Setoran Pajak Kripto dan Fintech Mulai Loyo

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 18 September 2026 | 13:44 WIB
Setoran Pajak Kripto dan Fintech Mulai Loyo
Ilustras pajak kripto. [Unsplash/Maria]
baca 10 detik
  • Pajak digital tembus Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026.
  • Setoran kripto dan fintech 2026 masih di bawah capaian 2025.
  • PPN PMSE dan pajak SIPP menjadi penopang penerimaan digital.

Suara.com - Penerimaan pajak dari ekonomi digital terus membesar. Namun, di balik capaian kumulatif Rp57,23 triliun, setoran sepanjang 2026 justru menunjukkan laju yang belum sekuat tahun sebelumnya.

Biang keroknya sektor pajak kripto dan fintech yang mulai loyo.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat penerimaan dari sektor ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga 31 Agustus 2026. Penerimaan tersebut berasal dari PPN Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), pajak aset kripto, pajak fintech, serta pajak yang dipungut melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (SIPP).

Jika dilihat khusus dari setoran 2026, total penerimaan dari empat sumber tersebut baru sekitar Rp11,2 triliun hingga Agustus. Angka ini belum menyamai setoran sepanjang 2025 yang mencapai sekitar Rp13,72 triliun, meski masih tersisa empat bulan pada 2026.

Tekanan paling terlihat pada pajak transaksi aset kripto. Sepanjang 2026 hingga Agustus, penerimaan pajak kripto baru mencapai Rp268,95 miliar. Padahal, sepanjang 2025 penerimaan dari sektor ini mencapai Rp796,74 miliar.

Kinerja pajak fintech juga belum menunjukkan penguatan. Hingga Agustus 2026, penerimaannya tercatat Rp878,18 miliar, sementara sepanjang 2025 mencapai Rp1,37 triliun.

Kondisi tersebut membuat pertumbuhan penerimaan pajak ekonomi digital belum merata. Kenaikan penerimaan masih sangat bergantung pada PPN PMSE dan pajak SIPP.

Dari sisi PPN PMSE, pemerintah telah menunjuk 277 pelaku usaha sebagai pemungut hingga akhir Agustus 2026. Namun, baru 244 pelaku yang telah melakukan pemungutan dan penyetoran dengan total kumulatif Rp44,05 triliun.

Setoran PPN PMSE sepanjang 2026 mencapai Rp8,38 triliun hingga Agustus. Angka tersebut memang menjadi sumber terbesar penerimaan pajak digital, tetapi masih perlu dikejar agar mampu melampaui setoran Rp10,32 triliun sepanjang 2025.

baca juga

Sementara itu, pajak SIPP justru menjadi salah satu sumber yang menunjukkan peningkatan. Penerimaan pada 2026 mencapai Rp1,67 triliun hingga Agustus, lebih tinggi dibandingkan setoran sepanjang 2025 sebesar Rp1,23 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DJP Janji Buka Akses Data Mikro Pajak ke Peneliti, Buat Apa?

DJP Janji Buka Akses Data Mikro Pajak ke Peneliti, Buat Apa?

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 17:05 WIB

Tak Cuma Coretax, Kemenkeu Mau Andalkan Big Data hingga AI buat Genjot Penerimaan Pajak

Tak Cuma Coretax, Kemenkeu Mau Andalkan Big Data hingga AI buat Genjot Penerimaan Pajak

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:18 WIB

Kemenkeu Akan Evaluasi Ketat Insentif Pajak ke Pengusaha

Kemenkeu Akan Evaluasi Ketat Insentif Pajak ke Pengusaha

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:12 WIB

Terkini

Ratusan Buku Hadir di Rumah Belajar Patriot, Bawa Cerita Baru Buat Anak-Anak Werianggi

Ratusan Buku Hadir di Rumah Belajar Patriot, Bawa Cerita Baru Buat Anak-Anak Werianggi

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 13:40 WIB

RAI Kejar 2 Juta Kelapa Sehari, Kelapa RI Tak Lagi Dijual Mentah

RAI Kejar 2 Juta Kelapa Sehari, Kelapa RI Tak Lagi Dijual Mentah

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 13:37 WIB

Babak Baru Kasus dr Richard Lee: Saksi Kunci Bongkar Fakta Produksi hingga Khasiat Tomat Putih

Babak Baru Kasus dr Richard Lee: Saksi Kunci Bongkar Fakta Produksi hingga Khasiat Tomat Putih

Entertainment | Jum'at, 18 September 2026 | 13:32 WIB

Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!

Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!

News | Jum'at, 18 September 2026 | 13:31 WIB

Bahaya Kalimat 'Mumpung Gajian' yang Bisa Bikin Dompet Cepat Menipis

Bahaya Kalimat 'Mumpung Gajian' yang Bisa Bikin Dompet Cepat Menipis

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 13:30 WIB

Dulu Viral Nangis Histeris Suami Ditembak Mati, Janda Muda Asal Jabung Diciduk Jadi Pengedar Sabu

Dulu Viral Nangis Histeris Suami Ditembak Mati, Janda Muda Asal Jabung Diciduk Jadi Pengedar Sabu

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 13:29 WIB

Mengapa Berteman dengan Zodiak Taurus Membutuhkan Tingkat Kesabaran yang Tinggi?

Mengapa Berteman dengan Zodiak Taurus Membutuhkan Tingkat Kesabaran yang Tinggi?

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 13:25 WIB

Baterai Kendaraan Listrik Jadi Masalah Baru Konsumen

Baterai Kendaraan Listrik Jadi Masalah Baru Konsumen

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 13:23 WIB

Perawatan Demensia Bukan Sekadar Mengatasi Lupa, Ini yang Perlu Dipahami Keluarga

Perawatan Demensia Bukan Sekadar Mengatasi Lupa, Ini yang Perlu Dipahami Keluarga

Health | Jum'at, 18 September 2026 | 13:21 WIB

BBM Non Subsidi Makin Mahal, Warga Ramai-ramai Serbu Pertalite

BBM Non Subsidi Makin Mahal, Warga Ramai-ramai Serbu Pertalite

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 13:17 WIB

×