Kecelakaan Maut Sukabumi, Emil Pelajari Pembatas Jalan dari Korea

Bangun Santoso

Kamis, 13 September 2018 | 05:51 WIB
Kecelakaan Maut Sukabumi, Emil Pelajari Pembatas Jalan dari Korea
Petugas mengevakuasi mini bus berpenumpang puluhan wisatawan yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Kampung Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat

Suara.com - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil menginstruksikan Dinas Perhubungan setempat agar segera mempelajari rencana pemasangan road barrier atau pembatas jalan menggunakan tabung plastik sehingga kendaraan yang menabrak pembatas jalan itu akan menepi dan benturan akan dapat diminimalisir.

"Dishub Jabar sudah saya perintahkan untuk cari datanya. Untuk itu perlu terbang ke Korea untuk memastikan kita bisa mendapatkan itu secepatnya di anggaran terdekat," kata Gubernur Emil di Gedung Sate Bandung, Rabu (12/8/2018).

Dia mengatakan teknologi tersebut hanya ada di Korea.
"Enggak ada lagi, stok kalau ada kasih tahu saya," kata Emil seperti dilansir Antara.

"Untuk mengurangi kecelakaan di jalan, Pemprov Jabar akan menggunakan teknologi baru pagar pembatas jurang bersilinder putar. Pagar ini memiliki tabung silinder yang bisa berputar. Ini mengubah energi tabrakan linear menjadi energi rotasi sehingga mobil menjadi melipir kesamping ketimbang terus ke depan," tulis Kang Emil dalam akun media sosialnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengutarakan gagasan terkait kecelakaan maut terjadi jalur Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat beberapa hari lalu.

Gubernur Emil melalui akun media sosial instagramnya mengunggah sebuah pernyataan untuk mengatasi masalah kecelakaan di Jawa Barat.

Dia mengatakan Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan segera merealisasikan pemasangan pembatas jalan itu. Rencananya pemasangan akan dilakukan di sejumlah titik jalanan di Jabar.

"Untuk mengurangi kecelakaan di jalan, Pemprov Jabar akan menggunakan teknologi baru pagar pembatas jurang bersilinder putar. Pagar ini memiliki tabung silinder yang bisa berputar. Ini mengubah energi tabrakan linear menjadi energi rotasi sehingga mobil menjadi melipir kesamping ketimbang terus ke depan," ujar Gubernur Emil dalam akun media sosialnya.

"Road Barrier dengan teknologi silinder putar ini secepatnya kami terapkan. Semoga jalanan Jawa Barat lebih aman. Tapi, tetap jangan ngebut, lengkapi keamanan mobil, pakai sabuk pengaman. Keluarga anda setiap hari menunggu anda pulang dengan selamat di rumah," imbuh Kang Emil.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warganet Girang, Begini Kali Malang Masa Depan ala Ridwan Kamil

Warganet Girang, Begini Kali Malang Masa Depan ala Ridwan Kamil

Your Say | Rabu, 12 September 2018 | 11:00 WIB

Diameter Lubang Misterius di Sukabumi Terus Bertambah

Diameter Lubang Misterius di Sukabumi Terus Bertambah

News | Selasa, 11 September 2018 | 12:46 WIB

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kecelakaan Bus Maut Sukabumi

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kecelakaan Bus Maut Sukabumi

News | Selasa, 11 September 2018 | 11:53 WIB

Kecelakaan Maut Malam 1 Syuro, Brio Ringsek Tabrak Truk

Kecelakaan Maut Malam 1 Syuro, Brio Ringsek Tabrak Truk

News | Selasa, 11 September 2018 | 10:28 WIB

Terungkap, Penyebab Munculnya Lubang Misterius di Sukabumi

Terungkap, Penyebab Munculnya Lubang Misterius di Sukabumi

News | Selasa, 11 September 2018 | 09:21 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×