500 Warga Makassar Tertipu Hoaks Adopsi Anak Korban Gempa Sulteng

Reza Gunadha

Jum'at, 05 Oktober 2018 | 15:53 WIB
500 Warga Makassar Tertipu Hoaks Adopsi Anak Korban Gempa Sulteng
TK Akar Panrita Mamminasata, Jalan Raya Baruga, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, jadi korban hoaks adopsi anak-anak korban bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018). [Suara.com/Lirzam Wahid]

Suara.com - Ratusan warga Makassar dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan tertipu pesan berantai berisi tawaran mengadopsi anak-anak korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Pesan itu menyebar di sejumlah grup maupun obrolan pribadi WhatsApp.

Dalam pesan itu, disebutkan sedikitnya 100 anak yatim piatu korban gempa Sulteng yang dievakuasi ke TK Akar Panrita Mamminasata, Jalan Raya Baruga, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, siap diadopsi.

Pesan berantai yang marak sejak Kamis (4/10) tersebut, sontak membuat ratusan orang berduyun-duyun mendatangi pengungsian yang dimaksud.

Namun, Kepala Sekolah TK Akar Panrita Mamminasata Fitriana Basira menegaskan, semua kabar itu merupakan hoaks alias bohong.

”Sekolah kami di bawah Yayasan Akar Pantita, dan benar menampung anak-anak korban gempa dan tsunami Sulteng. Tapi jumlah 84 orang dan tidak untuk diadopsi,” kata Fitriana di temui di kantor Yayasan Akar Panrita, Jumat (5/10/2018).

Selain itu, kata dia, puluhan bocah korban bencana itu juga masih memunyai orangtua maupun kerabat. Karenanya, sekolah mereka juga terdapat 31 perempuan dewasa dan seorang lelaki dewasa.

"Warga yang mau mengadopsi sudah berdatangan sejak Kamis sore. Kami dari yayasan menegaskan, anak-anak yang ditampung tidak buat diadopsi. Itu hoaks. Kami bisa memenuhi semua kebutuhan mereka,” tegasnya lagi.

Apalagi, kata Fitriana, adopsi anak korban bencana gempa Sulteng secara prosedural tidak bisa dilakukan. Sebab, orangtua mereka masih ada yang berstatus hilang.

Ia menyebut, hingga Jumat hari ini, sudah 500 orang mendatangi atau sekadar menelepon TK Akar Panrita Mamminasata, bermaksud untuk mengadopsi.

"Kami merasa terganggu oleh pesan berantai hoaks tersebut. Nama yayasan kami juga menjadi rusak. Kami tegaskan, yayasan memunyai niat baik untuk menolong saudara-saudara kita di Sulteng,” kata perempuan kelahiran Palu tersebut.

Kontributor : Lirzam Wahid

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DKI Biayai Ratna Sarumpaet ke Cile, Anies: Tanya yang Penting Aja

DKI Biayai Ratna Sarumpaet ke Cile, Anies: Tanya yang Penting Aja

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 11:26 WIB

Korban Patah Tulang Gempa Palu Sukses Dioperasi di RS Sis Aljufri

Korban Patah Tulang Gempa Palu Sukses Dioperasi di RS Sis Aljufri

Health | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 12:15 WIB

Kemenkes Sebut Penanganan Gempa Palu Tak Butuh Bantuan Asing

Kemenkes Sebut Penanganan Gempa Palu Tak Butuh Bantuan Asing

Health | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 07:47 WIB

Nonton Sambil Galang Dana, Sandiaga Uno Kumpulkan Rp 30 Juta

Nonton Sambil Galang Dana, Sandiaga Uno Kumpulkan Rp 30 Juta

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 03:00 WIB

Terkini

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 07:00 WIB

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB