PDIP Tegaskan Ma'ruf Amin Tak Perkuat Politik SARA di Pilpres

Pebriansyah Ariefana | Muhammad Yasir | Suara.com

Senin, 20 Agustus 2018 | 15:20 WIB
PDIP Tegaskan Ma'ruf Amin Tak Perkuat Politik SARA di Pilpres
Maruf Amin. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Terpilihnya Maruf Amin sebagai bakal calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) diakui untuk menepis politik identitas di Pilpres 2019. Suka atau tidak, itu menjadi faktor pertimbangan dalam menjatuhkan pilihan.

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan dinamika yang terjadi dalam pengambilan keputusan memilih bakal cawapres Jokowi sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang terpenting menurutnya yakni menyangkut politik identitas.

"Suka tidak suka ini adalah faktor yang kemudian ikut menentukan perubahan perubahan yang terjadi," kata Andreas dalam diskusi bertajuk: Lanskap Politik Nasional Pasca Pengumuman Capres-Cawapres di Auditorium CSIS, Gedung Pakarti Center, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018).

Berkenaan dengan itu kata Andreas persoalan politik identitas bisa terjawab dengan kehadiran Maruf Amin sebagai bakal cawapres Jokowi. Untuk itu dia pun pengatakan kubu rivalnya yakni pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno tidak bisa lagi bila ingin bermain politik identitas.

"Faktor yang penting di sini adalah poltiik identitas. Faktor ini ikut menentukan keputusan yang terjadi, terpilihnya Maruf Amin menjawab politik identitas, untuk sementara selamat tinggal politik identitas," pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan tidak benar kalau Prabowo dan Sandiaga akan menggunakan politik identitas guna memenangkan kontestasi politik 2019 nanti. Sebab saat ini permasalahan utama yang menjadi keresahan rakyat menurutnya masalah ekonomi, seperti penyediaan lapangan kerja, dan harga bahan pokok yang tinggi.

"Ini yang akan menjadikan dasar kita, besok kedepan waktu kampanye kita memang sudah memutuskan untuk berkonsentrasi menggunakan isu ekonomi. Jadi tidak benar kita akan menggunakan politik identitas," kata Ferry.

Lebih lanjut kata Ferry, Prabowo tidak memiliki beban harus mencari cawapres dengan latar belakang ulama. Sebab menurutnya tidak memiliki permasalhan terkait politik identitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gandeng Ketua MUI, Tak Jamin Jokowi Bebas Isu Agama

Gandeng Ketua MUI, Tak Jamin Jokowi Bebas Isu Agama

News | Senin, 20 Agustus 2018 | 15:00 WIB

Jokowi : Bisa Saja Nanti Indonesia Tempati 8 Besar Asian Games

Jokowi : Bisa Saja Nanti Indonesia Tempati 8 Besar Asian Games

Sport | Senin, 20 Agustus 2018 | 14:52 WIB

Joni, Siswa SMP Penyelamat Bendera Jumpa Jokowi di Istana

Joni, Siswa SMP Penyelamat Bendera Jumpa Jokowi di Istana

News | Senin, 20 Agustus 2018 | 14:36 WIB

Duduk Paling Depan, Akhirnya Joni Bertemu Jokowi di Istana

Duduk Paling Depan, Akhirnya Joni Bertemu Jokowi di Istana

News | Senin, 20 Agustus 2018 | 14:34 WIB

Terkini

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB