Usut Kasus PLTU Riau-1, KPK Periksa 3 Direktur Perusahaan

Bangun Santoso, Welly Hidayat

Senin, 10 September 2018 | 11:56 WIB
Usut Kasus PLTU Riau-1, KPK Periksa 3 Direktur Perusahaan
Ilustrasi gedung KPK. (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar agenda pemeriksaan atas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan PLTU Riau-1. Pihak yang diperiksa kali ini adalah Direktur Perencanaan Korporat PT. PLN Syofvi Felienty Roekman dan Direktur PT. Global Energi Manajemen, Mah Riana.

Kedua direktur itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Johannes B. Kotjo dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

"Diperiksa sebagai saksi keduanya untuk tersangka Johannes, dalam kasus PLTU Riau-1," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (10/9/2018).

Kemudian, untuk tersangka mantan Menteri Sosial Idrus Marham juga kembali ditelisik keterlibatannya dalam proyek suap PLTU Riau-1 dengan memeriksa Direktur PT. Isargas Iswan Ibrahim dan pegawai PT. Asmin Koalindo Tuhup, Nine Afwani.

"Untuk saksi ini juga diperiksa untuk tersangka IM (Idrus Marham)," ujar Febri.

Dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1, KPK telah menetapkan dan menahan tiga tersangka yakni Idrus Marham, Johannes B. Kotjo, dan Mantan Wakil Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.

Seperti diketahui, Idrus diduga telah dijanjikan uang USD 1,5 juta oleh Johannes Budisutrisno Kotjo. Kemudian, Idrus juga diduga ikut mendorong percepatan proses penandatanganan proyek PLTU Riau 1 tersebut.

Sedangkan Eni diduga menerima uang sebesar Rp 6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap, dengan rincian Rp 4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp 2,25 miliar pada Maret-Juni 2018. Uang itu terkait dengan proyek PLTU Riau-1.

Atas perbuatannya, Idrus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ke-2 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disemayamkan di Pluit, Keluarga Anggodo Enggan Diliput Wartawan

Disemayamkan di Pluit, Keluarga Anggodo Enggan Diliput Wartawan

News | Senin, 10 September 2018 | 10:41 WIB

Hari Ini 40 Anggota DPRD Malang Hasil PAW Dilantik

Hari Ini 40 Anggota DPRD Malang Hasil PAW Dilantik

News | Senin, 10 September 2018 | 08:37 WIB

Kemkominfo Sudah Blokir Situs Kpk-online.com

Kemkominfo Sudah Blokir Situs Kpk-online.com

Tekno | Minggu, 09 September 2018 | 15:29 WIB

KPK Klarifikasi Berita Kasus Suap PLTU Riau dan Kiriman Bunga

KPK Klarifikasi Berita Kasus Suap PLTU Riau dan Kiriman Bunga

News | Sabtu, 08 September 2018 | 17:06 WIB

Eni Saragih Ungkap Pihak yang Kembalikan Rp 700 Juta ke KPK

Eni Saragih Ungkap Pihak yang Kembalikan Rp 700 Juta ke KPK

News | Jum'at, 07 September 2018 | 21:26 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×