Cerita Mistis Ritual Palu Namoni di Balik Gempa dan Tsunami Palu

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Jum'at, 05 Oktober 2018 | 12:14 WIB
Cerita Mistis Ritual Palu Namoni di Balik Gempa dan Tsunami Palu
Foto udara rumah-rumah warga yang hancur akibat gempa 7,4 skala Richter di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). [Antara/Hafidz Mubarak]

Suara.com - Musibah gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya di Sulawesi Tengah meninggalkan banyak cerita. Khususnya bagi setiap orang yang menjadi saksi ganasnya guncangan lindu dan terjangan air bah tsunami.

Satu cerita soal peristiwa nahas itu bahkan dikait-kaitkan dengan hal-hal berbau mistis. Salah satunya terkait perayaan festival kebudayaan Pesona Palu Namoni.

Reporter Suara.com Muhammad Yasir datang ke Palu dan menemi Mudar (49) salah seorang warga Lere, Palu Barat, Sulawesi Tengah. Mudar bercerita Palu Namoni merupakan upacara adat khas suku Kaili. Suku Kaili, kata Mudar, sebagian besar merupakan orang asli Sulawesi Tengah yang tersebar di Donggala dan Palu.

Sejatinya, upacara Palu Namoni yang digelar di Pantai Talise pada (28/9/2018) atau tepat dengan peristiwa gempa terjadi sudah lama tidak pernah digelar. Palu Namoni baru dihidupkan kembali setelah pemerintahan Kota Palu dipimpin oleh Wali Kota Hidayat dan Wakil Wali Kota Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu.

Tim Basarnas terus berusaha mencari para korban di reruntuhan Hotel Roa-Roa, Palu, Sulteng, yang ambruk dihantam gempa pada, Jumat pekan lalu. [Dok. Gendon Subandono]
Tim Basarnas terus berusaha mencari para korban di reruntuhan Hotel Roa-Roa, Palu, Sulteng, yang ambruk dihantam gempa pada, Jumat pekan lalu. [Dok. Gendon Subandono]

Warga pun berdatangan ke pantai Talise saat festival Palu Namoni. Sebagian besar warga ingin menyaksikan ritual Balia yang memang sudah lama hilang. Balia dahulunya digunakan untuk mengobati orang sakit menggunakan mantra dan dilakukan oleh seorang ahli.

Menurut Mudar sesaat sebelum acara Festival Palu Namoni berlangsung, ia merasakan ada pertanda buruk. Ia menyebut itu sebagai teguran, yang mana sesaat sebelum Palu Namoni itu digelar ada beberapa orang yang kerasukan roh halus.

"Mungkin sekarang wali kota mau bikin lagi (Palu Namoni), tapi kata-katanya, informasinya sudah ada tegur-teguran, begitu ada orang kerasukan roh juga, sebelum acara," kata Mudar saat ditemui di Pantai Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018).

Mudar mengungkapkan, setidaknya telah terjadi tiga kali hal janggal ketika upacara adat Palu Namoni kembali digelar semasa pemerintahan Wali Kota Palu Hidayat sejak 2016 lalu.

Menurut Mudar, dari tiga kali perhelatan Festival Palu Namoni, selalu memgundang kejadian alam yang dinilainya tak wajar. Salah satunya adalah gempa dan tsunami yang terjadi disaat pembukaan Palu Namoni di Pantai Talise pada Jumat (28/9) lalu.

baca juga

Mudar pun mengenang kejadian Palu Namoni saat 2016 lalu. Saat itu, ketika malam pembukan Palu Namoni juga sempat terjadi gempa di daerah Bora, Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah. Kemudian yang kedua di Pantai Talise pada gelaran Palu Namoni tahun 2017, sempat ada angin kencang datang.

Suasana kawasan masjid Baiturrahman yang diterjang tsunami pascagempa di wilayah Talise, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Suasana kawasan masjid Baiturrahman yang diterjang tsunami pascagempa di wilayah Talise, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Kali ini lebih mengerikan, tepat saat pembukaan Palu Namoni pada 28 September 2018 lalu di Pantai Talise terjadi gempa dan tsunami dahsyat hingga menyebabkan ribuan orang meninggal dunia.

