Grogi Pidato di Depan Ulama LDII, Prabowo: Depan Tentara Biasa

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari
Grogi Pidato di Depan Ulama LDII, Prabowo: Depan Tentara Biasa
Prabowo Subianto menghadiri acara Rakernas LDII di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018). (Suara.com/Ria Rizki)

"Saya minta maaf, saya tidak menyapa Professor Marzuki Alie. Kemudian Pak Teddy, kemudian tokoh lain yang saya tidak sebut tanpa mengurangi rasa hormat saya."

Suara.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mendapat kesempatan berpidato pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Sebelum menyampaikan pidatonya, Prabowo mengaku sempat grogi sebelum naik ke atas panggung. 

Saat akan memulai pidato, Prabowo lebih dulu mengucapkan permintaan maafnya kepada beberapa pihak yang lupa disebutkan namanya dalam sambutan awal.

"Saya minta maaf, saya tidak menyapa Professor Marzuki Alie. Kemudian Pak Teddy, kemudian tokoh lain yang saya tidak sebut tanpa mengurangi rasa hormat saya," kata Prabowo di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018). 

Ketua Umum Partai Gerindra ini menuturkan, grogi karena harus memberikan sambutan di hadapan pengurus dan ulama-ulama LDII. 

Padahal,lelaki yang tengah mengenakan kemeja ciri khas berkantung empatnya itu mengaku sudah sering berpidato di depan berbagai elemen masyarakat dengan berbagai profesi. Namun, saat dihadapi dengan banyak ulama, Prabowo malah mengaku deg-degan. 

"Maklum, kalau dihadapan banyak ulama saya agak grogi begtu. Kalau di depan tentara biasa. Di depan petani biasa. Di depan begitu banyak ulama apalagi banyak yang punya gelar profesor, saya ini agak nervous sedikit," pungkasnya disambut tawa para peserta Rakernas. 

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS