Izinkan Kader Dukung Jokowi, Demokrat: Papua Ini Khusus

Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 10 September 2018 | 11:27 WIB
Izinkan Kader Dukung Jokowi, Demokrat: Papua Ini Khusus
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto membantah Partai Demokrat tengah bermain 'dua kaki' di Pilpres 2019 mendatang. Sebab ada rencana Demokrat memberikan dispensasi ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Papua yang lantang mendukung pasangan Bakal Capres-Cawapres Jokowi - Maruf Amin.

Agus menjelaskan Partai Demokrat sedang memikirkan strategi khusus di Papua guna tidak kehilangan suara dalam Pemilihan Legislatif 2019. Ia enggan menyebutnya dengan bermain dua kaki.

"Rasanya tidak, ya, dua kaki tidak seperti itu bahkan dua kaki itu hal-hal yang berbeda dengan case yang ada di Papua ini memang case di Papua ini adalah khusus," kata Agus di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senin (10/9/2018).

Namun, menurutnya, adanya strategi khusus tersebut hanya akan diberlakukan di Papua saja. Padahal, diketahui ada 4 DPD yang dikabarkan mendukung Jokowi - Maruf Amin.

"Ada juga di tempat lain di Sulawesi Utara ataupun di mana itu tentunya hal-hal yang berbeda tidak seperti di Papua. Di Papua itu 90 persen pengurus DPC dan DPD nya mendukung pak Jokowi tetapi untuk tempat-tempat lain tidak seperti di Papua," ujarnya.

Oleh karena itu, demi melindungi suara Papua dalam Pemilihan Legislatif 2019 nanti, Partai Demokrat sedang menyusun strategi

"Khusus untuk Papua sampai hari ini kita masih mencari formula mencari strategi bagaimana untuk menempatkan strategi ini supaya kita juga tetap sukses dalam Pemilu Legislatif tetapi kita juga tidak melakukan hal-hal yang bertentangan," kata Wakil Ketua DPR RI itu.

Kemudian, bagi DPD-DPD yang bersikeras mendukung Jokowi - Maruf Amin namun suaranya tidak setara dengan Papua di mana hampir 90 persen mendukung pasangan bakal capres-cawapres dari petahana tersebut, Agus akan kembalikan keputusannya kepada DPP.

"Semuanya kita kembalikan kepada DPP, karena DPP yang menentukan adalah dalam hal ini pelanggaran kode etik Mahkamah Kehormatan partai, sampai saat ini belum ada yang ansis seperti itu sehingga kita lihat perkembangannya nanti," pungkasnya.

Untuk diketahui, Ketua DPD Partai Demokrat Papua, Lukas Enembe memilih tidak mengindahkan keputusan partai dan memilih untuk mendukung Jokowi.

Lukas Enembe terang-terangan memberikan dukungannya kepada Jokowi usai dirinya dilantik sebagai Gubernur Papua di Istana Negara. Bahkan Lukas mengaku tidak gentar apabila dukungannya itu menuai sanksi dari Partai Demokrat.

Kemudian ada Deddy Mizwar. Kader potensial Partai Demokrat ini juga memilih mendukung Jokowi - Maruf Amin. Ia bahkan didapuk sebagai salah satu juru bicara Jokowi saat masa kampanye nanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Temui 4 Pimpinan Perusahaan Negeri Gingseng

Jokowi Temui 4 Pimpinan Perusahaan Negeri Gingseng

News | Senin, 10 September 2018 | 08:57 WIB

Kader Dukung Jokowi Tak Disanksi, Partai Demokrat Main Dua Kaki?

Kader Dukung Jokowi Tak Disanksi, Partai Demokrat Main Dua Kaki?

News | Senin, 10 September 2018 | 08:21 WIB

Sandiaga Pahami Kader Demokrat Membelot Dukung Jokowi

Sandiaga Pahami Kader Demokrat Membelot Dukung Jokowi

News | Senin, 10 September 2018 | 05:03 WIB

Nasdem: Erick Thohir Bisa Ajak 45 Negara, Apalagi 34 Provinsi

Nasdem: Erick Thohir Bisa Ajak 45 Negara, Apalagi 34 Provinsi

News | Minggu, 09 September 2018 | 21:55 WIB

Miniatur Jokowi - Prabowo Rangkulan di Pameran Mainan JIEXPO

Miniatur Jokowi - Prabowo Rangkulan di Pameran Mainan JIEXPO

News | Minggu, 09 September 2018 | 20:36 WIB

Terkini

10 Rudal Iran Meluncur ke Israel, Salah Satunya Hulu Ledak Fragmentasi

10 Rudal Iran Meluncur ke Israel, Salah Satunya Hulu Ledak Fragmentasi

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:36 WIB

AI China Disebut Bantu Iran Menargetkan Pangkalan Militer Amerika Serikat di Timur Tengah

AI China Disebut Bantu Iran Menargetkan Pangkalan Militer Amerika Serikat di Timur Tengah

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:23 WIB

Geger Penemuan UUV Diduga Asal China di Gili Trawangan, Laut Indonesia Dimata-matai?

Geger Penemuan UUV Diduga Asal China di Gili Trawangan, Laut Indonesia Dimata-matai?

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:19 WIB

Ultimatum Keras Iran Lawan Ancaman Donald Trump, Siap Balas Serang Israel

Ultimatum Keras Iran Lawan Ancaman Donald Trump, Siap Balas Serang Israel

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:14 WIB

Radiasi Nuklir Bushehr Iran Mengancam Ibu Kota Negara-negara Arab

Radiasi Nuklir Bushehr Iran Mengancam Ibu Kota Negara-negara Arab

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:02 WIB

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

News | Senin, 06 April 2026 | 23:45 WIB

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

News | Senin, 06 April 2026 | 22:56 WIB

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

News | Senin, 06 April 2026 | 22:47 WIB

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

News | Senin, 06 April 2026 | 22:17 WIB

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

News | Senin, 06 April 2026 | 21:58 WIB