lapas Kendalikan Peredaran Narkoba dari Penjara

Pebriansyah Ariefana
Polisi Khusus Lapas Kendalikan Peredaran Narkoba dari Penjara
Polisi Khusus Lapas (Polsuspas) Lapas Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Jandri Pirzadah (29) warga Perum Sako Palembang ditangkap Polsek Sekayu Rabu, (8/8/2018). (Suara.com/Andhiko)

Saat digeledah, ditemukan kantong plastik bening lis berisikan tiga kantong bening sabu-sabu yang berada di saku celana sebelah kanan tersangka.

Suara.com - Polisi Khusus Lapas (Polsuspas) Lapas Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Jandri Pirzadah (29) warga Perum Sako Palembang ditangkap Polsek Sekayu Rabu, (8/8/2018). Jandri ditangkap di halaman Lapas Sekayu saat sedang bertransaksi narkotika jenis sabu-sabu.

Dia ditangkap bersama tersangka Helmi Heriyanto (35) warga Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu yang berperan sebagai kurir. Saat digeledah, ditemukan kantong plastik bening lis berisikan tiga kantong bening sabu-sabu yang berada di saku celana sebelah kanan tersangka.

"Setelah kita lakukan pengembangan, pengembangan dengan memeriksa tersangka lain bernama Helmi yang merupakan kurir," ujar Kapolres Muba, AKBP Andes Purwanti, di Mapolres, Rabu (8/8/2018).

Dari keterangan tersangka Helmi, didapati bahwa narkotika jenis sabu-sabu tersebut didapat dari seorang bandar bernama Alpian alias Koyen (42) Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu. Penangkapan terhadap tersangka Koyen dilakukan di kediamannya, diamankan barang bukti berupa uang Rp40 juta diduga hasil penjualan narkotika jenis sabu-sabu, kuitansi utang pembelian narkotika.

Selain itu, penggeledahan juga dilakukan di kediaman tersangka Jandri, diamankan barang bukti berupa kotak rokok yang berisikan satu buah plastik bening terdapat sisa sabu-sabu, kotak handphone berisikan plastik klip bening yang cukup banyak diduga untuk alat pembungkus sabu-sabu.

"Modusnya para narapidana memesan narkotika jenis sabu-sabu kepada tersangka Jandri yang merupakan Polsuspas. Kemudian, tersangka Jandri menyuruh tersangka Helmi membeli narkotika kepada tersangka Koyen untuk diantarkan ke Lapas Sekayu dan diberikan kepada narapidana yang membeli," jelas dia.

Selain itu pula, sambung Andes, transaksi narkotika juga terjadi pada saat persiapan sidang. Para narapida dapat bertemu dengan keluarga dan pada saat jam besuk tahanan di dalam Lapas Sekayu.

"Praktek peredaran narkotika di Lapas Sekayu sudah berlangsung sejak 4 tahun yang lalu. Dalam satu bulan terjadi 4 kali transaksi narkotika di dalam Lapas Sekayu dengan omset ratusan juta rupiah," terang Andes.

Ia menegaskan, tersangka Jandri dan Koyen merupakan target operasi (TO) pihaknya, selain meresahkan, telah banyak pula laporan yang masuk ke pihaknya terkait sepak terjang kedua tersangka.

"Para tersangka dijerat Pasal 112, 114 Ayat 1 Huruf A UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang ancaman 4 sampai 15 tahun penjara," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sekayu AKP Hidayat Amin, mengatakan, selain sebagai pemasok narkotika jenis sabu-savu kepada narapidana, tersangka Jandri juga menyediakan alat hisap sabu yang bisa digunakan para narapidana untuk mengkonsumsi narkotika.

"Alat-alat hisap sabu dia (tersangka Jandri) yang menyiapkan. Untuk lokasi mengonsumsinya kita tidak tahu," jelasnya.

Sedangkan tersangka Jandri, saat dimintai konfirmasi tidak dapat berbicara banyak lantaran masih terpengaruh efek dari konsumsi sabu-sabu.

"Sudah lama, saya juga pakai," aku tersangka Jandri pelan dengan muka terlihat pucat dan mata merah. [Andhiko Tungga Alam]

Kontributor : Andhiko Tungga Alam

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS