Penawaran Diplomatik Israel, FPI : Pengalihan Isu Rupiah dan BBM

Iwan Supriyatna, Muhammad Yasir

Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:12 WIB
Penawaran Diplomatik Israel, FPI : Pengalihan Isu Rupiah dan BBM
Sekretaris Jenderal Dewan Syuro DPD FPI DKI Jakarta Novel Bamukmin Chaidir Hasan. (suara.com/Agung Shandy Lesmana)

Suara.com - Tokoh Front Pembela Islam (FPI), Novel Bamukmin angkat bicara terkait pernyataan Wakil Presiden, Jusuf Kalla yang membuka peluang diplomatik dengan Israel.

Novel Bamukmin menduga hal itu hanyalah pengalihan isu terhadap nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu mengatakan sangat sulit mewujudkan perdamaian di kota suci tiga agama tersebut.

Dia mengungkapkan kalau karakteristik Israel sangat licik yang kekinian terus melakukan pembantaian terhadap warga Palestina.

Untuk itu, dia mengatakan pernyataan JK hanyalah membuang waktu dan menghabiskan energi saja. Bahkan dia menduga hal itu hanyalah bentuk pengalihan isu terhadap melemahnya nilai tukar rupiah dan kenaikan harga BBM.

"Kita tidak ada untungnya juga dengan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bangsa penjajah yang PBB saja Israel ini tentang. Oleh karenanya, pernyataan JK itu diduga sebagai pengalihan isu atas dolar yang terus melambung dan tarif BBM naik," kata Novel saat dihubungi Suara.com, Kamis (18/10/2018).

Berkenaan dengan itu, Novel Bamukmin berpandangan bahwa keinginan Perdana Menteri Israel, Benjamin Natanyahu membuka diplomatik dengan Indonesia sarat kepentingan untuk menguasai sumber daya alam (SDA) Indonesia, yang sejatinya menjadi rebutan banyak negara asing.

Selain itu, dia menilai Israel hanya ingin mendapatkan pengakuan dari Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar. Menurutnya itu bisa menyakiti perasaan umat.

"Untuk itu saya mewakili dari PA 212 harga mati menolak Israel sebagai bangsa yang mempunyai kedaulan di dunia ini dan juga menolak wapres JK membuka hubungan diplomatik dengan Israel dengan apa pun alasannya," pungkasnya.

Untuk diketahui, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kemungkinan Pemerintah Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel dapat terjadi. Syaratnya bila perdamaian di Palestina sudah terwujud.

Wapres menegaskan Pemerintah Indonesia tetap dalam posisinya mendukung perdamaian di Palestina, sehingga harapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dapat terwujud apabila kesepakatan perdamaian telah terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rumah Makan Manado Dirusak, FPI: Permainan Intelijen

Rumah Makan Manado Dirusak, FPI: Permainan Intelijen

News | Rabu, 17 Oktober 2018 | 20:54 WIB

JK Buka Peluang Jalur Diplomatik dengan Israel, PKS: Kemunduran

JK Buka Peluang Jalur Diplomatik dengan Israel, PKS: Kemunduran

News | Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:59 WIB

Pengamat: Tak Ada Salah Buka Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

Pengamat: Tak Ada Salah Buka Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

News | Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:33 WIB

Terkini

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 05:00 WIB

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

×