Makian Megawati PKI Bergema saat Tragedi Kudatuli

Reza Gunadha, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 14 Agustus 2018 | 21:36 WIB
Makian Megawati PKI Bergema saat Tragedi Kudatuli
Korban pelanggaran HAM peristiwa penyerangan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996 atau beken disebut Kudatuli, mendatangi Komnas HAM, Selasa (14/8/2018). [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Suara.com - Korban pelanggaran HAM peristiwa penyerangan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996 atau sering disebut Kudatuli, meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk kembali membuka kasus itu serta melakukan pengusutan hingga tuntas.

Syahrul Effendi betul-betul masih ingat tragedi tersebut. Kala itu, ia sebagai Komandan Desa PDI Tangerang sedang piket di Kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat.

Sabtu, 27 Juli1996, waktu masih pukul 05.15 WIB, Syahrul masih terjaga saat teman-temannya tertidur. Rasa kantuknya sirna setelah mengetahui satu truk membawa gerombolan orang berseragam Kongres Medan—massa pendukung Suryadi—datang.

Gerombolan massa tersebut turun dari truk sambil memaki-maki, "Megawati PKI". Syahrul terkejut. Seketika ia membangunkan teman-temannya yang masih terlelap.

"Saya kan sendiri, lantas membangunkan semua kawan-kawan. Terkejut. Massa langsung menyuruh kami bubar. Kami tidak mau. Alasannya apa kami dibubarkan? Karena kan kantor itu dimiliki Ibu Mega,” kata Syahrul saat dijumpai di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari Nomor 4, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018).

Syahrul mengatakan, gerombolan massa tersebut lengkap membawa senjata seperti parang, kayu, batu, hingga konblok. Sementara dirinya hanya tangan kosong alias tanpa senjata.

"Nah di saat itu jam 6 pas kurang lebih, pagi, datang lagi gerombolan bertubuh tegap, langsung menyerang kami," sambungnya.

Syahrul mengatakan, satu-satunya perlawanan yang ia dan kawan-kawannya saat itu dengan cara tidak meninggalkan kantor. Baginya dengan cara seperti itu adalah mempertahankan sesuatu yang telah digariskan.

"Kami mempertahankan apa yang sudah digariskan. Kepala saya bocor. Waktu itu bercucuran darah. Malah ditendang saya oleh aparat. Malah memaki saya PKI," tutur Syahrul.

baca juga

Syahrul mengatakan, aparat keamanan datang sekitar pukul 06.00 WIB. Namun, kedatangan aparat keamanan tidak berguna. Dirinya mengaku aparat baru bertindak saat hari menjelang terang.

Korban lainnya, Iwan Sanusi menyebut saat itu aparat keamanan melakukan pembiaran terhadap penyerangan berdarah tersebut. Dirinya menambahkan, ada aparat keamanan yang juga ikut melakukan penyerangan.

"Sebetulnya kalau bicara kronologis, bagaimana waktu itu ada pembiaran. Karena ada aparat-aparat yang ikut menyerang. Bahkan saya pribadi melihat ada polisi berpakaian lengkap seragam itu ikut melempar," kata Iwan.

Kekinian, Iwan maupun Syahrul berharap Komnas HAM mau kembali membuka kasus kerusuhan Kudatuli tersebut.

"Kami berharap, semua bisa diungkap, dituntaskan. Ada Sutiyoso di situ, SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) juga, siapa pun yang terlibat harus diadili," tegas Iwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Datangi Komnas HAM, Korban Tragedi Kudatuli Sebut Nama SBY

Datangi Komnas HAM, Korban Tragedi Kudatuli Sebut Nama SBY

News | Selasa, 14 Agustus 2018 | 19:12 WIB

Ungkit Kudatuli ke Komnas HAM, PDIP Bawa Para Korban HAM Berat

Ungkit Kudatuli ke Komnas HAM, PDIP Bawa Para Korban HAM Berat

News | Selasa, 14 Agustus 2018 | 17:23 WIB

Sekjen PDIP Pastikan Jokowi Daftar Pilpres 2019 ke KPU Jumat

Sekjen PDIP Pastikan Jokowi Daftar Pilpres 2019 ke KPU Jumat

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 22:40 WIB

Penggusuran Taman Sari, Warga Bandung Cium Ada Pelanggaran HAM

Penggusuran Taman Sari, Warga Bandung Cium Ada Pelanggaran HAM

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 18:28 WIB

Terkini

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:11 WIB

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:07 WIB

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:02 WIB

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:01 WIB

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:59 WIB

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 22:57 WIB

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:55 WIB

×