9 Tahun Menghilang, Misteri Kapal Hantu Sam Ratulangi Terpecahkan

Bangun Santoso

Senin, 03 September 2018 | 09:47 WIB
9 Tahun Menghilang, Misteri Kapal Hantu Sam Ratulangi Terpecahkan
Kapal kontainer misterius yang dibuat di Indonesia dan berlayar di samudera tanpa satu pun awak di dalamnya, ditemukan kandas di lepas pantai kota Thongwa, Yangon, Myanmar. [Myanmar Times]

Suara.com - Kemunculan tiba-tiba sebuah kapal ‘hantu’ berbendera Indonesia di lepas pantai Myanmar selatan mengejutkan nelayan setempat. Sebab, tak ditemukan satu pun muatan maupun awak manusia di kapal bernama Sam Ratulangi PB 1600 tersebut.

Kapal kontainer misterius yang dibuat di Indonesia dan berlayar di samudera tanpa satu pun awak di dalamnya, ditemukan kandas di lepas pantai kota Thongwa, Yangon, Myanmar. Kapal Sam Ratulangi PB 1600 tersebut kali pertama ditemukan masih berlayar di sekitar tujuh mil dari desa Thama Seitta, Kamis (30/8/2018).

Rusia Today, Sabtu (1/9/2018) memberitakan, kapal tersebut hampir satu dekade hilang di laut. Saat ditemukan, kapal itu kandas di atas gundukan pasir lepas pantai desa Thma Seitta.

Nelayan yang kali pertama menemukan kapal itu melapor ke polisi, penjaga pantai, dan angkatan laut. Selanjutnya, mereka memberanikan diri naik ke kapal tersebut untuk melakukan pemeriksaan.

“Tidak ada awak atau kargo yang ditemukan di kapal. Cukup membingungkan bagaimana kapal besar itu muncul di perairan kami,” kata Ne Win Yangon, anggota parlemen lokal untuk kota Thongwa.

Berdasarkan investigasi tim gabungan, kapal tersebut memunyai panjang 177,35 meter, lebar 27,91 meter, dan berat 26.510 ton. Kapal tersebut dilaporkan telah berlayar memakai bendera Indonesia dan terakhir terlihat di Taiwan tahun 2009.

Sementara itu, BBC mewartakan pada Sabtu (1/9/2018), Angkatan Laut Myanmar menyebut kapal barang tersebut awalnya ditarik oleh kapal penarik atau tugboat menuju industri pemecah kapal di Bangladesh.

Dari catatan radar Angkatan Udara Myanmar, menunjukkan ada pergerakan dua kapal di sungai Yangon dan Sittaung yang masuk ke Teluk Martaban. Berdasarkan temuan itu, pasukan kemudian menjelajahi perairan untuk mencari kapal kedua. Kemudian ditemukan sebuah kapal lain bernama Kemerdekaan yang mengangkut 13 awak dari Indonesia. Mereka ditemukan berada sekitar 80 kilometer dari pantai Yangon.

Diwartakan AFP, setelah menginterogasi para awak dari Indonesia itu, Angkatan Udara Myanmar mendapat informasi bahwa Kapal Kemerdekaan meninggalkan Jakarta pada 13 Agustus 2018.

baca juga

"Mereka menghadapi cuaca buruk ketika sampai di selatan Sungai Yangon," pernyataan Angkatan Udara Myanmar seperti dikutip AFP.

Akibat cuaca buruk itu, kabel yang terikat di kapal rusak. Kapal akhirnya mengapung dalam arus dan sulit melanjutkan perjalanan, demikian pernyataan Angkatan Udara Myanmar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapal Hantu Sam Ratulangi Mendadak Muncul Setelah 9 Tahun Hilang

Kapal Hantu Sam Ratulangi Mendadak Muncul Setelah 9 Tahun Hilang

News | Sabtu, 01 September 2018 | 20:26 WIB

Kapal Hantu Sam Ratulangi Ngambang di Myanmar, 2009 Ada di Taiwan

Kapal Hantu Sam Ratulangi Ngambang di Myanmar, 2009 Ada di Taiwan

News | Sabtu, 01 September 2018 | 16:35 WIB

Kapal Hantu Sam Ratulangi Tanpa Awak Muncul di Laut Myanmar

Kapal Hantu Sam Ratulangi Tanpa Awak Muncul di Laut Myanmar

News | Sabtu, 01 September 2018 | 14:08 WIB

Facebook Tutup Akun Panglima Militer Myanmar untuk Cegah Hoax

Facebook Tutup Akun Panglima Militer Myanmar untuk Cegah Hoax

Tekno | Senin, 27 Agustus 2018 | 20:33 WIB

Aksi Tolak Delegasi Myanmar di Asian Games Ditunda karena Ini...

Aksi Tolak Delegasi Myanmar di Asian Games Ditunda karena Ini...

News | Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:07 WIB

Terkini

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:47 WIB

Draf RUU Ketenagakerjaan Buntu, 50 Ribu Buruh Bakal Turun Aksi di Bundaran HI 24 September

Draf RUU Ketenagakerjaan Buntu, 50 Ribu Buruh Bakal Turun Aksi di Bundaran HI 24 September

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:45 WIB

Data Center Menjamur, Kebutuhan Listrik RI Makin Tertekan

Data Center Menjamur, Kebutuhan Listrik RI Makin Tertekan

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 18:40 WIB

Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah

Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 18:39 WIB

Kabut Asap Kepung Tembilahan: Ratusan Warga Terserang ISPA, Siswa Pakai Masker

Kabut Asap Kepung Tembilahan: Ratusan Warga Terserang ISPA, Siswa Pakai Masker

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 18:37 WIB

Jejak Rasuah Sirajudin Lasena Diduga Dimulai Sejak Jabat Pj Bupati Bolmut, Raup Belasan Miliar

Jejak Rasuah Sirajudin Lasena Diduga Dimulai Sejak Jabat Pj Bupati Bolmut, Raup Belasan Miliar

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:36 WIB

Art Jakarta 2026 Hadir 2-4 Oktober, Libatkan 75 Galeri dari Indonesia dan Mancanegara

Art Jakarta 2026 Hadir 2-4 Oktober, Libatkan 75 Galeri dari Indonesia dan Mancanegara

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 18:29 WIB

Minta Pakar Objektif Soal Kebijakan Pemerintah, Pigai: Saya Disuruh Turun Tidak Masalah, Tapi...

Minta Pakar Objektif Soal Kebijakan Pemerintah, Pigai: Saya Disuruh Turun Tidak Masalah, Tapi...

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:27 WIB

Terorisme Ekologi Ala Prabowo, Mampukah Setop Karhutla di Indonesia?

Terorisme Ekologi Ala Prabowo, Mampukah Setop Karhutla di Indonesia?

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:26 WIB

Review Buku This Book Is Seriously Silly!: Belajar Interaktif Lewat Ubur-Ubur Konyol

Review Buku This Book Is Seriously Silly!: Belajar Interaktif Lewat Ubur-Ubur Konyol

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 18:24 WIB

×