Kaji Potensi Korupsi Anggaran MBG, KPK: BGN Belum Siap Kelola Rp268 Triliun

M Nurhadi, Dea Hardiningsih Irianto

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:48 WIB
Kaji Potensi Korupsi Anggaran MBG, KPK: BGN Belum Siap Kelola Rp268 Triliun
Ilustrasi
baca 10 detik
  • KPK melaporkan bahwa Badan Gizi Nasional belum menanggapi kajian mitigasi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis.
  • Program ini dinilai belum efektif meningkatkan ekonomi daerah karena mayoritas perputaran uang masih berpusat di kota besar.
  • KPK menyoroti kerentanan tata kelola keuangan akibat lonjakan anggaran mencapai Rp268 triliun pada organisasi yang belum matang.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa pihak Badan Gizi Nasional (BGN) hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi atas hasil analisis mendalam terkait potensi tindak pidana korupsi pada program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Padahal, melalui Kedeputian Pencegahan dan Monitoring, lembaga antirasuah tersebut memastikan seluruh dokumen hasil kajian mitigasi risiko dan kebocoran anggaran sudah diserahkan secara formal kepada pemangku kepentingan (stakeholder) terkait, termasuk manajemen BGN.

“Sampai hari ini belum menerima reaksi dari BGN,” ungkap Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin, kepada awak media pada Selasa (2/6/2026).

Sebelumnya, Aminudin membeberkan adanya sederet celah rawan yang berpotensi memicu tindak pidana korupsi, inefisiensi anggaran, hingga praktik maladministrasi dalam pelaksanaan program MBG di lapangan.

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah besaran anggaran program strategis nasional ini dinilai belum diimbangi oleh kesiapan sistem tata kelola dan mekanisme pengawasan yang memadai, sehingga dampak pengganda (multiplier effect) ekonomi yang dijanjikan belum terlihat nyata.

Mayoritas Perputaran Uang Hanya Dinikmati Kota Besar

Lebih lanjut, Aminudin memaparkan ketimpangan distribusi perputaran uang dalam aspek operasional program pemenuhan gizi ini.

Berdasarkan temuan di lapangan, aliran dana stimulus yang seharusnya menghidupkan perekonomian wilayah pelosok justru mengalir kembali ke pusat-pusat pertumbuhan utama.

“Hasil kajian kami menunjukkan bahwa uang yang kembali ke daerah itu jumlahnya sangat minim di bawah lima persen. Mayoritas perputaran uangnya itu kembali ke kota-kota besar,” jelas Aminudin.

baca juga

Kondisi tersebut terjadi lantaran dari total puluhan ribu pemasok yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hanya sebagian kecil saja yang melibatkan unit usaha lokal seperti koperasi desa maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Akibatnya, ekosistem ekonomi pendukung di tingkat akar rumput belum terbangun secara sistematis.

“Jadi dampaknya ke masyarakat sekitar, ya, mereka hanya bagian makan saja satu ompreng per orang per hari tapi dampak ekonomi yang lainnya enggak ada, pun kalau ada sangat kecil sekali,” tambahnya.

Soroti Anggaran Jumbo Rp268 Triliun di Tengah Instabilitas Internal

Selain masalah distribusi ekonomi, KPK juga menaruh perhatian serius terhadap kapasitas kelembagaan BGN. Sebagai instansi yang tergolong baru dibentuk, BGN dinilai terlalu dipaksakan untuk langsung mengelola dana dalam skala yang sangat masif.

Aminudin menilai struktur internal BGN saat ini belum matang dari segi infrastruktur, kesiapan organisasi, hingga kelengkapan regulasi turunan.

Ketidaksiapan draf birokrasi ini dinilai memicu munculnya berbagai kerawanan dalam aspek tata kelola keuangan negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nanik S Deyang Pendidikannya Apa? Resmi Gantikan Dadan sebagai Kepala BGN

Nanik S Deyang Pendidikannya Apa? Resmi Gantikan Dadan sebagai Kepala BGN

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:43 WIB

Siapa Nanik S Deyang? Ini Profil Pengganti Kepala BGN yang Dicopot Presiden

Siapa Nanik S Deyang? Ini Profil Pengganti Kepala BGN yang Dicopot Presiden

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:00 WIB

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:03 WIB

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:42 WIB

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:36 WIB

Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal

Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:27 WIB

Terkini

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

×