Mata Anak-anak Korban Gempa Palu Memerah dan Diserang Diare

Pebriansyah Ariefana

Senin, 08 Oktober 2018 | 06:41 WIB
Mata Anak-anak Korban Gempa Palu Memerah dan Diserang Diare
Raisa Saputri Ruslan, bocah perempuan berusia 4 tahun ikut menjadi korban gempa dan tsunami Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) pekan lalu. [Suara.com/Lirzam Wahid]

Suara.com - Pengungsi anak-anak asal Desa Lolu, Kecamatan Sigibiromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mulai rentan terkena alergi dan penyakit lain seperti diare, pasca bencana gempa bumi yang menimpa wilayah itu, Jumat (28/9/2018) lalu.

Rosita Rivai yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengatakan penanganannya anak-anak tersebut diberi multivitamin dan obat anti-alergi. Di samping alergi dan flu, pengungsi anak-anak dan dewasa juga rentan terkena diare.

"Banyak anak-anak tadi mulai kena gejala alergi, seperti flu, dan mata merah, kemungkinan karena debu," kata Rosita Rivai di Posko Pengungsi Lapangan Bumi Jaya, Desa Mpanau, Kecamatan Sigibiromaru, Kabupaten Sigi, Minggu (7/10/2018).

"Karena di Sigi itu endemi Malaria, maka (penyakit) itu yang harus diwaspadai. Diare juga, karena kebersihan makanan dan sanitasi yang kurang, ada juga penyakit kulit, dan ISPA, tetapi mungkin diawali dengan alergi, tetapi tidak terlalu signifikan, mereka mungkin banyak batuk-batuk," tambah Rosita.

Untuk penyintas gempa bumi dan gelombang Tsunami di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Parigi Moutong, penyakit yang banyak diderita seperti cidera dan patah tulang.

"Sekarang ini 80 persen penyintas itu pasien ortopedi, patah tulang jadi salah satu masalah, sehingga klinik yang akan kami bangun juga akan menyediakan layanan pasca luka. Layanan itu penting karena perawatan luka lebih lanjut harus dilakukan secara tepat dan steril agar tidak berujung infeksi," jelas Rosita.

Dokter yang sempat bertugas merawat korban gempa di Lombok itu turut menambahkan, perawat tidak dapat mengontrol pasien jika mereka sudah pulang ke rumah, apalagi kalau pengungsi tinggal di tenda, kemungkinan terkena infeksi jadi lebih besar.

"Situasinya tidak steril, ada nyamuk dan lalat, sehingga rentan terkena infeksi," tambahnya.

Setidaknya ada sekitar 70 ribu pengungsi yang terpaksa tinggal sementara di tenda-tenda pasca gempa bumi dan gelombang Tsunami menghantam Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

baca juga

Hingga hari ini tercatat ada 1.944 korban meninggal, 2.549 luka-luka, dan 683 korban hilang. Proses evakuasi hingga hari kesembilan bencana masih dilakukan, khususnya di wilayah paling terdampak di Petobo dan Perumahan Balaroa, serta wilayah lain di Kabupaten Sigi dan Donggala. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peserta IMF World Bank Tinjau Lombok Pasca Dilanda Gempa

Peserta IMF World Bank Tinjau Lombok Pasca Dilanda Gempa

Bisnis | Minggu, 07 Oktober 2018 | 22:13 WIB

Cari Korban Gempa Palu, TNI Temukan Harta Karun Rp 1 Miliar

Cari Korban Gempa Palu, TNI Temukan Harta Karun Rp 1 Miliar

News | Minggu, 07 Oktober 2018 | 20:47 WIB

MUI: Bila Diizinkan, Mayat Korban Gempa Sulteng Boleh Dibakar

MUI: Bila Diizinkan, Mayat Korban Gempa Sulteng Boleh Dibakar

News | Minggu, 07 Oktober 2018 | 19:12 WIB

Papa, Ikhlaslah, Tuntun Saya Baca Dua Kalimat Syahadat....

Papa, Ikhlaslah, Tuntun Saya Baca Dua Kalimat Syahadat....

News | Minggu, 07 Oktober 2018 | 17:29 WIB

Terkini

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB