Menteri Budi Arie Disebut Jadi Duri Dalam Daging di Kabinet Prabowo, Pengamat: Layak Direshuffle

Dwi Bowo Raharjo, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 12 Juli 2025 | 14:05 WIB
Menteri Budi Arie Disebut Jadi Duri Dalam Daging di Kabinet Prabowo, Pengamat: Layak Direshuffle
Menteri Koperasi Budi Arie disebut layak direshuffle. (Antara)

Suara.com - Posisi Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi di Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai telah menjadi duri dalam daging.

Bayang-bayang skandal pengamanan situs judi online yang menyeret namanya saat menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini menjadi noda yang sulit diabaikan.

Terseretnya nama Budi Arie terungkap dalam surat dakwaan jaksa saat sidang skandal pengamanan situs judi online di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 14 Mei 2025 lalu.

Meski nama Budi Arie sudah disebut dalam persidangan, status hukumnya belum ditentukan aparat penegak hukum.

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif, Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah memandang keberadaan Budi Arie di kabinet mengganggu reputasi pemerintahan Prabowo.

"Dari sisi politik Budi Arie cukup mengganggu reputasi pemerintah, sebab itu ia layak direshuffle, termasuk layak ditelusuri keterlibatannya dan dijadikan terdakwa untuk sementara ini," kata Dedi saat dihubungi Suara.com, dikutip Sabtu (12/7/2025).

Dia mengemukakan dugaan keterlibatan Budi Arie dalam tersebut memang perlu untuk ditelusuri lebih jauh. Apalagi saat kasus itu terjadi pada masa kepemimpinannya di Kementerian Komunikasi dan Informatika--yang kini menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital.

"Tentu wilayah kebijakan dan kewenangan Budi Arie saat memimpin Kominfo perlu dipertimbangkan, bahwa Budi Arie potensial terlibat, bahkan bisa saja ia secara aktif memberikan instruksi," kata Dedi.

Dedi menyebut Presiden Prabowo perlu menaruh perhatian terhadap skandal yang menyeret Budi Arie, yang merupakan pembantunya di Kabinet Merah Putih.

baca juga

"Presiden Prabowo perlu memperhatikan itu untuk mengambil keputusan singkirkan Budi Arie, agar pemerintah dipercaya memang bekerja untuk melawan tindakan korup," tegasnya.

Namun demikian, Prabowo menurutnya sudah terganggu dengan skandal yang menjerat Budi Arie.

Hal itu merujuk pada sikap Prabowo yang lebih memilih Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Merah Putih, dibanding Budi Arie yang merupakan Menteri Koperasi.

"Itu menandai jika Budi Arie sebenarnya hanya menunggu waktu untuk diganti," ujar Dedi.

Sebelumnya Budi Arie sudah berulang kali membantah keterlibatannya pada perkara judi online itu. Pada 22 Mei lalu, kepada Suara.com, Budie Arie menegaskan dirinya sama sekali tidak terlibat.

"Itu adalah narasi jahat yang menyerang harkat dan martabat saya pribadi. Itu sama sekali tidak benar," kata Budi saat itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara Tak Lagi Tolerir: Penerima Bansos yang Bermain Judol akan Masuk Daftar Hitam

Negara Tak Lagi Tolerir: Penerima Bansos yang Bermain Judol akan Masuk Daftar Hitam

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 17:38 WIB

Khawatir Jadi Polemik, DPR Minta PPATK Klarifikasi Data 500 Ribu Penerima Bansos Terindikasi Judol

Khawatir Jadi Polemik, DPR Minta PPATK Klarifikasi Data 500 Ribu Penerima Bansos Terindikasi Judol

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 15:15 WIB

Integritas Program Koperasi Merah Putih Dipertaruhkan, Nama Budi Arie Masih Mengganjal

Integritas Program Koperasi Merah Putih Dipertaruhkan, Nama Budi Arie Masih Mengganjal

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 15:14 WIB

Contohkan Jepang dan Amerika, Budi Arie Yakin Koperasi Merah Putih Bisa Entaskan Kemiskinan

Contohkan Jepang dan Amerika, Budi Arie Yakin Koperasi Merah Putih Bisa Entaskan Kemiskinan

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 13:28 WIB

Bisnis Koperasi Desa Merah Putih Dikembangkan ke Ekonomi Kreatif dan Pengadaan Barang

Bisnis Koperasi Desa Merah Putih Dikembangkan ke Ekonomi Kreatif dan Pengadaan Barang

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 22:45 WIB

Terkini

Detik-detik Bupati Gowa Pergi Saat Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dan Selingkuh

Detik-detik Bupati Gowa Pergi Saat Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dan Selingkuh

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:50 WIB

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:37 WIB

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:09 WIB

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:08 WIB

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:59 WIB

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:45 WIB

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:43 WIB

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:39 WIB

×