Blak-blakan, Tujuan IndonesiaLeaks Ungkap Perusakan Buku Merah

Tim Liputan Khusus

Minggu, 14 Oktober 2018 | 17:23 WIB
Blak-blakan, Tujuan IndonesiaLeaks Ungkap Perusakan Buku Merah
Konfrensi pers oleh inisiator dan CSO mitra IndonesiaLeaks di kantor AJI Indonesia, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Minggu (14/10/2018). [Suara.com]

Suara.com - Hasil liputan investigasi 5 media massa yang berkolaborasi dalam IndonesiaLeaks yang ramai diperbincangkan publik sepekan terakhir, turut menjadi “barang dagangan” kelompok-kelompok politik menjelang Pilpres 2019.

IndonesiaLeaks oleh sebagian pihak dituding sebagai alat politik bagi kubu yang sedang menjadi lawan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden petahana.

Ada pula yang menilai IndonesiaLeaks menyebarkan informasi palsu alias hoaks. Sementara kubu lawan politik pemerintah memanfaatkan publikasi yang bersumber dari IndonesiaLeaks untuk menyerang rezim Jokowi – Jusuf Kalla.

Laporan investigasi kelima media tersebut, mengungkap kasus dugaan perusakan barang bukti penyidikan kasus suap pengusaha Basuki Hariman oleh dua eks penyidik KPK asal Polri.

“Penting bagi kami untuk menjelaskan dan menjernihkan tujuan dan keberadaan IndonesiaLeaks kepada masyarakat luas, agar tidak terjadi kekeliruan dan kesalahpahaman dalam menilai peran dan tujuan IndonesiaLeaks sebenarnya,” kata Direktur Eksekutif Tempo Institute Mardiyah Chamim dalam konfrensi pers di kantor AJI Indonesia, Jakarta Selatan, Minggu (14/10/2018).

Dia menjelaskan, IndonesiaLeaks adalah platform yang dibuat untuk menerima pelaporan dan pengaduan dari semua pihak atas potensi dan dugaan skandal publik yang telah terjadi di Indonesia. Tempo Institute adalah salah satu organisasi masyarakat sipil yang turut memprakarsai IndonesiaLeaks.

Platform ini didesain sedemikian rupa untuk memberikan rasa aman bagi pelapor untuk menyampaikan informasi/data atau dokumen yang penting.

IndonesiaLeaks, kata dia, bisa dianalogikan seperti Whistle Blowing System (WBS) sebagaimana yang dimiliki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Informasi yang masuk ke IndonesiaLeaks menjadi sumber informasi bagi para jurnalis untuk melakukan penelusuran dan investigasi atas laporan yang diterima, dengan menggunakan standar jurnalisme investigatif dan profesional.

baca juga

IndonesiaLeaks memiliki peran untuk menjadi salah satu alat yang secara efektif digunakan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan (kontrol) sosial,” terang dia.

Kapan Sebuah Informasi Ditindaklanjuti?

Jurnalisme investigatif menjunjung tinggi validitas data dan informasi. Ketika para jurnalis menilai dokumen yang diterima memiliki kualitas kebenaran yang rendah, maka otomatis tidak ditindaklanjuti menjadi sebuah kerja investigasi.

Sebaliknya, informasi yang otentik akan diteruskan dengan investigasi dan dipublikasikan. Dengan demikian, IndonesiaLeaks tidak hanya akan memublikasikan satu persoalan, mengingat masih ada sederet laporan yang saat ini dalam tahap investigasi.

“Oleh karena itu, produk jurnalisme investigatif yang bersumber dari laporan IndonesiaLeaks, tidak, atau bukan merupakan produk pemberitaan palsu alias hoaks,” jelasnya.

Mardiyah menjelaskan, IndonesiaLeaks dibuat dalam rangka memperkuat fungsi pengawasan publik yang selama ini terkendala oleh minimnya data atau informasi yang dapat digunakan untuk mengungkap skandal publik.

Skandal publik seperti korupsi, permainan pajak, penyelundupan, kejahatan lingkungan, penyalahgunaan kekuasaan pejabat publik, dan lainnya dapat diungkap lebih mudah dengan tersedianya platform IndonesiaLeaks.

Ia menegaskan, IndonesiaLeaks didirikan dan dioperasikan oleh para jurnalis berpengalaman dalam kerja-kerja investigasi.

IndonesiaLeaks juga didukung oleh organisasi masyarakat sipil berpengalaman dan berdedikasi besar dalam menjalankan fungsi kontrol publik, seperti Indonesia Corruption Watch (ICW), LBH Pers, Auriga, Greenpeace, dan Change.org.

IndonesiaLeaks tidak berafiliasi dan menjalin hubungan politik dengan pihak mana pun, baik dengan kubu pemerintah maupun dengan kubu yang berlawanan dengan pemerintah,” kata dia.

Dia menambahkan, karya jurnalisme investigasi adalah hasil kerja jurnalistik dengan proses, kaidah dan etika jurnalistik.

Namun, karena mengungkap berbagai kasus kejahatan publik yang disembunyikan, publikasi ini rentan digunakan untuk kepentingan kelompok atau pihak tertentu.

“Pada satu sisi, IndonesiaLeaks ingin agar masyarakat tahu bahwa terdapat indikasi persoalan serius yang melibatkan pejabat publik. Pada lain sisi, data dan informasi yang dipublikasikan jurnalis, bisa jadi dimanfaatkan untuk menyerang pemerintah,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

AJI: Investigasi IndonesiaLeaks Tak Punya Motif Politik 2019

AJI: Investigasi IndonesiaLeaks Tak Punya Motif Politik 2019

News | Minggu, 14 Oktober 2018 | 16:08 WIB

LBH Pers: Investigasi IndonesiaLeaks soal Buku Merah Bukan Hoaks

LBH Pers: Investigasi IndonesiaLeaks soal Buku Merah Bukan Hoaks

News | Minggu, 14 Oktober 2018 | 14:48 WIB

2 Pernyataan Beda Ketua KPK soal CCTV Rekam Perusakan Buku Merah

2 Pernyataan Beda Ketua KPK soal CCTV Rekam Perusakan Buku Merah

News | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 10:00 WIB

Nama Tito Disebut, Pendemo: Ada yang Ingin Benturkan KPK - Polri

Nama Tito Disebut, Pendemo: Ada yang Ingin Benturkan KPK - Polri

News | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 16:36 WIB

Terkini

Posko Kesehatan Pelabuhan Trisakti Tangani Korban Virgo Transport 8

Posko Kesehatan Pelabuhan Trisakti Tangani Korban Virgo Transport 8

Foto | Senin, 14 September 2026 | 07:00 WIB

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di  SPBU Makassar Mulai Melandai

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai

News | Senin, 14 September 2026 | 06:55 WIB

Bukan Hanya Merah dan Biru, Ini Arti Warna Api yang Jarang Diketahui

Bukan Hanya Merah dan Biru, Ini Arti Warna Api yang Jarang Diketahui

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 06:49 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 14 September 2026 Lengkap: Arah Baru Bawa Kejutan

Ramalan 12 Shio Hari Ini 14 September 2026 Lengkap: Arah Baru Bawa Kejutan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 06:40 WIB

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:30 WIB

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

×