Pilihan Politik Yenny Wahid Dinilai Rasional

Bangun Santoso

Kamis, 27 September 2018 | 09:54 WIB
Pilihan Politik Yenny Wahid Dinilai Rasional
Yenny Wahid. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai keputusan Yenny Wahid merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf merupakan pilihan rasional dengan perhitungan yang cermat.

"Yenny Wahid dan kekuatan politik Gusdurian berhitung cukup cermat untuk melihat kubu mana yang paling potensial menjadi pemenang," kata Umam dihubungi di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Hingga saat ini, kata Umam, belum ada satu pun lembaga survei kredibel yang bisa menunjukkan adanya peningkatan progresif dan signifikan dari elektabilitas Prabowo-Sandi untuk mengimbangi elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

"Tim Prabowo-Sandi belum menunjukkan adanya yang argumentasi solid dan memadai untuk mendelegitimasi kredibilitas pemerintahan Jokowi saat ini sehingga bisa memobilisasi suara rakyat untuk melakukan koreksi," kata peneliti di Lembaga Survei Indonesia (LSI) itu seperti dilansir Antara.

Selain itu, dari segi logistik, soliditas kekuatan koalisi --setidaknya dari segi jumlah--, dan narasi isu yang dibangun, Jokowi-Ma'ruf masih diunggulkan, tambah Umam.

Dosen Ilmu Politik & International Studies, Universitas Paramadina itu juga melihat dinamika di internal Nahdlatul Ulama (NU) terkait dengan diusungnya KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres juga menjadi pertimbangan pilihan politik Yenny Wahid dan Gusdurian.

Ma'ruf Amin sebelum mengundurkan diri karena menjadi cawapres adalah Rais Aam PBNU atau pimpinan tertinggi dengan kekuatan legitimasi moral yang kuat dalam struktur NU. Bagi kalangan santri, memenangkan Kiai Ma'ruf di Pilpres 2019 adalah kewajiban tak terelakkan.

"Jika tidak berada di kubu Jokowi, Yenny Wahid dan kekuatan Gusdurian akan berhadapan secara diametral dengan kekuatan politik Nahdliyyin, dan itu sangat tidak produktif untuk masa depan politik Yenny Wahid," katanya.

Doktor ilmu politik lulusan School of Political Science and International Studies, The University of Queensland, Australia itu menilai dukungan kekuatan politik Gusdurian jelas semakin memperkokoh soliditas dukungan politik terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf.

baca juga

Sebelumnya kubu Prabowo-Sandiaga juga berusaha mendapatkan restu dan dukungan politik dari keluarga Gus Dur. Secara terpisah Prabowo dan Sandiaga "sowan" ke istri mendiang Gus Dur, Shinta Nuriyah Wahid.

"Restu politik keluarga Gus Dur sangat diperebutkan karena bobot politik dan potensi massa yang dihasilkan juga cukup menjanjikan untuk proses pemenangan capres-cawapres mendatang," kata Umam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PKB: Dukungan Yenny Wahid Kekuatan Baru Jokowi - Ma'ruf Amin

PKB: Dukungan Yenny Wahid Kekuatan Baru Jokowi - Ma'ruf Amin

News | Kamis, 27 September 2018 | 06:00 WIB

Gubernur Papua: 28 Bupati dan 1 Wali Kota Papua Dukung Jokowi

Gubernur Papua: 28 Bupati dan 1 Wali Kota Papua Dukung Jokowi

News | Kamis, 27 September 2018 | 07:32 WIB

Prabowo Didoakan Dubes Cina Agar Sukses Menghadapi Pemilu 2019

Prabowo Didoakan Dubes Cina Agar Sukses Menghadapi Pemilu 2019

News | Kamis, 27 September 2018 | 05:30 WIB

Yenny Wahid Dukung Jokowi, Surya Paloh: Membesarkan Hati

Yenny Wahid Dukung Jokowi, Surya Paloh: Membesarkan Hati

News | Kamis, 27 September 2018 | 07:03 WIB

Megawati Marah Kwik Kian Gie Putuskan Gabung ke Timses Prabowo

Megawati Marah Kwik Kian Gie Putuskan Gabung ke Timses Prabowo

News | Kamis, 27 September 2018 | 06:21 WIB

Terkini

No Na Rilis Single Honk! Tampilkan Kearifan Lokal Indonesia, Ada Om Telolet Om!

No Na Rilis Single Honk! Tampilkan Kearifan Lokal Indonesia, Ada Om Telolet Om!

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:25 WIB

Tambang Batubara Meledak! 32 Pekerja Tewas di Balochistan Pakistan

Tambang Batubara Meledak! 32 Pekerja Tewas di Balochistan Pakistan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:22 WIB

Tekanan Mereda, Kepercayaan Industri RI Kembali Menguat pada Juli 2026

Tekanan Mereda, Kepercayaan Industri RI Kembali Menguat pada Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:17 WIB

Dipercaya BI Jadi Pengelola Utama SKM, Ini Strategi BRI Jangkau Pelosok Karo

Dipercaya BI Jadi Pengelola Utama SKM, Ini Strategi BRI Jangkau Pelosok Karo

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:16 WIB

Gerindra Tegaskan Survei Cuma Instrumen Evaluasi, Bukan Penentu Kebijakan Pemerintah

Gerindra Tegaskan Survei Cuma Instrumen Evaluasi, Bukan Penentu Kebijakan Pemerintah

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:16 WIB

Misteri Tewasnya Satpam di Waduk Jatiluhur, Polda Jabar Turunkan Tim Gabungan

Misteri Tewasnya Satpam di Waduk Jatiluhur, Polda Jabar Turunkan Tim Gabungan

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:15 WIB

5 Film dan Serial Netflix Agustus 2026, Komedi hingga Horor

5 Film dan Serial Netflix Agustus 2026, Komedi hingga Horor

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:15 WIB

Ngeri! Aksi Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Jalan di Atas Api Viral di Medsos

Ngeri! Aksi Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Jalan di Atas Api Viral di Medsos

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:13 WIB

Kasus Bocah Tersiram Air Panas, Puskesmas Waluran Perketat Pengawasan Pasien ODGJ

Kasus Bocah Tersiram Air Panas, Puskesmas Waluran Perketat Pengawasan Pasien ODGJ

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:07 WIB

Amerika Gagah di Perang Iran Tapi Lagi Rapuh di Dalam Negeri, Kenapa Bisa Begitu?

Amerika Gagah di Perang Iran Tapi Lagi Rapuh di Dalam Negeri, Kenapa Bisa Begitu?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:07 WIB

×