"Baru diadakan, sudah tiga kali sebelumnya kalau tidak salah, tahun pertama 2016 gempa di Bora, malam pembukaan juga. Tahun kedua, hujan deras pas mau buka acarnya di Talise juga. Dan yang ketiga itu tsunami kemarin di Talise," Mudar menuturkan.

Senada dengan Mudar, Iki (24) juga mengutarakan hal yang serupa. Iki saat kejadian kebetulan sedang bekerja di Kafe Palu Smart City tak jauh dari Pantai Talise.

Iki berhasil menyelamatkan diri ke Masjid Agung Darussalam. Sementara air yang menghempas dari Pantai Talise hanya sampai di dekat makam Dato Karamah.

Terkait acara Palu Namoni, Iki memgungkapkan sebagian masyarakat di Kota Palu mempercayai gempa dan tsunami kemarin ada kaitannya dengan perhelatan Palu Namoni.

Meski meyakini bahwa gempa dan tsunami yang terjadi sebagai musibah. Namun Iki dan sebagian warga Kota Palu lainnya merasa ada yang janggal setiap digelar acara Palu Namoni.

"Orang orang juga pada bilang gara-gara itu (Palu Namoni). Saya sendiri meski yakin ini musibah tapi sedikit percaya juga sepertinya gara-gara Namoni itu," ujar Iki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaji DPR Bakal Dipotong untuk Korban Gempa? Ini Kata Fahri Hamzah

Gaji DPR Bakal Dipotong untuk Korban Gempa? Ini Kata Fahri Hamzah

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 10:10 WIB

Diguncang Gempa Palu, Satu Desa Berubah Jadi Ladang Jagung

Diguncang Gempa Palu, Satu Desa Berubah Jadi Ladang Jagung

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 08:13 WIB

Kemenkes Sebut Penanganan Gempa Palu Tak Butuh Bantuan Asing

Kemenkes Sebut Penanganan Gempa Palu Tak Butuh Bantuan Asing

Health | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 07:47 WIB

Ribuan Korban Gempa Palu Terombang-Ambing 24 Jam di Laut

Ribuan Korban Gempa Palu Terombang-Ambing 24 Jam di Laut

News | Kamis, 04 Oktober 2018 | 23:25 WIB

Ajak Anak Korban Gempa Bermain, Bisa Redakan Traumanya

Ajak Anak Korban Gempa Bermain, Bisa Redakan Traumanya

Health | Kamis, 04 Oktober 2018 | 21:15 WIB

Terkini

Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat

Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat

Jogja | Sabtu, 12 September 2026 | 16:46 WIB

Gunakan AI untuk Cari Kejanggalan! Eks Konsultan Nadiem Lawan Vonis 5 Tahun Lewat Kasasi

Gunakan AI untuk Cari Kejanggalan! Eks Konsultan Nadiem Lawan Vonis 5 Tahun Lewat Kasasi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:35 WIB

Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya

Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 16:30 WIB

Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais

Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais

Jogja | Sabtu, 12 September 2026 | 16:28 WIB

Setelah Nasi Matang, Apakah Rice Cooker Sebaiknya Dicabut? Ini Penjelasannya

Setelah Nasi Matang, Apakah Rice Cooker Sebaiknya Dicabut? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 16:26 WIB

Hasil Babak Pertama Persija vs Persib, Alexander Jeremeff Bikin Macan Kemayoran Unggul

Hasil Babak Pertama Persija vs Persib, Alexander Jeremeff Bikin Macan Kemayoran Unggul

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 16:18 WIB

Cara Mengompres Mata Panda dan Mata Lelah Pakai Air Mawar Viva Biar Segar Lagi

Cara Mengompres Mata Panda dan Mata Lelah Pakai Air Mawar Viva Biar Segar Lagi

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 16:14 WIB

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

×