Demi Eksistensi, Banyak Kasus Kebebasan Beragama Tak Selesai

Bangun Santoso

Senin, 20 Agustus 2018 | 16:54 WIB
Demi Eksistensi, Banyak Kasus Kebebasan Beragama Tak Selesai
Diskusi Setara Institut menyoal kebebasan beragama di Indonesia. (Suara.com/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Suara.com - Kasus pelanggaran kebebasan beragama yang belum terselesaikan disebut semakin meningkat. Sebab para pemimpin daerah takut jika kasus itu selesai, maka akan kehilangan suara pendukungnya saat Pilkada selanjutnya.

"Karena mereka tidak ingin kehilangan dukungan. Itu sebabnya banyak kasus yang terjadi dan tidak ada solusi atau pemecahan yang signifikan," kata Wakil Ketua Setara institute Bonar Naipospos, di kantor Setara Institute, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/9/2018).

Alasannya, saat ini banyak diskriminasi yang dilakukan kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas, jika pemerintah daerah menyelesaikan kasus tersebut. Kelompok mayoritas akan menganggap pemerintah daerah tidak berpihak kepada kelompoknya, sehingga meninggalkan dukungannya.

"Mereka (pemerintah daerah) mengkhawatirkan jika membantu minoritas akan kehilangan dukungan suaranya saat pilkada selanjutnya berlangsung," ujarnya.

Menurut dia, saat ini hitungan suara dalam politik jauh lebih penting dari pada perlindungan dan hak masyarakat minoritas.

Ia mencontohkan salah satu kasus adalah Wali Kota Bogor Bima Arya yang berjanji kepada umat protestan GKI Yasmin akan menyelesaikan perkara izin bangunan gereja pada tahun 2017 lalu. Namun perkara tersebut belum terselaikan karena Bima akan maju kembali dalam pemilihan Wali Kota Bogor.

"Karena Aria Bima mau maju untuk kedua kalinya sebagai Wali Kota Bogor, dia sadar betul solusi ini akan tidak diterima dari pihak kelompok mayoritas. Sehingga kasus ini dikesampingkan terlebih dahulu. Kepentingan elektoral seperti ini sangat mempengaruhi," imbuhnya. (Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Riset: Jakarta Jadi Daerah Paling Tinggi Kasus Kebebasan Beragama

Riset: Jakarta Jadi Daerah Paling Tinggi Kasus Kebebasan Beragama

News | Senin, 20 Agustus 2018 | 14:19 WIB

Cerita Ratusan Warga Kota Hujan Saat Kesulitan Air

Cerita Ratusan Warga Kota Hujan Saat Kesulitan Air

News | Senin, 20 Agustus 2018 | 12:30 WIB

Perempuan Bugil Ditemukan Tewas di Rumah Kosong Bogor

Perempuan Bugil Ditemukan Tewas di Rumah Kosong Bogor

News | Sabtu, 18 Agustus 2018 | 21:41 WIB

HUT RI, Gembong Teroris Abu Bakar Ba'asyir Dapat Remisi 4 Bulan

HUT RI, Gembong Teroris Abu Bakar Ba'asyir Dapat Remisi 4 Bulan

News | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 16:57 WIB

Emak-emak Upacara HUT RI Pakai Daster dan Bawa Alat Dapur

Emak-emak Upacara HUT RI Pakai Daster dan Bawa Alat Dapur

News | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 16:44 WIB

Terkini

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

×