Ulama Pakai Uang Kotak Amal Masjid Bangun Kembali Patung Lenin

Reza Gunadha | Suara.com

Minggu, 09 September 2018 | 20:51 WIB
Ulama Pakai Uang Kotak Amal Masjid Bangun Kembali Patung Lenin
Sekelompok ulama di Tajikistan menyumbangkan uang sekedah jemaah masjid untuk merehabilitasi patung Vladimir Illich Lenin, pemimpin Revolusi Bolshevik 1917 yang memodernisasi Rusia serta negara-negara Eropa Timur menjadi modern di bawah bendera Uni Soviet. [Radio Ozodi]

Suara.com - Sekelompok ulama di Tajikistan menyumbangkan uang sekedah jemaah masjid untuk merehabilitasi patung Vladimir Illich Lenin, pemimpin Revolusi Bolshevik 1917 yang memodernisasi Rusia serta negara-negara Eropa Timur  di bawah bendera Uni Soviet.

Aksi simpatik para ulama di tajikistan selatan tersebut menarik perhatian media-media massa di Asia Tengah.

Stasiun Radio Ozodi yang dikutip BBC.co.uk, Jumat (7/9/2018), memberitakan para ulama dan imam di masjid-masjid kota Shahritus, merehabilitasi patung Lenin menggunakan uang sedekah jemaah.

Patung Lenin tersebut direhabilitasi agar bisa kembali ditempatkan di pusat kota itu. Dua tahun silam, 2016, patung itu sempat dirobohkan dan dihancurkan.

Setelah mendapat sumbangan dari kaum agamawan, para pekerja teknis mengecat ulang patung itu memakai warna emas. Tangan patung Lenin yang hilang juga kembali dibuat agar utuh.

”Itu adalah inisiatif dari para imam dan ulama sendiri. Memakai uang jemaah, mereka merehabilitasi patung Lenin, membersihkan taman di sekitar monumen, dan membangun air mancur,” kata Mehriniso Rajabova, anggota dewan kota Shahritus.

Satu imam masjid setempat kepada Radio Ozodi mengakui, tak bisa menyebutkan jumlah uang sedekah jemaah yang digunakan untuk merehabilitasi patung pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet tersebut.

Namun, sang imam mengungkapkan, setiap masjid di Shahritus menyisihkan uang dari kotak amal senilai USD 100 untuk dikumpulkan sebagai dana rehabilitasi patung Lenin.

Kompleks patung Lenin di Shahritus, dibangun pada tahun 1980, saat Tajikistan masih menjadi bagian Uni Soviet. Patung Lenin itu menjadi yang tertinggi di daerah tersebut.

Tahun 1991,  saat Uni Soviet terpecah, banyak patung bikinan Uni Soviet di Tajikistan dihancurkan. Namun, patung Lenin tersebut saat itu tak ikut dihancurkan karena dinilai memunyai kenangan historis.

Tapi, pada tahun 2016, pemerintah kota memunyai kebijakan untuk merobohkan patung Lenin untuk diganti dengan patung pahlawan nasional Tajikistan yang berasal dari masa pra-Uni Soviet.

Setelah dirobohkan, patung Lenin itu disimpan di sebuah pekarangan di desa Obshoron.

Rehabilitasi patung Lenin memakai uang jemaah masjid tersebut menimbulkan polemik. Pada satu sisi, terdapat kaum konservatif yang menilai aksi para alim ulama itu tak layak.

Namun, di lain sisi, banyak warga muslim yang memuji inisiatif kaum agamawan tersebut. Sebab, menurut mereka, Lenin merupakan tokoh yang ikut memodernisasi Tajikistan.

”Ya, para alim ulama itu melakukan hal yang benar. Kalau bukan karena Lenin, semua orang Asia Tengah termasuk Tajikistan masih buta huruf seperti di Afghanistan," tulis Muhojir, warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim Ekpedisi Mapala Unsri Sukses Gapai Puncak Elbrus di Rusia

Tim Ekpedisi Mapala Unsri Sukses Gapai Puncak Elbrus di Rusia

Lifestyle | Sabtu, 08 September 2018 | 19:09 WIB

Meteorologis Rusia Habiskan 30 Tahun di Tempat Tersepi

Meteorologis Rusia Habiskan 30 Tahun di Tempat Tersepi

Tekno | Rabu, 22 Agustus 2018 | 20:30 WIB

Rusia Balas Dendam : Usir Duta Besar Yunani

Rusia Balas Dendam : Usir Duta Besar Yunani

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 09:30 WIB

PDIP Nilai Sandiaga Tak Pantas ke Rusia karena Ada Asian Games

PDIP Nilai Sandiaga Tak Pantas ke Rusia karena Ada Asian Games

News | Rabu, 01 Agustus 2018 | 17:06 WIB

Stalin Jadi Tokoh Terhebat Menurut Survei Rakyat Rusia

Stalin Jadi Tokoh Terhebat Menurut Survei Rakyat Rusia

News | Selasa, 27 Juni 2017 | 20:54 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB