Koalisi Prabowo - Sandiaga : Debat Capres Bukan Cerdas Cermat

M. Reza Sulaiman, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 14 September 2018 | 00:03 WIB
Koalisi Prabowo - Sandiaga : Debat Capres Bukan Cerdas Cermat
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan meminta KPU mengubah format debat capres - cawapres. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Partai koalisi pengusung pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengubah bentuk debat capres - cawapres 2019. Pasalnya, debat yang seringkali digelar malah berkesan seperti cerdas cermat.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menilai debat antar kandidat bakal capres - cawapres tidak bisa disamakan dengan model cerdas cermat. Menurutnya, ajang debat itu merupakan kesempatan bagi kandidat bakal capres - cawapres untuk meluapkan seluruh aspirasinya demi masyarakat Indonesia.

"Ini bukan soal cerdas cermat, ini soal urusan negara ini urusan 250 juta orang. Misalnya soal ekonomi, ketahanan energi, soal lapangan kerja, dengan demikian rakyat mengetahui secara penuh apa jalan pikiran kandidat ini," kata Hinca di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018) malam.

Hinca menjelaskan kandidat bakal capres - cawapres tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasannya dalam waktu yang panjang. Hal tersebut membuat penyampaian materi menjadi terburu-buru.

"Selama ini kan cuma dikasih berapa menit di televisi terus nanti pake istilah saya tuh debat pake spedometer. Jadi, dibilang, 'ya, waktu tinggal 2 detik'," katanya lagi.

Bahkan menurut Hinca, seluruh partai koalisi menyarankan format debat yang diterapkan untuk Pilpres 2019 nanti harus menyediakan waktu yang panjang bagi masing-masing kandidat menjabarkan seluruh gagasannya.

"Jadi, satu tema ya sehingga kami puas. 60 menit cukup itu. Tapi kalau cuma 3 menit masing-masing kemudian masing-masing bertanya, yaudah, kaya cerdas cermat dan karena itu dilepas secara terbuka itu yang kami bahas dan kami semua setuju," katanya.

Oleh karena itu, dirinya serta partai koalisi lainnya meminta kepada KPU untuk mengubah format debat capres - cawapres sebelum ditentukan jadwalnya terlebih dahulu.

"Kami akan minta KPU untuk membuat itu dihapus saja debat ala cerdas cermat tapi menyampaikan pikiran, gagasan besar untuk saat ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kader PDIP Kwik Kian Gie Merapat Ke Kubu Prabowo - Sandiaga

Kader PDIP Kwik Kian Gie Merapat Ke Kubu Prabowo - Sandiaga

News | Rabu, 12 September 2018 | 23:13 WIB

Bersihkan Pemilih Ganda di DPT, KPU: Angkanya di Bawah 2 Persen

Bersihkan Pemilih Ganda di DPT, KPU: Angkanya di Bawah 2 Persen

News | Rabu, 12 September 2018 | 20:07 WIB

Sindir Sandiaga, Pendemo Emak-emak di Bawaslu Dukung Jokowi

Sindir Sandiaga, Pendemo Emak-emak di Bawaslu Dukung Jokowi

News | Rabu, 12 September 2018 | 12:27 WIB

Koalisi Prabowo - Sandiaga Temukan 6,8 Juta Data Pemilih Ganda

Koalisi Prabowo - Sandiaga Temukan 6,8 Juta Data Pemilih Ganda

News | Selasa, 11 September 2018 | 03:00 WIB

Terkini

Anak 6 Tahun Dilecehkan Bertahun-tahun di Sekolah Kristen, Orang Tua Korban Digugat Rp820 juta

Anak 6 Tahun Dilecehkan Bertahun-tahun di Sekolah Kristen, Orang Tua Korban Digugat Rp820 juta

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:48 WIB

Kaji Potensi Korupsi Anggaran MBG, KPK: BGN Belum Siap Kelola Rp268 Triliun

Kaji Potensi Korupsi Anggaran MBG, KPK: BGN Belum Siap Kelola Rp268 Triliun

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:48 WIB

Disemprot Donald Trump, Benjamin Netanyahu Balik Melawan

Disemprot Donald Trump, Benjamin Netanyahu Balik Melawan

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:03 WIB

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:03 WIB

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:42 WIB

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:36 WIB

Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal

Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:27 WIB

Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan

Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:24 WIB

Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan

Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:11 WIB

Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat

Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:06 WIB