Pembakaran Bendera Tauhid, Ini Komentar Tuan Guru Bajang

Selasa, 23 Oktober 2018 | 18:58 WIB
Pembakaran Bendera Tauhid, Ini Komentar Tuan Guru Bajang
Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, menanggapi insiden pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan oknum Banser NU, di Garut, Jawa Barat.

TGB melalui akun sosial media Instagram miliknya, @tuangurubajang, menggunggah foto bertuliskan kalimat tauhid.

Dalam keterangan foto tersebut, TGB mengakui dirinya sebagai muslim yang cinta Negara Kesatuan Indonesia (NKRI). Menurutnya, negara bangsa Indonesia adalah amanah dari Allah yang wajib dijaga dan dikokohkan.

"Inilah kesepakatan kita sejak era para pendiri bangsa. Karena itu saya tidak mendukung ide khilafah. Saya meyakini, Islam tidak memerintahkan satu sistem pemerintahan tertentu, namun memberi panduan nilai-nilai mulia yang harus terwujud dalam sistem apapun," kata TGB melalui akun Instagram, tuangurubajang, Selasa (23/10/2018).

Lebih lanjut, TGB mengungkapkan bahwa sistem republik demokratis yang disepakati dalam NKRI tak kalah valid dan sahnya dibanding sistem khilafah.

Karena nilai-nilai dasar yang diperjuangkan Islam telah ada, utamanya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, syura dan keadilan.

Hal itu, kata TGB, tinggal bagaimana masyarakat mengimplementasikan niali-nilai itu dalam kehidupan berbangsa.

Kemudian, TGB menuturkan NKRI baginya merupakan maslahat nyata. Sedangkan khilafah menurutnya merupakan maslahat prediktif.

"Kaidah mengatakan, al-maslahah al-mutahaqqiqah an-naajizah muqaddamah 'alal maslahah al-mustaqbalah al-marjuhah. Maslahat nyata, jelas dan telah terwujud, didahulukan di atas maslahat prediktif yang belum terwujud," terangnya.

Baca Juga: Papan Nama NU di Bogor Dirobohkan Pelaku Misterius

Kendati begitu, TGB mengungkapkan cinta NKRI adalah satu hal, sedangkan membakar bendera yang bertuliskan kalimat tauhid adalah hal lain.

Menurutnya, pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid dapat  menimbulkan fitnah. Sebaiknya, bila tidak setuju, alangkah baiknya diserahkan kepada pihak yang berwajib.

"Bagi saya, perbuatan (membakar bendera) itu bisa menimbulkan fitnah antarkita. Kalau tidak setuju, lipat dengan takzim dan serahkan kepada aparat," imbuhnya.

"Perilaku tercela menggunakan kalimat tauhid untuk tujuan kekuasaan tidak boleh menyebabkan kita ikut melakukan perbuatan tercela. Segala anarkisme akan menghilangkan keadaban publik. Tahan diri, perbanyak silaturahmi," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI