Array

Pelukan Jokowi - Prabowo Meredam Panas Sejak 2014

Kamis, 30 Agustus 2018 | 17:22 WIB
Pelukan Jokowi - Prabowo Meredam Panas Sejak 2014
Presiden Joko Widodo (Jokowi/kiri) dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto (kanan) saling berpelukan bersama pesilat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah, disela menyaksikan Pencak Silat Asian Games 2018 di di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta, Rabu (29/8). [Antara]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzily menilai, momen kedua bakal calon presiden Jokowi dan Prabowo Subianto berpelukan di arena pencak silat Asian Games 2018, Rabu (29/8), dapat menurunkan ketegangan menjelang Pilpres 2019.

Pasalnya, ia melihat ada perubahan tren yang terjadi di berbagai media sosial. Sebelum momen langka itu terjadi, Ace kerap kali melihat adanya perang pendapat atas pandangan politik dari pengguna media sosial.

"Katakanlah perbedaan pandangan politik terasa hampir 4 tahun ini, dari sejak 2014 memang terasa kuat polarisasinya di masyarakat, kita harus akui itu. Sangat amat kuat yang saya rasakan," kata Ace dalam diskusi 'Pelukan Jokowi-Prabowo Bakal Dinginkan Suhu Politik?' di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Kamis (30/8/2018).

Perbedaan pandangan politik sangat dirasakan Ketua DPP Partai Golkar itu, saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, di mana seluruh isu dari segala aspek sengaja ”digoreng” untuk memanaskan konstelasi pilkada.

"Pilkada DKI terbelah, ada yang pro dan kontra, Ahok yang dikaitkan oleh Jokowi. Ada upaya yang mengkapitalisasi sentimen-sentimen yang seharusnya tidak diangkat, malah jadi sentimen publik. Persoalan agama, suku dan isu-isu yang tidak perlu diangkat, dan itu membuat polarisasi," ujarnya.

Namun, dirinya bersyukur ketika masyarakat memberikan respons positif terhadap momen Prabowo - Jokowi berpelukan.

Dirinya juga berharap, masyarakat bisa memahami terdapat kesamaan tujuan antara Prabowo – Jokowi, yakni untuk memajukan bangsa Indonesia meskipun keduanya berasal dari kubu yang berseberangan.

"Ini merupakan cermin kita menghadapi pilpres 2019 mendatang. Bahwa pilpres itu adalah baik Pak Jokowi maupun Pak Prabowo, kedua-keduanya maju menjadi capres demi bangsa Indonesia. Demi menuju terwujudnya bangsa Indonesia yang maju dan hanya memang ini kan soal posisinya saja yang beda," pungkasnya.

Baca Juga: Guru Ha Sambangi Rumah Warga, Minta Mereka Kencingi Alquran

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI