Disekap Ibu Bersama 6 Anjing, Kesehatan Balita Us Menurun

Reza Gunadha

Selasa, 18 September 2018 | 16:56 WIB
Disekap Ibu Bersama 6 Anjing, Kesehatan Balita Us Menurun
Us alias F, satu dari tiga bocah kakak beradik korban penyekapan dan penganiayaan ibu angkatnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terpaksa dirawat intensif setelah kondisi kesehatannya terus menurun, Selasa (18/9/2018).

Suara.com - Us alias F, satu dari tiga bocah kakak beradik korban penyekapan dan penganiayaan ibu angkatnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terpaksa dirawat intensif  setelah kondisi kesehatannya terus menurun, Selasa (18/9/2018).

Gadis cilik berambut panjang itu dirawat tim dokter di kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar.

Pantauan Suara.com, Us terbaring di atas kasur salah satu ruangan Kantor P2TP2A Kota Makassar, Jalan Anggrek, Kota Makassar, Selasa siang.

Terlihat beberapa dokter Home Care Puskesmas Toddopuli melakukan pemeriksaan dan memeberikan sejumlah obat.

Salah satu dokter, dr Andriani Latif menerangkan, Us mengeluhkan panas dan sakit perut.

"Dia mengalami demam, suhu badannya meninggi sampai 38 derajat celsius, sehingga kami memberi obat paracetamol dan antibiotik," terang Andriani ditemui di kantor P2TP2A Kota Makassar.

Bukan itu saja, tim dokter juga memberikan obat amoksilin agar Us terhindar dari infeksi. Sebab di sekujur tubuh bocah tersebut terdapat banyak luka.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar A Tenri Palallo mengatakan, Us hanya mengalami gangguan pencernaan.

Diduga, sejak berada di rumah aman dan P2TP2A Kota Makassar, ia terus mengonsumsi banyak makanan setelah kelaparan sewaktu disekap.

"US sakit perut karena sebelumnya jarang makan, sedangkan sejak di sini makan terus. Kakaknya tertua, Ow, masih trauma, kadang reaktif, kadang acuh juga. Sedangkan adik bungsu mereka, Df, tetap aktif, dan sangat suka jika digendong," terang Tenri.

Selama hampir setahun lamanya, Ow alias A (11), Df alias D (2,5) lelaki dan Us alias F (5) perempuan, disekap dan disiksa ibu angkat bernama Meilania Detaly Dasilva alias Memey alias Acci (31).

Selama disekap di ruko berlantai tiga, Jalan Mirah Seruni, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Ow dan adik-adiknya ditempatkan bersama sejumlah anjing peliharaan Memey. Di situ pula mereka makan dan tidur.

Ketiganya tak jarang kelaparan dalam ruko dan tidur di atas lantai beralaskan tikar tipis. Perlakuan Memey terhadap tiga kakak beradik itu terbongkar saat polisi menggeledah rumah toko tiga lantai, tempat penyekapan, sekira pukul 21,00 WITA, Senin (17/9/2018).

Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar dan tim Inafis menggelar olah tempat kejadian perkara di ruko.

Pada kesempatan itu, salah satu korban Ow alias A didampingi petugas P2TP2A dan psikolog anak, menunjukkan semua kekejaman ibu angkat mereka.

"Kami koordinasi dan setelah diperiksa P2TP2A, tempat ini sangat tidak layak untuk tempat tinggal apalagi untuk anak," terang Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Komisaris Wirdhanto Hadicaksono.

Bagaimana tidak, saat baru memasuki ruangan, mereka sudah terganggu bau tak sedap dari balik pintu besi. Aroma busuk tersebut makin menyengat hingga tiba di lantai teratas.

"Di sana ditemukan banyak sekali mainan, di lantai 3 ada 6 anjing. Yang anak-anak ini diduga tidur di lantai dua hanya beralas tikar," tutur Wirdhanto.

Saat olah TKP, Ow juga menujukkan sejumlah benda yang sering digunakan Memey untuk menyiksanya dan kedua adiknya. Seperti batang besi, hingga sejumlah puntung rokok.

Untuk bukti besi yang diduga digunakan memukul korban, polisi segera melakukan pengujian sidik jari dan pemeriksaan saksi korban.

Sementara bukti puntung rokok, masih menunggu hasil pemeriksaan tim Inafis dan persesuaian keterangan terlapor yang kini telah ditangkap polisi.

"Keterangan Ow, mereka kabur karena tidak tahan lagi tinggal di ruko itu," pungkas Wirdhanto.

Kontributor : Lirzam Wahid

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ibu Angkat Penyekap Tiga Bocah Kakak Beradik Ditangkap Polisi

Ibu Angkat Penyekap Tiga Bocah Kakak Beradik Ditangkap Polisi

News | Senin, 17 September 2018 | 16:58 WIB

Ibu Angkat Penyekap 3 Bocah di Makassar Pernah Dipolisikan

Ibu Angkat Penyekap 3 Bocah di Makassar Pernah Dipolisikan

News | Senin, 17 September 2018 | 14:20 WIB

Disekap Ibu Angkat, 2 Balita Selamat Tapi Sang Kakak Hilang

Disekap Ibu Angkat, 2 Balita Selamat Tapi Sang Kakak Hilang

News | Senin, 17 September 2018 | 13:18 WIB

Aksi Kejam Ibu Angkat di Makassar Kerap Dilihat Warga

Aksi Kejam Ibu Angkat di Makassar Kerap Dilihat Warga

News | Senin, 17 September 2018 | 11:02 WIB

Perjuangan 3 Bocah Penuh Sundutan Kabur dari Sekapan Ibu Angkat

Perjuangan 3 Bocah Penuh Sundutan Kabur dari Sekapan Ibu Angkat

News | Senin, 17 September 2018 | 10:33 WIB

Terkini

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:10 WIB

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:00 WIB

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:35 WIB

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:25 WIB

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:20 WIB

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:39 WIB

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:15 WIB

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:57 WIB