KPU Persilakan Demokrat Kalau Mau Teken Pakta Kampanye Damai

Reza Gunadha, Muhammad Yasir

Rabu, 26 September 2018 | 22:12 WIB
KPU Persilakan Demokrat Kalau Mau Teken Pakta Kampanye Damai
Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat Mendeklarasikan Kampanye Damai dan Berintegritas di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - KPU Tidak Wajibkan Partai Politik Menandatangani Komitmen Kampanye Damai

Komisi Pemilihan Umum angkat bicara terkait adanya partai politik peserta Pemilu 2019, yang belum menandatangani pakta deklarasi kampanye damai yang diselenggarakan pada Minggu (23/9) akhir pekan lalu.

Anggota KPU Hasyim Ashari mengatakan, tidak mewajibkan partai politik untuk menandatangani  komitmen kampanye damai, karena bersifat sukrela.

Ia menuturkan, penandatangan komitmen kampanye damai sejatinya bersifat sukarela dan partisipatif yang semestinya diteken saat deklarasi tersebut.

Kendati begitu, menurutnya, KPU selalu terbuka dan akan menfasilitasi bagi pimpinan partai politik yang belum menandatangani komitmen tersebut bila ingin turut meneken.

"Bila ada pimpinan partai hadir dalam deklarasi, tapi tidak tandatangan, dan sekarang mau ikut meneken, tetap akan difasilitasi oleh KPU," kata Hasyim saat dihubungi Suara.com, Rabu (26/9/2018).

Ia berharap, ketua-ketua partai politik yang masih mau meneken pakta tersebut, untuk mendatangi kantor KPU.

Sebelumnya, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinan Hutahaean mengatakan, partainya akan tetap menandatangani komitmen kampanye damai bila memang diwajibkan oleh KPU.

Namun, menurutnya, bila KPU sendiri tidak mewajibkan untuk menandatanginya, dia mengklaim bahwa Partai Demokrat akan tetap berkomitmen untuk melaksanakan kampanye damai.

baca juga

"Tanpa deklarasi itu juga kami (Partai Demokrat) tetap akan berkampanye damai. Demokrat tidak pernah punya catatan hitam dalam kampanye," tuturnya.

Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memilih walk out saat acara deklarasi kampanye damai Pemilu 219 yang diselenggarakan KPU pada minggu (24/9) di Monas.

SBY disebut memilih walkout dari acara itu, karena kecewa melihat pendukung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin, membawa atribut kampanye yang sejatinya tidak diperbolehkan oleh KPU.

Oleh karena itu, Partai Demokrat kekinian diketahui tidak ikut menandatangani komitmen kampanye damai tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPU Ajak Capres - Cawapres Ikut Gerakan Lindungi Hak Pilih

KPU Ajak Capres - Cawapres Ikut Gerakan Lindungi Hak Pilih

News | Rabu, 26 September 2018 | 20:57 WIB

Kecewa, SBY Tidak Tandatangani Prasasti Kampanye Damai

Kecewa, SBY Tidak Tandatangani Prasasti Kampanye Damai

News | Rabu, 26 September 2018 | 14:08 WIB

SBY Walkout, KPU: Padahal Dia Kami Perlakukan Istimewa

SBY Walkout, KPU: Padahal Dia Kami Perlakukan Istimewa

News | Selasa, 25 September 2018 | 20:45 WIB

SBY WO saat Deklarasi, KPU: Masak Teriak 2 Periode Provokatif?

SBY WO saat Deklarasi, KPU: Masak Teriak 2 Periode Provokatif?

News | Selasa, 25 September 2018 | 19:40 WIB

Terkini

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:55 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 19:52 WIB

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:45 WIB

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:25 WIB

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 19:23 WIB

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sumsel | Sabtu, 07 November 2026 | 19:10 WIB

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:05 WIB

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 19:02 WIB

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:00 WIB

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

×