Rumah Makan Manado Dirusak, FPI: Permainan Intelijen

Reza Gunadha | Muhammad Yasir | Suara.com

Rabu, 17 Oktober 2018 | 20:54 WIB
Rumah Makan Manado Dirusak, FPI: Permainan Intelijen
Dua rumah makan khas Manado di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat dirusak massa tak dikenal, Selasa (16/10/2018) dini hari. [Suara.com/Muhamad Yasir]

Suara.com - FPI angkat bicara terkait perusakan Rumah Makan (RM) Manado di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, oleh sekelompok orang berpeci dan diduga dari organisasi massa intoleran yang terjadi pada Selasa (16/10) dinihari.

Pentolan FPI DKI Jakarta Muchsin Alatas mengklaim, perusakan tersebut merupakan provokasi oknum yang ingin memecah belah bangsa.

Ia menegaskan, massa yang merusak rumah makan khas Manado itu tak terkait dengan penolakan tokohnya, yakni Muhammad Bahar bin Ali bin Smith alias Habib Bahar bin Smith, saat berkunjung ke Kota Manado, Sulawesi Utara, Senin (15/10) awal pekan ini.

"Ini provokasi, bisa saja orang-orang itu beli sarung, peci biar dianggap orang Islam, mereka melempar. Ini diseret ke isu etnis dan agama. Ini berbahaya," kata Muchsin seusai menghadiri acara Doa Bersama dan Dialog Damai di RM Manado Andy Watung, Cempaka Putih Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018).

Lebih lanjut, Muchsin mengatakan penolakan Habib Bahar bin Smith di Manado dan beberapai pemceramah lain di beberapa daerah tidak ada kaitannya dengan konflik agama. Melainkan kata dia, hal tersebut erat kaitannya dengan politik.

Berkenaan dengan itu, dia menyebut pelaku tersebut merupakan aktor intelektual yang memainkan politik secara kotor.

"Ini provikasi dari pihak-pihak permainan intelejen tapi ini permainan kotor. Permainan politik yang kotor. Kalau ingin Indonesia damai sejahtera hentikan ini, politik kotor hentikan," tukasnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada semua umat beragama untuk tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang sengaja ingin mengadu domba. Dia juga menegaskan kepada pihak berwajib untuk mengungkap aktor di balik kejadian tersebut.

"Saya harapkan masyarakat baik umat Islam atau Nasrani dan yang lain jangan terprovokasi. Ini permainan intelijen, ini permainan politik kotor yang ingin mengadu domba antarumat beragama. Ini yang terjadi dan semua sama modusnya penolakan penolakan di Riau, Kalimantan Utara, Semarang dan di Manado sama. Ini ada aktor intelektual yang harus dibuka," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Rumah Makan Dirusak, Buntut Habib Smith Ditolak di Manado?

Dua Rumah Makan Dirusak, Buntut Habib Smith Ditolak di Manado?

News | Rabu, 17 Oktober 2018 | 16:18 WIB

Ini Ciri - ciri Perusak Rumah Makan Manado di Cempaka Putih

Ini Ciri - ciri Perusak Rumah Makan Manado di Cempaka Putih

News | Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:06 WIB

Massa Berpeci Rusak RM Manado, Polisi Temukan Botol Berisi Bensin

Massa Berpeci Rusak RM Manado, Polisi Temukan Botol Berisi Bensin

News | Rabu, 17 Oktober 2018 | 12:19 WIB

Polisi Sebut Massa Perusak 2 RM Manado Gunakan Puluhan Motor

Polisi Sebut Massa Perusak 2 RM Manado Gunakan Puluhan Motor

News | Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:47 WIB

Terkini

Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay

Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:26 WIB

Pria Misterius Tewas Tertabrakn Kereta di Jagakarsa, Kulit Putih Diduga Usia 25 Tahun

Pria Misterius Tewas Tertabrakn Kereta di Jagakarsa, Kulit Putih Diduga Usia 25 Tahun

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:23 WIB

Israel Bajak Global Sumud Flotila di Laut Internasional, Netanyahu Bangga Tangkap Aktivis Gaza

Israel Bajak Global Sumud Flotila di Laut Internasional, Netanyahu Bangga Tangkap Aktivis Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:20 WIB

Menhan Sjafrie: Seluruh Kabupaten di Jawa Dikawal Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di 2026

Menhan Sjafrie: Seluruh Kabupaten di Jawa Dikawal Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di 2026

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:19 WIB

Menhan Sjafrie: Misi Kemanusiaan Gaza Tertunda Akibat Konflik AS - Iran

Menhan Sjafrie: Misi Kemanusiaan Gaza Tertunda Akibat Konflik AS - Iran

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:14 WIB

LPSK Pasang Badan, Lindungi PRT di Jaksel yang Diduga Dianiaya dan Dilaporkan Balik Majikan

LPSK Pasang Badan, Lindungi PRT di Jaksel yang Diduga Dianiaya dan Dilaporkan Balik Majikan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:13 WIB

23 Gedung di Jakarta Terancam Disegel Imbas Tak Punya Izin SLF, Termasuk Pasar Asemka!

23 Gedung di Jakarta Terancam Disegel Imbas Tak Punya Izin SLF, Termasuk Pasar Asemka!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:00 WIB

Reaksi Presiden Irlandia Usai Adiknya Ditangkap Israel di Global Sumud Flotilla

Reaksi Presiden Irlandia Usai Adiknya Ditangkap Israel di Global Sumud Flotilla

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:53 WIB

Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?

Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:51 WIB

Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Desakan Negara Teluk, Takut Dibalas Rudal Teheran

Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Desakan Negara Teluk, Takut Dibalas Rudal Teheran

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:50 WIB