Kwik Kian Gie Bongkar Kesalahan Jokowi dalam Bangun Infrastruktur

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 27 September 2018 | 06:45 WIB
Kwik Kian Gie Bongkar Kesalahan Jokowi dalam Bangun Infrastruktur
Kwik Kian Gie. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Penasehat Ekonomi kubu Prabowo-Sandiaga, Kwik Kian Gie mengatakan pembangunan infrastruktur pada pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan melakukan hutang ke luar negeri terkesan dipaksakan. Padahal dirinya sangat memahami soal resiko pembuatan infrastruktur dengan cara berhutang ke luar negeri.

Kwik Kian Gie mengungkapkan dirinya sudah pernah menyampaikan sebelumnya bahwa untuk pembangunan infrastruktur itu membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Dirinya menilai pembangunan infrastruktur di era Jokowi asal dibuat.

"Yang sekarang dilakukan dan sudah berkali-kali saya katakan adalah infrastruktur itu asal dibangun. Sampai uangnya kurangpun tidak peduli. Utang keluar negeri," kata Kwik Kian Gie di Media Center Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018).

Kwik Kian Gie sangat memahami soal infrastruktur. Dirinya bercerita pernah bertugas menjadi Kepala Bappenas selama tiga tahun.

Soal infrastruktur menurutnya apabila dibangun terlalu dini, tidak akan relevan untuk jangka waktu yang lama. Sebaliknya, apabila dibangun terlambat, maka akan memacetkan segalanya.

Berbicara soal penggunaan dana hutang ke luar negeri seperti yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi saat ini, Kwik Kian Gie memaparkan akan mengakibatkan beberapa resiko, salah satunya naiknya permintaan dolar.

"Mengakibatkan permintaan dolar yang melonjak dan akan mengakibatkan turunnya nilai tukar rupiah, dan nyatanya tidak peduli," ujarnya.

Kepanikan pemerintah kata Kwik Kian Gie berimbas kepada masyarakat yang turut panik dengan kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

"Ketika benar baru kelabakan lalu menjalankan perpolitikan yang sifatnya panik. Oleh kerena panik, masyarakatnya ikut panik. Jadi uangnya nganggur rupiah pun dibelikan dollar, lebih parah lagi," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Skandalsandiaga.com, Sandiaga : Alhamdulillah Dosa Berkurang

Soal Skandalsandiaga.com, Sandiaga : Alhamdulillah Dosa Berkurang

News | Rabu, 26 September 2018 | 23:34 WIB

Survei:  Jokowi Religius, Prabowo Tegas

Survei: Jokowi Religius, Prabowo Tegas

News | Rabu, 26 September 2018 | 22:00 WIB

Gusdurian dan Nahdliyin Dukung Jokowi, Ini Tekad Sandiaga Uno

Gusdurian dan Nahdliyin Dukung Jokowi, Ini Tekad Sandiaga Uno

News | Rabu, 26 September 2018 | 21:52 WIB

Yenny Wahid Pilih Jokowi, Sandiaga: Terima Kasih atas Segalanya

Yenny Wahid Pilih Jokowi, Sandiaga: Terima Kasih atas Segalanya

News | Rabu, 26 September 2018 | 21:19 WIB

Gerindra Pastikan Sara Djojohadikusumo Bukan Calon Wagub DKI

Gerindra Pastikan Sara Djojohadikusumo Bukan Calon Wagub DKI

News | Rabu, 26 September 2018 | 20:18 WIB

Terkini

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:13 WIB

Kepala BGN Nanik S Deyang Dilaporkan atas Dugaan Rangkap Jabatan di BUMN

Kepala BGN Nanik S Deyang Dilaporkan atas Dugaan Rangkap Jabatan di BUMN

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:00 WIB

Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030

Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:45 WIB

80 Tahun Polri: Reformasi Dinilai Jalan di Tempat, Pergantian Kapolri Dianggap Mendesak

80 Tahun Polri: Reformasi Dinilai Jalan di Tempat, Pergantian Kapolri Dianggap Mendesak

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:37 WIB

Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli

Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:26 WIB

Tri Tito Karnavian Berharap Produk Kerajinan Indonesia Tembus Pasar Global di HUT ke-46 Dekranas

Tri Tito Karnavian Berharap Produk Kerajinan Indonesia Tembus Pasar Global di HUT ke-46 Dekranas

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:22 WIB

Terjerat Korupsi MBG, Begini Nasib Brigjen Lalu di Polri!

Terjerat Korupsi MBG, Begini Nasib Brigjen Lalu di Polri!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:03 WIB

Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo

Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:00 WIB

Prabowo Berencana Terbang ke Belarus untuk Kunjungan Balasan

Prabowo Berencana Terbang ke Belarus untuk Kunjungan Balasan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:57 WIB

Wamensos Tinjau Sekolah Rakyat Permanen di Kulon Progo, Progres Pembangunan Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Sekolah Rakyat Permanen di Kulon Progo, Progres Pembangunan Capai 91 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:52 WIB

×