Aksi Panjat Tiang Bendera, Joni Dapat Beasiswa dari Mendikbud

Pebriansyah Ariefana, Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 20 Agustus 2018 | 14:02 WIB
Aksi Panjat Tiang Bendera, Joni Dapat Beasiswa dari Mendikbud
Yohanes Ande Kala Marschal alias Joni, bocah pemanjat tiang bendera mendapatkan hadiah laptop dan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. (Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara)

Suara.com - Yohanes Ande Kala Marschal alias Joni, bocah pemanjat tiang bendera mendapatkan hadiah laptop dan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Penghargaan itu diberikan atas aksi heroik Joni membantu prosesi pengibaran bendera merah putih saat upacara HUT Ke-73 RI di Desa Silawan, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/8/2018).

Mendikbud Muhadjir mengatakan, aksi nekat Joni yang langsung memanjat tiang bendera setinggi kurang lebih 15 meter itu merupakan upaya mengisi kemerdekaan di era kekinian. Oleh karenanya, ia pun memberikan penghargaan kepada bocah yang masih berusia 14 tahun itu atas inisiatifnya yang begitu tinggi.

Menpora Imam Nahrawi (kanan) bersama Johanes Andi Gala alias Joni bertemu di Kantor Kemenpora, Sabtu (18/8/2018). (dok. Kemenpora)
Menpora Imam Nahrawi (kanan) bersama Johanes Andi Gala alias Joni bertemu di Kantor Kemenpora, Sabtu (18/8/2018). (dok. Kemenpora)

"Saya sangat mengapresiasi aksi nekat Joni. Kami memberikan beasiswa sampai lulus SMA dan juga ada laptop, alat sekolah seperti seragam dan sepatu. Kalau beasiswa kuliah di luar ranah kami," kata Muhadjir saat ditemui di Kantor Kemendikbud, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018).

Muhadjir berharap, aksi patriotisme yang dilakukan oleh Joni dapat menjadi contoh bagi pelajar lainnyam menurutnya, Joni adalah contoh dari pendidikan karakter yang berhasil di sekolah.

"Saya berterimakasih kepada Joni. Joni bisa tampil sebagai role model nasionalis zaman now," ungkapnya.

Johanes Andi Gala alias Joni. (@PramonoAnung)
Johanes Andi Gala alias Joni. (@PramonoAnung)

Perbagai hadiah dan penghargaan itu diserahkan langsung oleh Muhadjir kepada Joni. Joni yang menerima hadiah itu tampak sangat bahia dan bersemangat. Berulang kali ia selalu melontarkan kata 'Merdeka!' sambil mengepalkan tangan keatas.

Sebelumnya, aksi Yohanes Ande Kala Marschal menyelamatkan upacara pengibaran Merah Putih di wilayah perbatasan negara dengan Timor Leste itu menyita perhatian publik dan menjadi viral di berbagai jejaring media sosial.

Atas aksi heroiknya, Joni mendapatkan beasiswa hingga jenjang pendidikan Strata 1 (S1) dari PT PLN (Persero) dan juga beasiswa sebesar Rp50 juta dari pengacara kondang Hotman Paris. Usai menemui Mendikbud Muhadjir, Joni dan kedua orang tuanya akan diundang ke Istana Kepresidenan untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mendikbud: Aksi Joni Pemanjat Tiang Bendera Patriotisme Zaman Now

Mendikbud: Aksi Joni Pemanjat Tiang Bendera Patriotisme Zaman Now

News | Senin, 20 Agustus 2018 | 13:16 WIB

Menpora: Joni Pahlawan Sesungguhnya

Menpora: Joni Pahlawan Sesungguhnya

Sport | Minggu, 19 Agustus 2018 | 01:00 WIB

Joni Jadi Bintang di Pembukaan Asian Games 2018, Sejajar Menteri

Joni Jadi Bintang di Pembukaan Asian Games 2018, Sejajar Menteri

News | Sabtu, 18 Agustus 2018 | 20:55 WIB

Terkini

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

×