JK Buka Peluang Jalur Diplomatik dengan Israel, PKS: Kemunduran

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:59 WIB
JK Buka Peluang Jalur Diplomatik dengan Israel, PKS: Kemunduran
Aksi unjuk rasa di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Jumat (15/12).

Suara.com - Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Aliyudin mengomentari terkait pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memungkinkan adanya hubungan diplomatik dengan Israel dengan syarat Israel harus mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Suhud menilai hal tersebut sebagai suatu kemunduran.

Suhud menjelaskan bahwa upaya mewujudkan perdamaian di Palestina sudah diusahakan sejak dahulu. Namun keinginan tersebut sulit diwujudkan lantaran sikap Israel yang keras kepala.

“Faktor utama tidak adanya perdamaian adalah sikap keras kepala Israel yang tidak menginginkan adanya perdamaian di Palestina,” kata Suhud kepada Suara.com, Rabu (17/10/2018).

Kemudian Suhud memahami bahwa politik luar negeri Indonesia menganut prinsip bebas-aktif yang bisa diartikan bahwa Indonesia negara independen yang aktif dalam menjalin persahabatan dan mencipatkan perdamaian dunia.

Namun, hal tersebut bukan berarti Indonesia bisa membangun hubungan diplomatik dengan Israel. Karena Suhud menjelaskan bahwa Israel saat ini masih menjajah Palestina dan hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.

“Di pembukaan UUD 1945 dijelaskan tentang sikap tegas negara Indonesia menentang penjajahan. Dan Israel hingga saat ini masih menjajah Palestina, artinya Israel adalah penjajah, maka Indonesia tidak perlu membuka hubungan diplomatik dengan Israel sebagai negara penjajah,” ujarnya.

Suhud pun menambahkan apabila memang Indonesia tetap memberikan peluang kepada Israel, maka kemungkinan Israel mau memenuhi syarat mengakui Palestina sebagai negara merdeka pun sangat kecil.

“Sangat kecil. Karena jangankan Indonesia, negara-negara besar saja tidak bisa kok memaksa Israel untuk menuruti perdamaian,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kemungkinan Pemerintah Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel dapat terjadi. Syaratnya bila perdamaian di Palestina sudah terwujud.

baca juga

Wapres menegaskan Pemerintah Indonesia tetap dalam posisinya mendukung perdamaian di Palestina, sehingga harapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dapat terwujud apabila kesepakatan perdamaian telah terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat: Tak Ada Salah Buka Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

Pengamat: Tak Ada Salah Buka Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

News | Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:33 WIB

Australia Mau Pindahkan Dubes ke Yerusalem, Ini Reaksi Indonesia

Australia Mau Pindahkan Dubes ke Yerusalem, Ini Reaksi Indonesia

News | Selasa, 16 Oktober 2018 | 21:56 WIB

Israel Diam-diam Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Sulawesi Tengah

Israel Diam-diam Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Sulawesi Tengah

News | Selasa, 16 Oktober 2018 | 19:38 WIB

Ini Alasan Israel Ngebet Buka Hubungan Diplomatik ke Indonesia

Ini Alasan Israel Ngebet Buka Hubungan Diplomatik ke Indonesia

News | Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:06 WIB

Terkini

Penanaman di Lahan Bekas Karhutla, Bupati Siak Kasih Nama Pohon 'Jenderal Herry'

Penanaman di Lahan Bekas Karhutla, Bupati Siak Kasih Nama Pohon 'Jenderal Herry'

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:55 WIB

Rocky Gerung Santai Cibiran Usai Masuk Istana: Mantan Masih Mantau

Rocky Gerung Santai Cibiran Usai Masuk Istana: Mantan Masih Mantau

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:54 WIB

700 Personel Gerebek Kampung Ambon dan Boncos: 24 Orang Diamankan, Sabu hingga Senjata Disita

700 Personel Gerebek Kampung Ambon dan Boncos: 24 Orang Diamankan, Sabu hingga Senjata Disita

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Eks Kapolores Malang Diangkat Jadi Koorspripim Polri, Pengamat: Jangan Lupakan Tragedi Kanjuruhan

Eks Kapolores Malang Diangkat Jadi Koorspripim Polri, Pengamat: Jangan Lupakan Tragedi Kanjuruhan

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:52 WIB

7 Cara Mencuci Hijab Paris agar Tidak Berbulu, Tetap Halus seperti Baru

7 Cara Mencuci Hijab Paris agar Tidak Berbulu, Tetap Halus seperti Baru

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Room Reset, Mind Reset: Saatnya Memberi Jeda untuk Diri Sendiri

Room Reset, Mind Reset: Saatnya Memberi Jeda untuk Diri Sendiri

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Perbedaan Shio Kuda Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air: Siapa Karakternya Paling Kuat?

Perbedaan Shio Kuda Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air: Siapa Karakternya Paling Kuat?

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:48 WIB

Dulu Kapolres Malang saat Tragedi Kanjuruhan, Sekarang Apa Jabatan Kombes Ferli Hidayat?

Dulu Kapolres Malang saat Tragedi Kanjuruhan, Sekarang Apa Jabatan Kombes Ferli Hidayat?

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Seni Berdamai dengan Kecewa: Mengapa Kita Sangat Membutuhkan 'Emotional Boundaries'

Seni Berdamai dengan Kecewa: Mengapa Kita Sangat Membutuhkan 'Emotional Boundaries'

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Misi Cetak Bintang Timnas Indonesia, HSL 2026/2027 Resmi Berlakukan Sistem Transfer

Misi Cetak Bintang Timnas Indonesia, HSL 2026/2027 Resmi Berlakukan Sistem Transfer

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:45 WIB

×